
4 hari lama nya arini masih terbaring di rumah sakit di temani sang ibu 'Siska' duduk di samping Arini . .
sementara Renata masih sibuk bulak balik mengurusi rumah dan keperluan nya untuk menjaga sang kakak malam ini di karenakan sang ibu yang sudah merasakan lelah dan ingin beristirahat sebentar di rumah dengan membaringkan badan nya di atas kasur dan pikiran nya sejenak . .
Tidak lama renata datang menghampiri sang ibu dan dia pun berkata pada Arini dengan nada lirih . .
kenapa kakak berpikiran bahwa dunia ini sempit sehingga membuat kaka hilang kendali dan berakhir di sini si kak ?
Renata menyayangkan atas pemikiran kakak nya yang menganggap semua nya berakhir hanya karena 1 lelaki yang di nilai Renata tidak pantas untuk di tangisi kepergian nya .
Ibu nya berucap ''sudah Renata jangan di tangisi lebih baik kita sekarang berdoa yang terbaik untuk Arini", .
Renata pun segera mengusap air mata nya dan berharap semoga semua akan baik baik saja seperti doa mereka selama ini .
Bagas yang sedang duduk termenung di hampiri oleh teman nya dan berkata "apa yang sedang kamu pikirkan sehingga membuat pekerjaan mu tidak fokus" . .
Bagas yang bekerja sebagai seorang arsitek designer itu terdiam dan segera tersadar dalam lamunan nya
kini ia sangat menyesali keputusan nya yang membuat Arini masih belum sadar dan sembuh sampai saat ini .
''aku melepas yang dulu ku genggam dan mengganti kan dengan sesuatu yang belum aku miliki''
''maksud kamu apa Bagas, coba deh kamu cerita yang benar ? ucap Rara
wanita yang bekerja sebagai partner Bagas di perusahaan tersebut .
"6 tahun yang lalu aku jalani kehidupan dengan seseorang yang benar benar sejalan dengan prinsip ku, kini hadir orang asing yang belum aku genggam penuh hati nya dia memiliki raga ku tetapi tidak dengan hati ku, sementara yang lama ku genggam ku lepas dalam hidup ku", .
"Ko bisa gitu ?
jadi itu yang buat kamu ga fokus kerja dan terlihat sering melamun . . !
''aku terpaksa karena sebuah perjodohan yang telah lama orang tua ku persiapkan''
kalau masalah hati maaf . . !
"aku gak bisa bantu, tapi aku rasa kamu sebagai lelaki ga punya prinsip maaf yah aku harus bilang gitu ?
mendengar ucapan Rara tersebut . . !
bagas semakin menyesali akan keputusan nya dan terus membuat dia berpikir keras untuk mengubah keadaan seperti semula
__ADS_1
tapi itu tidak mungkin setelah keputusan yang ia ambil rasa nya tidak dan mustahil untuk kembali seperti dulu lagi.
Renata tertunduk sejenak melihat keadaan sang kakak yang masih terbaring di atas ranjang tanpa ada perubahan yang signifikan hanya denyut nadi serta jantung saja dalam layar monitor yang berjalan naik dan turun !
Renata membayang kan mengapa bisa Roman yang menjadi penolong kakak nya saat itu ?
ingin bertanya dengan pasti pada Roman namun Renata sampai saat ini masih belum bisa bersekolah seperti biasa nya ?
karena masih sibuk mengurusi sang kakak yang belum sembuh total ?
di keluarga Renata hanya beranggota kan 3 orang saja tanpa hadir nya kepala rumah tangga di karenakan perpisahan yang telah lama bu 'Siska' jalani ..
kini Renata ' Arini 'dan ibu nya lah yang saling berbagi dan mengisi dalam kehidupan sehari hari nya . .
jadi bisa di bayang kan jika memang Arini pergi tiada ?
kesedihan lah yang akan menemani Renata dan ibu nya
setelah lama tidak adanya sosok sang ayah bisa di bayang kan jika Arini pun ikut tiada ?
dalam hati Renata berkeluh kesah !
''mengapa TUHAN selalu menghadirkan lelaki yang salah dalam kehidupan keluarga nya''
Karena hal itu menyebabkan Renata tidak respek pada lelaki sementara di sekolah Renata cukup terkenal dan di kagumi para lelaki ?
sifat Renata yang dingin membuat lelaki yang mencoba mendekati nya berpikir 2 kali . .
Sifat itu juga yang membuat Renata sering bermusuhan dan bertikai dengan Roman . .
tetapi pertengkaran mereka tidak dengan sebuah pukulan ' melainkan hanya sebuah ejekan dan umpatan saja '
Tidak lama dokter Alan datang menghampiri dan memeriksa keadaan Arini .
"saya rasa 3 hari kedepannya akan ada perkembangan yang baik bagi kakak mu, untung nya luka parah di kepala nya tidak menyebab kan kerusakan otak ?
Bu Siska yang baru saja datang di tempat itu mendengarkan penjelasan sang dokter dengan penuh rasa syukur .
"kalo benar seperti itu saya mengucap kan banyak terima kasih dokter ucap Bu Siska dengan tatapan penuh harapan",
"besok besok kalo kamu sekolah, jangan kamu jambak lagi teman kamu seperti kemaren ?
__ADS_1
'setidak nya dialah yang menjadi penolong kakak kamu gadis cantik ",
dengan mencubit pipi Renata yang lesung manis ' dokter Alan 'sembari senyum meledek Renata atas perlakuan nya kemarin yang membuat kegaduhan di rumah sakit " . .
Renata pun hanya tersenyum dan tertunduk malu atas nasihat yang di berikan dokter Alan.
Gila . . ?
"si cowok tengil dan sok ke cakep'an itu jadi malaikat penolong bagi kakak gue . .
dengan tersenyum kecil Renata bergumam dalam hati nya dan tidak pernah membayang kan bahwa musuh abadi nya itu menjadi penolong bagi keluarga nya ?
Bagas dalam perjalan menuju rumah sakit tempat di mana Arini terbaring dengan tujuan ingin meminta maaf dan menjelas kan perkara apa yang sebenar nya mereka alami dengan cepat mengendari mobil nya agar segera tiba rumah sakit itu . .
tidak lupa ia mampir di sebuah kedai makanan dan minimarket dengan membeli 2 nasi goreng dan 2 orange juicy serta buah buahan untuk di bawa nya ke sana !
Tidak lama kemudian Bagas pun tiba di rumah sakit tersebut . .
Bagas menghampiri dan mengucap kan salam pada bu Siska dan Renata lalu menyerahkan makanan pada bu Siska
Sementara Renata memalingkan wajah cantik dan manis nya itu ketika Bagas datang dan hadir di ruangan kakak nya .
"Tante bagaimana kondisi nya sekarang ' ucap Bagas',
"Tante dari lubuk hati Bagas yang paling dalam, Bagas menyadari keputusan Bagas berdampak buruk bagi Arini !
kini Bagas datang dengan berjuta harapan kiranya Tante dan sekeluarga mau memahami dan memaafkan Bagas atas keputusan yang telah Bagas buat ?
Bu Siska terdiam sesaat lalu menghela nafas panjang bibir nya mulai berucap . .
'' dulu saat tante di tinggal pergi oleh ayah mereka, perasaan hancur dan pemikiran tak waras datang silih berganti untung nya kedua senyum anak ini kembali menguatkan dan meyakinkan bahwa dunia ini belum berakhir ?
Kini perasaan hancur yang dulu pernah tante alami datang menyasar pada Arini
bisa kamu bayang kan dan rasakan perasaan hancur itu seperti apa ?
Bagas mulai menitik kan air mata nya mendengar ucapan Bu Siska .
Sementara Renata yang melihat Bagas menangis hanya mengumpat dalam hati dengan penuh rasa kebencian pada Bagas
''air mata buaya''. . .
__ADS_1
bisa bisanya dia berpura pura menangis setelah apa yang ia perbuat menyebabkan kesedihan dan luka yang mendalam bagi kakak nya .