A Bad Cinderella And Four Knights

A Bad Cinderella And Four Knights
part 3


__ADS_3


Di sebuah kamar vip rumah sakit, dua orang pria tengah mengobrol.


"Sudahlah, menyerah saja steve, bagaimana kamu bisa mencari gadis itu?, nama dan umurnya bahkan kau tak tau, lagi pula aku juga bukan peramal, bagaimana bisa kau menyuruh ku menemukannya?" Ucap nick kesal.


"Aku kan sudah memberitahukan pada mu ciri-cirinya, wanita cantik berambut hitam dan panjang, dia terlihat seperti keturunan campuran" omel steve karna merasa nick tak juga paham.


"Kamu pikir gadis seperti itu hanya ada satu di new york ini?, model victoria secret juga banyak yang seperti itu"


"Menurut ku gadis seperti itu hanya ada satu-satunya di new york, bahkan tak ada duanya di dunia ini"


"Benar, gadis yang bisa memukuli mu sampai seperti ini pasti tak ada duanya di dunia ini" ucap nick sambil menahan senyumnya.


Steve kemudian menanyakan tentang gerombolan pria yang memukulnya waktu itu, dan hal yang cukup mengherankan baginya, karna nick mengatak kalau pria-pria itu juga terluka parah, padahal hari itu dia sama sekali tidak membalas sewaktu di pukul oleh mereka. saat nick dan steve sedang sibuk membicarakan tentang gerombolan pria itu, tom datang dengan terburu-buru ke kamar steve.


"Bagaimana kamu bisa babak belur di pukul oleh seorang wanita?, kamu benar-benar tak apa-apa kan?" Tom khawatir dengan keadaan temannya itu.


Sedangkan yang sedang di khawatirkan malah sibuk menahan emosinya, karna seingatnya dia hanya memberitahukan masalah ia di pukul oleh wanita pada nick, ia tak ingin tom juga tau hal itu, dia sangat malu, tapi nick dengan polosnya memberitahu hal itu juga pada tom.


"Awalnya aku dengar kamu di pukul oleh seorang wanita aku tak percaya, tapi rupannya benar ya?" Tanya tom lagi.


"Teserah kalianlah mau mengoceh apa pun, aku capek" ucap steve malu.


Tom pun menanyakan ciri-ciri wanita yang berani memukuli steve pada nick, saat nick memberitahu perinciannya, yang terbayang di kepala tom adalah wajah kknya yang cantik.


"Hei, kudengar kk mu datang hari ini ya. Apa dia benar-benar cantik?, kenalkan pada ku dong" pinta nick


"Tentu saja kk ku cantik, dia bahkan jadi lebih cantik ketika makin dewasa" puji tom menyombongkan kknya.


"Kalian bahkan buka saudara kandung, tapi bagaimana mungkin kamu bisa mengidap sister complex?" Ejek steve.


"Aku tidak mengidap sister complex, kk ku benar-benar cantik tau. kamu bilang begitu karna kesal pada wanita bukan?. Gara-gara wanita kamu kesal dan mabuk, sekarang juga gara-gara wanita juga kamu masuk rumah sakit.." ucap tom membela diri.


Setelah mengatakan hal itu, tom baru sadar kalau ia mengingatkan steve soal taylor lagi, wanita yang saat ini paling tabu di sebut namanya di depan steve, tom kemudian hanya bisa menutup mulutnya karna melihat wajah steve yang telah kaku.


"Karna begitu kesal pada wanita itu aku sampai melupakan taylor, mungkin agar aku tak mengingat taylor lagi aku harus menemukan wanita itu" ucap steve dalam hatinya.


Pagi pun menjelang, purti telah mengenakan seragam yang di siapkan oleh tom untuknya, baju itu terlihat pas di badannya, gadis itu terlihat sangat cantik, dengan rambut panjangnya yang di gerai, dan sedikit polesan bedak dan liptin berwarna pink pastel, gadis itu sebenarnya tak suka berdandan, tapi setelah di paksa oleh ibunya ia pun akhirnya mencoba untuk mendandani dirinya.


Ia turun dari kamarnya dan sarapan bersama keluarga tirinya. ayah menyapa purti dengan lembut, ia meminta maaf karna kemarin tak sempat menyambut kedatangan anak gadisnya itu karna ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, keluarga itu sangat senang karna putri mau kembali tinggal bersama mereka lagi.


Tapi kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama, begitu oma datang ia mengacaukan semua senyuman keluarga kecil itu.


"Putri, oma harap selama kamu tinggal di rumah ini, kamu bisa menjaga kelakuan mu, jangan serampangan seperti dulu lagi, keluarga ini keluarga terhormat jadi kamu harus menjaga sopan santun mu saat kamu ada di luar nanti." Oma terus mengoceh pada putri selama mereka sarapan.


Gadis itu yang awalnya berusaha untuk sabar, akhirnya lelah juga. ia meletakan sendoknya, kemudian langsung pamit pada keluarga itu tanpa menghabiskan sarpannya. Sebelum ia jalan ia berbalik ke arah oma.


"Oma nama ku putri van den Bosch, aku bukan berasal dari keluarga Baker jadi maaf kalau aku tak bisa bertingkah laku sesopan keluarga ini, dan ku pikir, apa pun yang akan aku lakukan nanti tak mungkin akan mencemarkan nama keluarga baker, karna nama belakang ku berbeda dari kalian jadi oma tak perlu sekhawatir itu. Aku permisi pamit ke sekolah sekarang."


Melihat kepergian putri, tom pun ikut pamit.

__ADS_1


"Kk, aku juga mau ke sekolah, kita jalan bersama jadi tunggu aku".


"Tom, kenapa kamu panggil dia kk?" Omel oma.


"Oma, jangan pedulikan aku. Aku hanya ingin memanggilnya seperti itu". Ucap tom buru-buru sambil menyusul putri


"Gadis itu semakin dingin dan keras kepala" ucap oma sambil melanjutkan makannya


Mendengar itu, ibu putri hanya bisa menunduk tak berani membalas ucapan oma.


Di bandung, silvia sedang heboh karna baru mendengar kabar kepindahan putri dari wali kelasnya, dia mencoba beberapa kali menelpon gadis itu tapi tak bisa juga di hubungi, nomornya selalu tak aktif, ia itu begitu kesal.


Ia menatap ke arah noel, ia bingung pada pria itu karna noel terlihat biasa saja padahal sudah beberapa hari ini putri sulit di hubungi biasanya noel selalu begitu ribut ketika tidak melihat keberadaan putri, tapi kali ini pria itu begitu tenang.


"Apa sebenarnya yang terjadi pada putri, gadis itu sudah ku hubungi beberapa kali tapi tak juga di jawabnya" ucap silvia sedih


"Mungkin untuk sementara ini putri memang tak bisa di hubungi, dia dari dulu akan sulit di hubungi kalau sedang ada masalah, dia baru muncul saat semuanya sudah dia selesaikan, berikan saja dia waktu dulu" ucap noel menenangkan silvia.


"Gadis bodoh itu, masalah apa lagi yang sedang di buatnya, aku begitu khawatir padanya" ucap silvia sambil memandang phonselnya.


Sedangkan noel duduk di bangkunya sambil sibuk dengan pikirannya sendiri


"Akhirnya jadi seperti ini, tunggulah putri, aku tak akan membiarkan mu membuang ku begitu saja..." ucapnya dalam hati.


Sebuah mobil melaju memasuki area sekolah megah itu, tom yang pertama kali keluar dari dalam mobil, kemudian di susul oleh putri.


Melihat hal itu, semua anak yang ada di situ mulai berbisik-bisik heboh dengan apa yang baru saja mereka lihat.


"Hei, siapa gadis itu?, kenapa ia datang bersama tom?, apa dia pacarnya?, gadis itu sangat cantik". Bisik anak-anak yang melihat kedatangan mereka, dan berita itu pun mulai menyebar ke seluruh penjuru sekolah.


"Iya dong, aku kan ganteng, aku termasuk dalam 4 pangeran sekolah, kumpulan 4 pria keren, banyak wanita yang menyukai ku. Makanya kk harusnya bangga bisa pergi bersama ku"


"Jangan sering-sering membanggakan diri, tapi aku tak perduli dengan 4 pangeran atau apa pun itu, sekarang cepatlah kau pergi. Kita sudah sampai di ruang guru jadi aku sudah tidak membutuhkan mu lagi"


"Baiklah, kalau begitu jam istrahat nanti aku akan menemui kk ya"


"Ku mohon jangan datang" kata putri pada adiknya, tapi pria itu pergi sambil berlalu dan tak memperdulikan omongan kknya.


Wali kelasnya membawa putri untuk memperkenalkan dia pada teman-teman sekelasnya.


Kelas itu begitu heboh melihat kedatangan putri, mereka mengenalinya sebagi gadis yang datang bersama tom pagi tadi.


Setelah memperkenalkan diri, putri kemudian meminta ijin pada wali kelasnya agar bisa duduk.


Tanpa sengaja wali kelasnya itu menyuruh putri untuk duduk pada kursi paling akhir yang ada di ruangan itu, semua siswa hanya bisa menatap kawatir, karna kursi yang di diduduki putri adalah kursi keramat milik steve, pria yang tak boleh di ganggu di sekolah itu.


Seorang gadis dengan ragu-ragu meminta putri untuk pindah ke bangku kosong di sebelah bangku itu, karna meja yang di tempati putri sekarang sudah ada pemiliknya


"Nanti kalau pemiliknya datang aku pindah" jawab gadis itu singkat.


Semua anak-anak di kelas kembali berbisik-bisik karna kawatir steve datang ia pasti akan marah besar karna bangkunya di pakai oleh orang lain.

__ADS_1


Ketika jam makan siang di mulai putri memilih pergi untuk tidur di uks, sedangkan sebelum ia datang steve sedari tadi telah tidur di salah satu tempat tidur di ruangan itu.


Sesampainya ia di uks, tempat itu terlihat sepi. Sebelum ia tidur ia mencoba menelpon silvia, begitu tlpnnya di angkat dia langsung si sambut dengan pertanyaan dan omelan temannya itu.


Suara omelan silvia sangat nyaring memekikkan telinga putri bahkan steve yang sedang tertidur pun ikut terganggu, belum sempat putri menjawab omelan temannya, steve terlebih dahulu membuka kain tirai penurup tempat tidurnya sambil mengomel ke arah putri.


"Hei, apa kamu pemilik tempat ini?, matikan ponsel mu, berisik sekali aku tak bisa tidur, apa teman mu itu makannya trompet?, suranya keras sekali, menyebalkan." Omel steve panjang lebar.


Putri yang sedari tadi memandang wajah steve merasa familiar dengan wajah pria itu, setelah melihat dengan saksama ia pun akhirnya mengingat siapa pria itu.


"Kamu, apa kamu tak ingat siapa aku?" Tanya putri


Steve, memandangi wajah putri kemudian ia tertawa sebentar.


"Wanita ini, kau sedang mencoba mendekati ku ya?"


"Mendekati mu?"


"Maaf, aku tak suka pada gadis genit, makanya berhentilah menyukai ku". Setelah mengucapkan hal itu, steve menutup kembali tirai yang menjadi melingkari tempat tidurnya.


"Wanita genit?, dia menyebutku genit?, apa dia tidak mengingat ku?, tapi kalau dia sampai mengenali ku hebat juga dia. Tapi lebih bagus begini sih. Putri hanya bisa membatin saat mendengar omongan steve.


Sedangkan di seberang telpon silvia sedang marah-marah pada putri.


"Berani-beraninya gadis itu menutup telpon ku. Oh, siapa pria yang sedang berbicara dengannya tadi?" Kata silvia


Noel yang mendengar hal itu menjadi gelisah, ia pergi ke taman sekolah dan menelpon seseorang dan berkata.


"Tolong sampaikan pada ayah, kalau aku akan pulang" setelah mengatakan hal itu wajah noel menjadi sangat serius.


Setelah turun dari tempat tidurnya steve membuka tirai penghalang tempat tidur, ia melihat putri telah tertidur lelap di ruang itu, meski merasa wajah gadis itu familiar, dia tak memperdulikannya, ia pun keluar dari ruang itu dan pergi menemui nick di kantin sekolah.


Setengah jam telah berlalu, putri pun bangun dari tidurnya dan kembali ke kelas, sesampainya ia di sana, tom sudah ada di kelas itu sambil menunggu dirinya.


"Kk, aku menunggu mu dari tadi, sudah ku bilang jam istrahat aku akan mencari mu, aku mau mengenalkan mu pada teman-teman ku" omel tom panjang lebar.


"Sudah ku bilang tak usah memperkenalkan ku pada teman mu" ucap putri kesal


Tapi tom tetap menarik gadis itu pergi ke kantin menemui teman-temannya


Sambil membawa makanan mereka, tom tetap bersikeras mengajak putri bertemu temannya.


"Kk, kan anak baru di sekolah ini, jadi kk pasti belum punya temankan?, lagi pula mereka adalah anak yang baik kk, bahkan salah satu dari mereka teman sekelas kk loh."


"Aku tak perlu teman, dan teman sekelas kata mu?, itu malah membuat ku lebih terbebani"


"Itu mereka disana" tunjuk tom


Mata putri dan steve saling bertatapan sedangkan nick tengah melambaikan tangan kearah putri dan juga tom.


Bersambung.....

__ADS_1


Note:


Bagi pembaca yang suka novel ini, jangan lupa klik like dan juga kalau bisa komen ya...😊....untuk menambah semangat buat author. trimakasih..😘😘😘


__ADS_2