A Bad Cinderella And Four Knights

A Bad Cinderella And Four Knights
part 4


__ADS_3


Tom pun memperkenalkan putri pada dua temannya, steve yang sedari tadi mengamati wajah putri pun akhirnya berkata sambil menujuk wajah gadis itu


"Kamu gadis genit tadi kan?, yang ada di uks."


Tom bingung dengan apa yang di katakan steve pun akhirnya menanyakan hal itu pada putri.


"Gadis genit?. Kk, apa maksudnya?"


Putri memilih mengabaikan pertanyaan tom, karna malas menanggapi tuduhan steve dan ocehan adiknya. gadis itu memilih duduk diam dan menikmati makan siangnya.


Nick yang sedari tadi menatap kagum ke arah putri pun berkomentar


"Benar kata tom, kknya sangat cantik" ucap pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya pada putri.


Putri menatap jengah ke arah nick " aku tak mendengar apa-apa tentang mu dari tom, jadi aku tak bisa membalas pujian mu tadi" ucap gadis itu sambil melanjutkan makannya.


"Kau gadis yang sangat menyenangkan" puji nick lagi kali ini sambil tertawa


Putri sekilas memandang wajah nick sambil bergumam "apa yang orang bodoh ini tertawakan?, bahkan tak ada yang lucu disini" ia kemudian melajutkan makannya tanpa memperdulikan kehadiran tiga sekawan itu.


Steve kemudian bertanya pada tom "yang ku tau dari mu, panggilan kk itu berati seseorang yang lebih tua dari mu bukan?, kalau dia kk mu, kenapa dia masih di kelas dua bersama kita?, apa dia bodoh makanya dia tak naik kelas?"


"Memang aku belum bilang ya?, dia itu seumuran dengan kita, dia satu angkatan juga dengan kita" ucap tom dengan polosnya.


"Hei kalau kita seumuran dan satu angkatan juga, kenapa kau memanggilnya kk?, bikin bingung saja" ucap steve dengan kesal.


"Itu karna dia lahirnya lebih cepat dari ku" jawab tom masih dengan tampang polosnya.


"Hei kalau begitu kau juga harus memanggil ku kk" ucap steve menggebu-gebu.


Nick yang sedari tadi mendengar percakapan mereka pun memukul kepala steve sambil berkata " kenapa kau menyuruhnya memanggil mu kk?, dari kita bertiga kamu yang paling muda, dan apa kau itu saudaranya?, makanya dia harus memanggil mu kk?"


Mendengar penjelasan nick membuat steve diam seribu bahasa dan tidak mempersoalkan hal itu lagi pada tom.


Sementara mereka asik berbicara, mereka mendengar bisik-bisik orang di sekitar mereka yang memuji kecantikan putri, mendengar hal itu steve berkomentar


"Menurut ku kk mu biasa saja, dia tak cantik sama sekali" ucap steve pada tom.


Putri cuma bisa membatin sambil melajutkan makannya "pria brengsek itu mengatakan aku tak cantik?, menurut ku dia juga biasa saja"


"Hei apa salah kk ku pada mu?, mata mu sepertinya perlu di periksa, menurut ku kk ku sangat cantik" bela tom.


Karna melihat putri diam tak bereaksi bahkan ketika di ejek, steve jadi makin penasaran, ia pun melanjutkan ejekannya.

__ADS_1


"Tadi sewaktu kami bertemu di ruang kesehatan, tau kah kamu apa yang di lakukan oleh kk tersayang mu ini?" Ucap steve sambil menujuk ke arah putri "dia menatap ku sampai air liurnya keluar, menjijikan sekali"


Kali ini putri mulai kesal, ia pun meletakan sendok makannya, dan menatap ke arah steve "kau memang pandai mengarang cerita, aku menatap mu tadi karna aku merasa wajah mu tak asing bagi ku". putri akhirnya mengarahkan pandangannya pada tom sambil menujukan jarinya pada steve "tom apa seperti ini teman yang kamu bilang baik?, dia orang yang sangat narsis, jadi jangan lagi bergaul bersama orang seperti dia, aku tak suka kamu berteman dengannya, dasar sampah" ucap putri sambil menatap kesal ke arah steve


Mendengar hal itu membuat steve kesal, ia pun bangkit dari duduknya dan berkata "hei kamu brani mengatai ku sampah?. tom, jika dia bukan kk mu, pasti sekarang aku sudah menghajar mulut wanita ini, lagi pula bagaimana mungkin wajah ku tak asing bagi mu?, kita bahkan baru bertemu hari ini, kau sengaja berbohong untuk dekat dengan ku bukan? Tuduh steve pada putri.


Mendengar tuduhan steve, membuat putri tersenyum jengah, ia kemudian menatap wajah steve dengan serius. Melihat putri menatap steve seperti itu membuat tiga orang itu percaya kalau putri benar-benar menyukai steve.


Setelah diam cukup lama akhirnya putri bersuara "steve, setelah kau di hajar habis-habisan kemarin, apa sekarang kamu sudah baikan?, setelah mengatakan hal itu putri pun pergi meninggalkan tiga pria itu, tapi steve kemudian mengejarnya.


"Jadi kau rupanya wanita yang kemarin menghajar dan menginjak perut ku, bukan?" tanya steve


Putri hanya diam mendengar ocehan steve, karna ia hanya mengingat tentang bagaimana dia menyelamatkan pria itu kemarin, dia lupa kalau setelah ia menyelamatkan steve dia sempat memukul pria itu sekali.


Melihat putri hanya diam saja akhirnya steve menarik paksa tangan gadis itu agar mendapat jawaban darinya.


"Kenapa kau tak menjawab ku?, benarkan kau gadis yang kemarin memukul ku?, katakan sejujurnya."


"Aku tak ingat aku telah memukul mu, yang ku ingat hanya aku telah menyelamatkan mu dari pria-pria yang mengeroyok mu malam itu"


"Jangan bohong, mana mungkin seorang gadis seperti mu bisa melawan lima pria bahkan membuat mereka sampai babak belur, aku tak percaya, lagi pula karna diri mu aku jadi terluka parah, cepat minta maaf sekarang"


"Aku tak perduli kau mau percaya atau tidak, lagi pula kau tak mati kan?, kalau begitu aku tak perlu minta maaf"


Setelah mengatakan hal itu putri langsung masuk ke dalam kelas tanpa memperdulikan steve, ia kemudian duduk di bangku milik steve, melihat putri duduk di bangkunya steve kembali marah-marah.


Putri menatap dingin ke arah steve "aku tidak tuli, jadi berhentilah berteriak, dasar bodoh!"


Mendengar putri mengatakan steve bodoh semua anak di kelas itu menatap angker ke arah putri, karna baru kali ini mereka melihat ada orang yang berani melawan steve bahkan gadis itu tak segan-segan mengatai steve "bodoh".


Steve sangat kesal mendengar kata-kata putri ia pun dengan wajah dingin menatap gadis itu "oh, rupanya kamu benar-benar tak punya rasa takut ya?"


Gadis itu setengah tertawa menatap ke arah steve "rasa takut ya? Dari dulu aku tak punya rasa itu"


Mendengar putri seolah menganggap remeh dirinya membuat steve kesal, pria itu kemudian mencoba memberikan pelajaran pada putri dengan menyerang gadis itu tapi tanpa di sangkanya gadis itu bisa dengan tangkas menangkis serangannya, gadis itu bahkan mecengkram kuat pergelangan tangan steve untuk menghentikan serangan pria itu. Steve sangat terkejut melihat reaksi putri yang begitu lincah.


"Kau siapa sebenarnya?" Tanya pria itu pada putri


"Aku?, putri van den bosch" jawab gadis itu polos


"Aku bertanya serius" ucap steve kesal


"Kalau kau bertanya aku siapa, memangnya aku harus jawab apa lagi?" Ucap gadis itu dan ia pun kembali duduk di bangku milik steve, ia kemudian berkata pada pria itu "kata mu tadi, aku menjijikan bukan?, bangku ini tadi sudah di duduki oleh ku, pasti kau jijik dengan bangku ini, jadi kau pilihlah bangku yang lain, aku akan tetap duduk di bangku ini saja".


Steve masih bengong melihat ke arah putri, karna baru kali ini ada orang yang berani meremehkannya bahkan berani memerintahnya.

__ADS_1


Sedangkan di kelas yang berbeda, tom sedang mengkhawatirkan nasib kknya, ia takut kalau steve bisa saja berbuat jahat pada kknya karna kasus pemukulan yang terjadi pada steve.


Berbeda halnya dengan tom, nick sama sekali tidak khawatir pada putri, kalau putri bisa mengirim steve ke rumah sakit, pasti gadis itu tak mungkin gampang di tindas oleh steve. awalnya ia berpikir akan kesulitan mencari gadis yang telah membuat temannya babak belur, rupanya gadis itu datang sendiri ke hadapan mereka, dia tersenyum senang karna telah menemukan seorang gadis yang menarik dan mungkin kedepanya akan terjadi hal menarik lainnya lagi.


Kembali ke kelas putri dan steve, setelah kejadian itu, steve duduk di sebelah bangku putri, dan pria terus saja menggangu putri, dia terus bertanya pada gadis itu.


"Hei, bagaimana kau bisa mengalahkan ke lima pria itu?, apa kau belajar bela diri sebelumnya?, kau belajar karate, taekwondo, muay thai, atau kung fu?, siapa yang mengajari mu?"


Steve terus saja bertanya walaupun tak satu pertanyaan pun yang di jawab oleh gadis itu, tapi tak lama kemudian putri akhirnya kesal mendengar semua pertanyaan steve, akhirnya gadis itu pun bersuara


"Hei, bisakah kamu diam?, apa ini cara baru mu untuk menganggu ku?, apa sebenarnya masalah mu? Apa kau ingin balas dendam pada ku, dengan membuat ku kesal?"


"Aku cuma ingin kau memperhatikan ku, lagi pula soal masalah perkelahian kemarin, awalnya aku seri dengan anak-anak itu" belum sempat steve melanjutkan ceritanya putri terlebih dahulu memotong kata-katanya.


"Begitukah?, woah aku kagum pada mu" meski mengatakan hal itu, tapi dari wajah putri terlihat jelas kalau ia tak perduli sama sekali dengan cerita steve.


Melihat ketidak perdulian putri pada dirinya membuat steve menarik tangan gadis itu, dan putri spontan menarik paksa tangannya kembali dari steve.


"Jangan menyentuh ku, aku tak suka orang menyentuh ku tanpa ijin" omel putri


"Aku melakukannya karna kau tak perduli pada ku" jawab steve membela diri


"Ok, aku akan mendengarkan mu, tapi jangan menyentuh ku lagi. Kemarin kenapa sampai kau di pukuli?, dari yang ku amati kau sepertinya bukan orang yang mudah di pukuli walau dalam keadaan mabuk sekalipun"


Mendengar pertanyaan putri steve hanya bisa terdiam, melihat reaksi steve membuat putri kesal.


"Kau mengajak ku berbicara, tapi saat ku bertanya kau malah diam, dasar menyebalkan. Lagi pula aku sebenarnya tidak terlalu penasaran, jadi kalau kau tak mau jawab, ya sudah" ucap putri kesal lalu ia mengabaikan steve.


Pria itu kembali menarik tangan putri, membuat gadis itu begitu kesal.


"Apa lagi sekarang?, sudah ku bilang aku tak suka kau menyentuh ku?, kau sengaja membuat ku kesal ya?"


"Bukan, aku cuma ingin menjawab pertanyaan mu. Sebenarnya waktu di pukul aku tak membalas karna saat merasakan sakitnya di pukuli, itu membuat ku melupakan hal lain yang lebih menyakitakan" ucap pria itu dengan wajah sedih


"Ah, jadi itu semacam terapi untuk mu?"


"Bukan seperti itu maksud ku"


"Yasudah kalau bukan" ucap gadis itu singkat sambil kembali mengabaikan steve


Pria itu pun kembali menarik tangan putri, gadis itu menjadi begitu kesal, ia menatap sebal ke arah steve.


"Aku sudah bilang aku tak suka di sentuh, kau sengaja mengabaikan peringatan ku bukan?, sebenarnya apa alasan mu melakukan hal ini pada ku?"


"Karna aku tertarik pada mu" ucap steve sambil tersenyum manis pada gadis itu

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2