3 Serangkai

3 Serangkai
10. Pelajaran Biologi


__ADS_3

Semua siswa sudah dalam ruangan kelas, tinggal tiga gadis ini yang belum ada kelas. Guru sudah mulai mengisi daftar hadir kelas dengan menyebut nama siswa satu persatu dan sampailah pada nama Kia, Cha dan Tasya.


"Ini tiga orangnya kemana?" tanya guru


"Belum masuk bu" Jawab siswa dalam kelas


"Kami hadir bu" Ucap Kia seketika dipintu masuk kelas.


Semua siswa menoleh kearah pintu masuk termasuk guru biologi pagi ini,


"Beri salam terlebih dahulu" Ucap guru mengingatkan


"Maaf bu, sebenarnya tadi mau ucap salam tapi kebetulan ditanyakan tadi jadi saya jawab dulu" Jawab jujur Kia yang membuat guru menghela napas dan mempersilahkan mereka masuk.


Pelajaran dimulai dan simak dengan dengan baik semua siswa termasuk Kia saat ini, entah kenapa dia tiba-tiba hilang rasa kantuknya setelah guru menjelaskan materi mereka pagi ini.


Kia angkat tangan ingin bertanya, semua siswa/i dalam kelas termasuk teman-temannya heran dengan Kia hari ini.


"Hei sadar Kia" Ucap Cha sambil menarik pelan seragam Kia itu.


"Kamu kira gak sadar angkat tangan?" Tanya Kia kepada Cha dan kemudian lanjut lagi melambaikan tangan kepada gurunya.


"Bu, saya mau bertanya" Ucap Kia.


"He.. mau tanya apa?" tanya Tasya kurang yakin.


"Ssstttt" Kia melarang Tasya bertanya padanya.


"Silahkan" Ucap ibu guru pagi ini.


"terima kasih" Kia mendadak sopan membuat Cha dan Tasya mengira Kia sudah tidak waras.


"Bagiamana cara lihat bakteri bu?" Tanya Kia.


"Itu bisa dilihat menggunakan Mikroskop" Jawab guru. "Apa disini ada yang belum pernah lihat mikroskop?" sambungan.


"Pernah bu" Jawab mereka serentak.

__ADS_1


"Oke, ibu dilanjut ya" Ucapnya lalu menjelaskan materi biologi sampai selesai dan berakhir tugas.


Guru biologi termasuk guru favorit anak IPA, selain baik ia juga tegas tapi bersahabat dengan siswanya. Jam pelajaran biologi telah habis dan sekarang guru duluan keluar diikuti oleh murid.


🌺


Pukul 13.30


Mata pelajaran ketiga yaitu sejarah, dan disini semua siswa disibukkan dengan belajar persiapan kuis. Lima menit kemudian masuklah guru sejarah tanpa basa-basi langsung menyuruh siswa memberi jarak satu sama lain.


"Mejanya diberi jarak satu sama lain, kuis dimulai" Ucapnya sambil menaruh tasnya diatas meja.


"Hening cipta mulai" Ucapnya lagi dan kali ini banyak balik kiri kanan melihat temannya karena tidak mengerti maksud hening cipta itu.


Tasya angkat tangan, "Maaf pak bertanya"


"Iya silahkan, tapi sambil jawab karena waktu terus berputar tidak berhenti hanya menunggumu bertanya, mau tanya apa?" Ucapnya pak guru sejarah mengakhiri dengan pertanyaan.


"Maksud hening cipta itu apa pak?" Tanya Tasya.


"Itu maksudnya jawab soal yang bapak berikan, mengerti?" Tanya guru lagi.


"Apa hubungannya pak jawab soal dengan hening cipta?" tanya Cha yang diangguki yang lain.


"Coba kalian ingat, pada saat upacara apakah saat mengatakan hening cipta kalian mendongak keatas melihat langit?" Tanya guru baru itu.


"Tidak pak, menunduk" jawab dalam kelas serentak.


"Apa kalau menjawab soal yang bapak berikan menulis sambil menunduk atau menulis sambil mendongak?" Tanyanya lagi.


"Menunduk" jawab siswa lagi.


"Terus apa yang tidak dimengerti dari ucapan bapak tadi?" Tanyanya lagi


"Mengerti pak guru" jawab siswa dalam kelas lalu mereka jawab pertanyaan dari guru baru sejarah itu


Kia mendengar itu hanya menghela napas dan heran dengan guru barunya.

__ADS_1


"terlalu banyak iklannya" gumam Tasya.


"Ssttt, kerja tu. Curiga soal langsung jawab" bisik Tasya.


"Iya iya, aku kerja kok" Jawab Kia dengan malas.


"Kalian sudah?" tanya Cha dengan sedikit berbisik.


"Jangan buat forum" tegur guru baru itu yang sudah dibelakang mereka bertiga.


Kia menoleh karena sudah selesai menjawab pertanyaan kuis.


"Formula mungkin pak" Kia menimpali.


"Kamu ya, gimana kalau kita dihukum lagi" tegur Cha.


"Ssttt, guru baik jadi gak mungkin" Ucap Kia


"Nomor 2" ucap guru baru itu lagi yang sudah kembali ke kursinya.


"Ya Allah masih ada lagi nomor dua, sampai berapa nomor sih guru baru kasih kami pertanyaan?" gumam Kia sambil memukul pelan kepalanya pakai pulpen


15 menit kemudian kuis selesai dilanjutkan dengan materi minggu lalu yang belum sempat dibahas. Penjelasan guru baru itu menjelaskan dengan pelan, membuat Kia berkali-kali menepuk pipinya untuk menghilangkan rasa ngantuk.


"Kenapa?" tanya Tasya


"Aku seperti di nina boboin tau kalau itu guru menjelaskan, lembut bangat sih suaranya" Jawab Kia


"Heee, mana ada lembut, besar kayak gitu, kuping mu kali yang salah dengar" ujar Tasya lagi.


"Kenapa diskusi?" tanya Guru itu menyadari muridnya


"Maaf pak" Ucap Kia bersamaan dengan Tasya


Setelah itu tidak ada diskusi dalam ruangan selain guru menyampaikan materi dan murid menyimaknya dengan seksama. Pelajaran hari ini bagi ketiga gadis itu termasuk berjalan dengan lancar meskipun diawal mereka kurang fokus.


...**SEMOGA SUKA❤️...

__ADS_1


...TERIMA KASIH 🙏**...


__ADS_2