
Di sebuah sma di bandung, seorang gadis keluar dari ruang BK. gadis cantik balsteran sunda belanda, berambut panjang , hidung mancung, serta bibir tipis berwarna pink cerah, dan gadis itu juga punya bulu mata yang sangat lentik. Kalau bukan karna kenakalannya, putri termasuk dalam daftar gadis yang paling dinginkan oleh pria-pria di sekolah itu.
Setelah ayahnya meninggal ibu putri menikah lagi dengan seorang pengusaha kaya dari amerika. tahun ini gadis itu berumur 17 tahun, ia tidak tinggal bersama ibunya, ia lebih suka tinggal bersama neneknya di bandung, meski nenek putri begitu galak seperti macam betina, tapi ia lebih nyaman tinggal bersama neneknya dari pada bersama ibu kandungnya sendiri.
Dengan kesal gadis itu keluar dari ruangan BK, begitu ia sampai di luar, putri langsung disambut dengan ocehan silvia, temannya yang sedari tadi menunggu gadis itu keluar.
"Sudah ku bilang kan jangan membolos lagi, sudah berapa kali kamu bolak balik ruangan BK karna kebiasaan buruk mu itu?, kapan kapoknya kamu?"
"Aku sudah berusaha keluar diam-diam dengan melompati pagar yang ada di belakang sekolah kita, tapi kok masih juga ketahuan ya?, padahal tempat itu bahkan tak pernah di pantau oleh pak sarip (satpam di sekolah mereka), menyebalkan sekali. Apa disini ada mata-mata, bagaimana aku bisa ketahuan berkali-kali?"
"Dasar anak ini, di sekolah sekecil ini kalau tidak ketahuan malah lebih aneh tau" ucap silvia kesal, sambil melempar tas ke arah putri.
Silvia mengajak putri untuk pergi bersama ke sebuah restoran cepat saji, karna bagas dan noel sudah menunggu mereka sedari tadi.
Begitu mereka masuk ke dalam restoran bagas melambaikan tangan penuh semangat ke arah dua wanita itu.
"Hei sini cepat!!" Ucapnya sambil sedikit berteriak
Dua wanita itu bergerak cepat ke arah tempat duduk bagas dan noel, silvia sangat malu setengah mati melihat tingkah bagas yang berlebihan.
"Hei, kalau memanggil kami jangan berlebihan seperti itu, semua orang melihat ke arah kami tau, memalukan sekali" ucap silvia sambil memukul bagas
"Sudahlah jangan ribut, yang paling penting sekarang adalah masalah putri. bagaimana caranya dia bisa pulang ke rumah dan kembali ke sekolah dengan selamat besok?" Ucap noel khawatir
"Benar, pihak sekolah pasti sudah menelepon ke rumah mu putri, dan nenek mu sekarang pasti telah berubah menjadi power rangers. bersiaplah, kamu pasti akan di hajar pakai sapu lidi itu lagi, senjata pamungkas nenek mu." ucap bagas menyambung kehawatiran noel
"Benar, kalau di bandung ada kontes nenek luar biasa, pasti nenek putri akan menjadi pemenangnya, bahkan bagas pun pernah di pukuli oleh nenek putri kan?" Ucap silvia
__ADS_1
"Kejadian itu sudah susah-susah ku lupakan, kenapa kau ungkit lagi?" Ucap bagas kesal.
"Karna waktu itu kamu sangat lucu, kau lari seperti ayam yang sedang dikejar. bahkan kamu sampai jatuh ke dalam selokan rumah putri karna lari dari pukulan neneknya" ucap silvia sambil tertawa mengingat kejadian itu.
Tiga orang itu sedang asik menceritakan soal betapa mengerikan neneknya putri, sedangkan putri sendiri hanya bisa membuang napas berat, membayangkan bagaimana nasipnya setelah pulang nanti, neneknya pasti telah menanti kedatangnya dengan sapu pamungkas miliknya.
Noel yang melihat hal itu akhirnya berusaha menghibur putri.
"Put, kamu mau makan apa?, biar aku yang traktir kamu"
"Tak usah, aku tak berselera buat makan saat ini" ucap putri sedih.
"Woah, ternyata kamu masih punya rasa bersalah ya?, ku pikir rasa bersalah mu sudah lenyap karna terlalu sering membuat onar dimana-mana."
Ucap silvia menyindir.
Mereka bertiga pun bersorak gembira mendengar noel akan mentraktir mereka semua.
setelah masing-masing dari mereka menyebutkan pesanannya, noel pun pergi ke kasir untuk memesan makanan bagi ketiga temannya itu. sambil menunggu antrian makanan pesanannya, ia mengingat percakapannya dengan nenek putri sebelumnya. saat itu ia meminta nenek untuk memaafkan kelakuan putri yang selalu membuat onar di sekolah.
Flashback
Noel duduk di sofa sambil berbicara pada nenek putri.
"Aku jamin nek, aku pasti bisa merubah putri menjadi gadis yang lebih baik, dan membuatnya tidak suka membolos dan membuat onar lagi"
"Anak itu setiap kali membuat masalah dia tak pernah menyesali perbuatannya, dia juga selalu meminta perlindungan dari mu, karna tau aku pasti akan mendengarkan omongan mu. tapi kali ini nenek tak akan lagi termakan tipuan kalian. nenek akan kirimkan dia kembali pada ibunya, nenek sudah lelah menghadapi gadis itu" ucap nenek tegas pada noel.
Flashback end
__ADS_1
Noel tertunduk sedih mengingat ucapan nenek, ia membatin. "putri, apa kau akan meninggalkan ku disini?, aku sangat membutuhkan mu, apa yang harus ku lakukan lagi agar kau bisa tetap ada disisi ku?"
Sepulangnya putri ke rumah, ia sudah mempersiapkan diri untuk mendapatkan hadiah pukulan dari neneknya. tapi setelah ia membuka pintu, rumah terasa begitu sepi. tiba-tiba terdengar panggilan dari ruang tamu, nenek meminta putri duduk di sofa ruangan itu, putri duduk dengan ragu-ragu, dia takut kalau tiba-tiba neneknya bisa saja menghajaranya tanpa aba-aba terlebih dahulu.
"Duduklah" perintah nenek
Putri langsung duduk tegap di tempatnya, dengan ragu-ragu gadis itu berucap pada neneknya.
"Nek, apa tadi sekolah ku menelpon nenek?"
"Hari ini nenek menerima dua telepon yang berbicara tentang mu, yang pertama dari sekolah mu yang memberi tahu soal kamu membolos lagi hari ini, dan yang kedua dari fans berat mu yang sudah dua hari ini masuk rumah sakit karna ulah mu"
Stela tak bisa membela diri karna memang selain membolos, beberapa hari lalu dia sempat memukul tiga orang pria yang berusaha merampas uang teman sekelasnya dengan paksa serta memukuli temannya itu, untuk menolong temannya ia menghajar pria-pria tersebut sampai babak belur.
"Nenek sudah tau, tapi nenek tak melempar sapu pada ku?, apa nenek sudah sadar usia?, nenek memang harus menjaga kesehatan jantung dan juga darah nenek, jangan sampai sakit karna hal kecil seperti itu" ucap putri antusias.
"Iya betul apa kata mu, makanya untuk menjaga kesehatan, tadi nenek sudah menelpon ibu mu, besok ibu mu akan kesini untuk menjemput mu, semua barang mu sudah nenek masukan ke dalam koper jadi kamu tak perlu susah-susah berkemas, besok tinggal jalan saja. surat pindah mu juga sudah nenek urus"
Putri melotot melihat semua bajunya sudah ada di dalam koper yang telah di susun rapih oleh neneknya di sudut ruangan itu.
"Nenek tega mengusir ku?, aku tak mau pergi, kenapa nenek memutuskan masalah ini seenaknya tanpa bertanya dulu pada ku?, aku tak mau pergi ke rumah mama, aku mau sama nenek saja." Ucap putri sedih
Nenek yang biasanya tegas, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi sedih melihat tangis cucu satu-satunya itu, tapi keputusan nenek sudah bulat dan tak ada pilihan lain lagi bagi cucunya karna nenek sudah tak sanggup lagi menghadapi semua kenakalan cucu semata wayangnya itu.
Bersambung.....
Note:
Bagi pembaca yang suka novel ini, jangan lupa klik like dan juga kalau bisa komen ya...😊*....*untuk menambah semangat buat author. trimakasih..😘😘😘
__ADS_1