3 Serangkai

3 Serangkai
8. Taman


__ADS_3

Sesuai yang diusulkan Cha kali ini untuk kerja tugas di taman. Semua sibuk dengan persiapan masing-masing, ada yang membawa Speaker, Microphone dan papan cok untuk menyambungkan kabel listrik.


"Lho" Ucap Mami Cha sambil menunjuk speaker rumah diangkat oleh cha dan memasukkannya dalam mobil


"Pinjam Mi" jawab Cha


"Untuk apa? mau dibawa dimana?" tanya Maminya lagi


"Taman Mi, Cha belajar disana" jawab Cha yang langsung diacungi jempol oleh Maminya


"Tumben Mami gak protes?" batin Cha sambil melihat Maminya itu yang senyum


"Mau ngajar kan? bawa saja" Ucap Maminya lalu masuk dalam rumah.


Mami Cha mengikuti speakernya itu sampai ditempat parkir mobil putrinya saking sayangnya sama speaker tersebut.


"Bukan Mi, Mami.." panggil Cha, "Bukan kayak gitu Mi, tapi tidak apa-apa yang penting diizinkan" sambung Cha sambil masuk dalam mobil dan tindak lupa menelepon Tasya.


📞 "Ki, bawa papan cok dan Microphone ya" ucap Cha dalam telepon.


📞"Kia yang bawa papan cok aku hanya bawa Microphone aja" jawab Tasya diseberang telepon.


📞 "Oke, aku telepon dulu Kia, by assalamualaikum" Ucap Cha lalu ia matikan dan lanjut menelepon Kia.


📞" Kia, Jangan lupa bawa Microphone yaa" Ucap Cha lagi dalam telepon.


📞"Itu Ki yang bawa aku bawanya papan cok saja" Jawab Kia diseberang telepon.


📞 "Iya hampir lupa, ketemu di taman ya, assalamualaikum" Ucap Cha lalu matikan sambung telepon.


📞"Wa'alaikumussalam" jawab Kia.


Kia dengan tas ranselnya menuju satu ruangan dirumahnya dimana Maminya kadang karaoke.


"Mami, pinjam Mic dan papan cok nya yaa!" izin Kia.


"Iya" Jawab sendiri dengan nada sebisa mungkin mirip dengan Maminya dan memasukkannya dalam tas.


"Tumben rapi, mau kemana?" tanya Maminya penasaran.


"Biasa Mi, kerja tugas" Jawabnya santai sambil menaik turunkan alisnya.


"Oke, ini uang tambahan jajan. Selesai kerja tugas langsung pulang, Mami mau ajak kamu karaoke" Ucap Maminya itu.


"Siap bos" Ucap Kia sambil menaikkan tangannya seperti menghormati ibunya itu.


🌺


Mobil masing-masing sudah parkir di taman tinggal Tasya dan Kia mencari keberadaan Cha yang mereka tidak tau posisinya dimana.


"Apa berpencar aja kali yaa" Ucap Kia


"Alu telepon dulu" Ucap Tasya dan merogoh saku sweater nya untuk mengambil ponselnya itu


📞 "Halo Cha, kamu dimana?" tanya Tasya lewat telepon


📞 "Aku dekat tempat bermain anak-anak" Jawabnya ditelepon


📞 "Kerja tugas tapi carinya disitu, gak konsentrasi nanti Cha" Protes Tasya lagi


📞"Kata siapa, konsentrasi kok. Aku baru saja menyelesaikan soap nomor satu" Jawab Cha lagi


"Aneh, masa kerja tugas dengan tempat bermain anak" gumam Tasya

__ADS_1


Kia mendengar gumaman itu langsung mengarahkan tangannya didepan.


"Kenapa?" tanya Tasya bingung, "seperti tukang minta saja, hehehe" Sambungnya sambil geleng kepala.


"Hhuuff" Ucap Kia sambil menghentakkan kakinya lalu ia jalan meninggalkan Tasya.


"Heeyy, bukan disitu" teriak Tasya jalan yang berlawanan arah dengan tempat Cha saat ini, "Kia, Cha dekat bermain anak-anak" Sambungnya.


Kia yang sudah jalan lalu menoleh dan memastikan apa yang ia dengar tadi,


"Bermain anak-anak, ngapain?" tanya Kia.


Tasya berlari sedikit menghampiri Kia dengan napas yang sedikit cepat menjawab, "Disana bagus"


"Gak ke ganggu?" tanya Kia lagi


"Gak. Aduh jantung ku seakan mau copot" Ucap Tasya sambil menaruh tangannya diatas dada.


"Olahraga nak, By" Ucap Kia lagi lalu ia putar badan dan pergi menuju tempat Cha menunggu.


Tidak membutuhkan waktu lama, Kia menemukan Cha lagi fokus dibuku tulisnya. Muka serius Cha tidak menyadari keberadaan sahabatnya itu yang sudah duduk disampingnya.


Kia dan Tasya tidak ingin menganggu Cha itu, maka dibiarkan saja. Kia dan Tasya sibuk dengan ponselnya sesekali melirik buku Cha yang penuh dengan tugas mereka.


Kia dan Tasya langsung saling melirik dan senyum,"Tos dulu" Ucap Kia tanpa suara sambil mengangkat tangannya.


"Oke" Jawab Tasya tanpa suara juga.


"Hihihi" Suara ketawa mereka berdua dalam hati sambil menutup mulut.


10 Menit kemudian Cha baru menyadari keberadaan teman-temannya itu, dan spontan Cha memukul keduanya dengan gulungan buku tugas.


"Aku udah tungguin dari tadi, kalian dari mana?" tanya Cha


"Kami duduk berlumut sekalipun disamping mu pasti tidak akan sadar kalau ada disitu" jelas Kia disambung oleh Tasya, "Untung tugas sudah selesai dan akhirnya kedatangan kami ada yang peka juga"


"Alasan, aku tau malas kerja tugas, nih" Ucapnya lagi sambil melempar tugas itu kepada kedua temannya.


"Sudah selesai?" Tanya Kia senang walau pun sudah tau saat mengintip Cha tadi.


"Sahabat yang bisa diandalkan" timpal Tasya sambil memainkan matanya.


"Tulis, habis itu kita menyanyi" Ucap Cha lagi.


"Mana mana saja, ngikut" Ucap Tasya lalu dengan cepat mengeluarkan buku, pulpen dan mic dalam tasnya.


"Benar" Timpal Kia sambil mengeluarkan semua isi dalam tasnya itu.


"Oke" Ucap Cha lalu berdiri dari tempat duduknya itu menuju ke ayunan anak-anak.


Kia dan Tasya mengerjakan tugas, tepatnya menyalin apa yang sudah tertulis dalam buku tugas Cha itu. Sedangkan Cha masih mengayun-ayunkan badannya sambil menikmati semilir angin sore.


"Alhamdulillah selesai" Ucap Kia dan Tasya bersamaan lalu menghampiri Cha.


Kia dan Tasya ikut berayun, posisi mereka berhadapan. Berayun membuat salah satu cara mereka untuk menikmati sore ini sebelum kegilaan yang merasuki otak mereka.


"Nyanyi yuk" Ajak Kia yang sudah bosan berayun


"Oke" Jawab Cha


Mereka bertiga menyediakan semuanya sampai speaker yang dibawa oleh Cha sudah siap ditengah taman.


"Microphone mana?" tanya Kia sambil menggoyangkan kakinya

__ADS_1


"Ini" Jawab Tasya sembari memberikannya untuk Kia


"Kakimu kondisikan Kia" teriak Cha


"Musik" Ucap Kia sambil memainkan jari telunjuknya kepada Tasya.


"Apa?" tanya Tasya tidak mengerti, "Sudah gila, kewarasan mu sudah hilang?" sambung Tasya lagi kepada Kia


"Aku mau menyanyi Ki" jawabnya kepada Tasya, "Cha lagu Melly Goeslow judulnya Denting" sambungnya kepada Cha dan Cha mengangguk paham langsung putar musik karaoke


Kia mulai menyanyi dengan :


* Kamu mau sembunyi dimana, Aku bisa mengendus bau mu


Jangan pernah lari dariku, Karena kita telah berjanji


* Biar matahari bohong pada siang, Pura-pura tak mau panas


Tak perlu menyiksa diri sendiri, Sembunyikan cinta yang ada


Kia melambaikan tangannya memanggil Tasya untuk menyanyi "Cepat Microphone dalam tas aku satu" Ucap Kia sedikit teriak agar Tasya lagi dengar.


Tasya yang duduk langsung bangkit dan lari mengambil Microphone dalam tas Kia lalu kembali menghampiri Kia untuk menyanyi bersama


* Aku tak perlu bahasa apapun, Untuk mengungkap aku cinta kamu


Aku tak pernah beristirahat, Untuk mencintai kamu sesuai janjiku, promise


* Seribu wajah goda aku, Yang ku ingat hanya wajah kamu


Janjiku tak pernah main-main, Sekali kamu tetap kamu


* Aku tak perlu bahasa apapun, Untuk mengungkap aku cinta kamu


Aku tak pernah beristirahat, Untuk mencintai kamu sesuai janjiku


* Aku tak perlu bahasa apapun, Untuk mengungkap aku cinta kamu


Aku tak pernah beristirahat, Untuk mencintai kamu sesuai janjiku, promise


Setelah mereka menyanyi Tasya kembali ketempat duduknya semula, "Malu banyak yang nonton" gumamnya dan didengar oleh Cha.


"Bagus, aku terkesan dengan lagu pilihan Kia" jawab Cha


"Bagus atau tidak?" tanya Tasya


Cha memberikan jempol kepada Rasya "Mantap. Ehh Kia mana?" tanya Cha setelah menyadari kalau mereka hanya berdua


"Tuu" tunjuk Tasya, "Kia ada-ada saja tingkahnya" Sambungnya. Namun iya merasa lucu melihat tingkah Kia yang sedang menyanyi sambil mengajak anak-anak di taman itu untuk ikut joget.


Kia pun yang berada disana tidak sanggup menahan tawa melihat tingkah anak-anak yang lucu nan gemesin itu. Ia tidak mampu untuk lanjut menyanyi selain ketawa dan duduk melipat lutut dengan pantat tidak menyentuh tanah


*Kira-kira seperti ini guys model Kia saking merasa lucu



Sedangkan ditempat yang tidak jauh dari taman itu, tanpa mereka sadari ada orang senyam-senyum dengan tingkah Kia itu. Dan orang itu berkata dalam hatinya


"Mungkin seperti lagu yang kamu nyanyikan tadi. Seribu wajah goda aku, yang ku ingat hanya wajah kamu" Batinnya lalu pergi.


...SEMOGA SUKA ❤️...


...TERIMA KASIH🙏...

__ADS_1


__ADS_2