
Mendengar tawaran Steve mata Putri membesar seketika karna terkejut pada penawaran pria gila yang ada di hadapannya itu.
"Hei!, kenapa kau seterkejut itu, muka mu seperti orang yang sedang terkejut karna di beritahu bahwa bumi ini berbentuk hati, muka mu terlihat sangat menjengkelkan, ucap pria itu kesal. "jadi bagaimana dengan tawaran ku?" Tanya Steve lagi.
Putri telah sampai di rumahnya, ia berjalan dengan santai kedalam kamarnya, sedangkan Tom dengan kesal mengikuti langkah kaki kakaknya dari belakang.
"Kakak, kenapa tadi kakak tidak datang ke tempat kami?, kami menunggu mu sangat lama, kata Nick besok dia akan mencabut semua rambut kakak satu persatu sampai habis, kakak harus hati-hati dengan Nick, karena kalau dia sudah ada maunya susah buat dihentikan, bagimana kalau nanti kepala kakak benar-benar botak?" Ucap tom panjang lebar pada putri.
Mendengar ocehan adiknya Putri hanya bisa menatap datar ke arah adik tirinya itu sambil duduk di atas kasurnya. Karena merasa omongannya dia abaikan oleh Putri, Tom pun kesal.
"Kakak kau mengabaikan kata-kata ku lagi?, aku benci pada mu!!". Ucap pria itu sambil melangkah kesal, dan hendak keluar dari kamar kakaknya.
Namun langkahnya terhenti oleh pertanyaan putri. "Tom, memangnya keluarga Steve itu begitu hebat ya?" Tanya gadis itu begitu penasaran.
"Kenapa kakak menanyakan hal itu?" Tanya Tom sambil melipat kedua tangannya dan menujukan tatapan menyelidiki ke arah Putri, karna selama ini kakaknya selalu terlihat tak pernah mau tau dan memang gadis itu tak pernah tertarik dengan pada latar belakang Steve atau pun Nick.
"Cuma ingin tau saja" ucap Putri mengalihkan pandangannya karna tak nyaman melihat tatapan penasaran adiknya itu.
"Apa kakak masih khawatir karna masalah Steve yang marah pada kakak kemarin?" Tebak adiknya.
"Bukan karna itu" Jawab gadis itu singkat.
"Tenang saja, kakak tak usah khawatir, keluarga Steve memang punya perusahaan yang sangat besar dan keluarganya sangat hebat bahkan mereka punya banyak cabang perusahaan hampir semua negara, tapi meski begitu Steve bukan tipe orang yang akan menyengsarakan Kakak temannya sendiri kok, meski dia memang agak bodoh tapi dia orang yang cukup baik" jelas Tom panjang lebar menenangkan kakaknya
"Apa sehebat itu keluarganya?" Tanya gadis itu lagi.
"Kakak, benar-benar tidak tau ya?, Steve itu anak dari pemilik Royal grub, kakak tau kan perusahaan yang produksi barang elektronik, bahkan punya pabrik makanan, dan juga punya banyak hotel mewah juga?, tapi bukan itu saja, perusahaan keluarganya juga menggeluti banyak bisnis lain, Royal grub itu adalah grub raksasa terbesar di dunia. Bahkan orang sering bilang kalau royal grub hancur bukan hanya negara kita saja yang akan ikut hancur, tapi perekonomian dunia juga akan terganggu. Ucap Tom antusias
"Apa kamu nggak melebihi-lebihkan infonya?" Ucap putri sedikit ragu pada info adiknya
"Aku serius kak. Makanya coba kakak deh minat sedikit sama perkembangan dunia, Jangan terlalu cuek"
Flashback
"Bagaimana dengan tawaran ku?, kau se kaget itu karna kau tersanjung bukan?" Ucap steve dengan sombongnya.
Mendengar ucapan Steve membuat Putri kembali sadar dari keterkejutannya, "Apa kau gila?, apa otak mu baru saja terbentur?, atau kebanyakan minum kopi sampai kopinya masuk ke otak mu?, kalau kamu mau bencanda aku tak mau menanggapinya, aku mau pergi" ucap gadis itu sambil bangun dari tempat duduknya.
Steve pun buru-buru memegang tangan gadis itu, untuk menahan kepergiannya "Aku tak mengajak mu untuk pacaran sungguhan, tapi cuma pura-pura, hanya supaya kita berdu bisa mendapatkan keinginan kita masing-masing" jelas pria itu.
"Apa maksud mu dengan keinginan kita masing-masing?"
"Memang kamu tak mau membuat nenek sihir di rumah mu itu tunduk pada mu?, kau harus tau dunia ini menilai orang dengan seberapa tinggi status sosial mu, jadi bukan hanya usia mu saja. Meski aku ini masih muda, aku punya status sosial yang tinggi, jadi jika kau menjadi pacar ku, status sosial mu juga akan naik, dengan bantuan ku kau bisa menaikkan status mu di hadapan nenek sihir itu" tawar Steve pada Putri agar gadis itu mau bekerja sama dengannya.
Flashback end
Siang harinya ketika Putri sedang duduk di kantin sekolah untuk makan, ia di dekati oleh tiga sekawan itu lagi.
"Kau tau kemarin berapa lama aku menunggu mu?!, aku hampir pingsan, gara-gara kamu tau!" Ucap Nick sambil menujukan wajah kesalnya pada Putri.
"Yang penting sekarang kau masih hidup kan?" Ucap gadis itu dengan santainya sambil mengunyah makananya
__ADS_1
"Kau masih bisa bicara begitu?, kau harusnya bilang "maafkan aku Nick", bukannya berkata seperti itu, apa kau tak punya sedikit pun rasa bersalah pada ku?" Ucap Nick dengan kesalnya.
"Terus kamu mau aku bicara apa lagi supaya kamu puas?, apa aku harus bilang kalau aku bahagia sekali karna kamu masih hidup sekarang?, begitu?" Ucap Putri lagi masih dengan wajah datar sambil tetap makan.
"Kau sedang bercanda kan, aku sengaja mau buat aku marah kan?" Ucap pria itu dengan kesalnya pada purti yang seolah-olah tak peduli pada perasaannya
"Hei!! diamlah nick, mau sekeras apa pun kamu teriak kau tak akan pernah mendengar kata maaf dari wanita angkuh itu" ucap Steve dengan santainya.
"Kenapa kau bisa bicara begitu, bagaimana kau tau?" Tanya pria itu.
"Karna kami mirip, kami berdua orang yang paling anti bilang maaf" jelas Steve singkat, sambil tersenyum pada nick.
"Kalian berdua memang jodoh, aku menyerah" Ucap Nick putus asa karna mau semarah apa pun dia melawan Putri ia terlihat seperti sedang melawan tembok berlapis baja, susah meruntuhkan ego gadis itu
"Oh ya kakak, sebenarnya kemarin kakak kemana sih, sampai tak datang, padahal kakak bilang kalau akan segera datang?, padahal aku dan nick susah payah mencari restoran Indonesia disini supaya kakak senang" tanya Tom pada kakaknya
"Alasan ku tidak datang bukan karna hal yang penting, dan aku juga malas untuk membicarakannya"
"Jadi kakak kemarin tidak datang karna suatu hal yang tak penting, begitu?, apa kakak merasa janjian dengan aku adalah hal yang sangat-sangat tidak penting ya?"ucap tom mulai kembali merajuk pada kakaknya
"Berhentilah bertingkah bodoh tom, apa kau tak malu?" Ucap putri kesal pada adiknya itu.
Sementara mereka makan, putri beberapa kali curi-curi pandang melihat ke arah Steve, pria itu sangat tenang, dia bertingkah seperti kemarin tidak terjadi apa-apa, padahal gara-gara dia Putri jadi harus menghadapi ocehan nick dan rengekan tom sedari kemarin yang tak pernah berhenti menuntut penjelasan, rasanya semua energi Putri habis terkuras oleh kelakuan dua pria itu.
Sementara mereka berempat makan, Taylor datang menghampiri Steve di mejanya, dan Nick langsung memberi tatapan tak suka dengan keberadaan gadis itu.
"Nick aku hanya ingin bicara sebentar saja dengan Steve, jangan menatap kesal pada ku seperti itu." Ucap gadis itu sedikit sedih melihat tatapan Nick
"Steve aku menemukan gantungan hp mu, ini jatuh saat kita datang kecafe kemarin tapi aku lupa memberikannya kemarin pada mu" kata gadis itu sambil mengulurkan sebuah gantungan hp berbentuk beruang yang sangat lucu.
Steve pun mengambil gantungan Hp yang diberikan oleh Taylor, sambil tersenyum lembut pada gadis itu, ia berterima kasih karna Tylor sudah memungut gantungan yang berharga itu untuk nya karena saat gantungan itu hilang Steve cukup pusing mencari kemana-mana, setelah itu Taylor pun undur diri meninggalkan ke empat orang itu.
Setelah Tyalor pergi, Steve pun mulai di interogasi oleh Nick "Jadi, kemarin kamu menolak ajakan kami karena kau ingin bertemu dengan taylor?" Tanya nick dengan wajah kesal pada steve
"Iya" ucap pria itu santai sambil tetap memakan makanannya
"Gadis itu bisa tersenyum santai seperti itu, pasti karna kau bohong lagi kan?, apa kau lupa dengan apa yang mereka berdua lakukan pada mu?, apa sih yang sebenarnya ada dalam otak mu?, dasar bodoh" ucap Nick sambil pergi dengan kesalnya.
Anak-anak yang ada di kantin mulai berbisik-bisik melihat kejadian itu "akhir-akhir ini Nick sering sekali marah pada Steve" kata anak yang lainnya lagi "Nick biasanya selalu bertingkah konyol baru kali ini aku lihat dia semarah itu, dia lumayan punya karisma juga", bisik anak yang lain lagi "tapi tetap saja Steve lebih berkarisma ketimbang Nick" ucap para gadis itu sambil menatap kagum pada pria-pria yang sedang bertengkar itu.
"Akhir-akhir ini ada apa sih dengan kalian berdua" ucap Tom sambil mengejar nick
"Apa kau mau pergi ke atap?" Tawar Steve pada Putri.
Diatas atap sekolah purti tersenyum dengan gembiranya "cuacanya sangat bagus" ucap gadis itu sambil tersenyum ia merentangkan tangannya dan menghirup udara yang ada sedalam-dalamnya
"Kata-kata itu jadi terlihat bodoh jika diucapkan oleh mu" ucap Steve yang seketika membunuh mood baik Putri
"Kau sedang mengajak ku untuk berkelahi ya?, apa kau tak puas hanya di marahi oleh Nick tadi" ucap gadis itu kesal sambil mengacukan tinjunya pada pria di depannya itu.
"Jangan singgung itu lagi, aku mau menyegarkan pikiran ku" ucap Steve malas.
Sementara mereka duduk menikmati angin yang sejuk diatas atap Steve mulai mengusik Putri lagi "Hei berterima kasihilah pada ku"
__ADS_1
"Untuk apa?" Gadis itu menatap heran pada ucapan Steve.
"Karna aku sudah mengajak mu kesini, karna sampai lulus pun kau tak akan diperbolehkan keatap sekolah ini kalau bukan karna ku ajak"
Sebenarnya peraturan sekolah itu melarang para murid untuk pergi ke atap sekolah, karna dulu beberapa murid yang sering menggunakan atap sekolah untuk merundung sesama murid dan juga ada murid yang menggunakan atap sekolah mereka untuk bunuh diri, maka dari itu atap sekolah itu pun ditutup aksesnya untuk para murid, namun karna orang tua Steve adalah ketua yayasan disekolahkan itu maka takan ada seorang pun yang akan melarang apa pun yang dilakukan oleh pria itu dan teman-temannya.
"Apa yang luar biasa dari hal ini, Ini sih biasa saja" gadis itu tak habis pikir kenapa ia harus berterima kasih untuk hal remeh seperti itu.
"Ku pikir kau tak hanya susah mengatakan kata maaf, rupanya kau pun tak bisa mengucapkan kata terima kasih" ucap Steve sambil tersenyum karna dia merasa Putri adalah gadis yang sangat unik, kalau gadis lain pasti akan menempel padanya dan akan mengatakan semua hal manis yang menggelitik telinganya, untuk mendapatkan hatinya, namun berbeda jauh dengan gadis yang ada di sampingnya itu, jangan kan menempel padanya, di sentu olehnya saja gadis itu terlihat semperti orang yang habis di tempeli oleh kecoa, selain itu Putri pun terbiasa berkata apa saja semaunya tak peduli pada siapa pun atau status apa pun yang dimiliki orang itu, dan gadis itu juga tak pernah mau repot-repot melakukan tipuan agar Steve menyukainya.
Steve, mengambil rokok di kantongnya sambil mencar-cari pemantik di saku jas sekolahnya, tiba-tiba putri memberikan sebuah pemantik pada pria itu.
"Kok kamu bisa punya pemantik?" Ucap pria itu bingung
"Aku cuma terbiasa membawanya, karena dulu aku sempat nakal dan pernah merokok juga" ucap Putri dengan santainya.
"Apa kau sudah berhenti merokok?"
"Yah untuk saat ini aku mencoba untuk menghentikannya, cuma beberpa kebiasaan masih sulit dihilangkan" jawab gadis itu singkat.
Karena masih merasa begitu penasaran pada tawaran Steve saat mereka berada di kafe, Putri pun berusaha bertanya pada Steve "Boleh aku menanyakan sesuatu pada mu?" Ucap gadis itu sambil memandang serius pada pria yang sedang merokok disampingnya itu.
"Boleh, asalkan bukan pertanyaa yang sulit ku jawab"
"Ini tentang tawaran mu kemarin"
"Kenapa? Apa kau ingin menerima tawaran ku?"
"Belum, tapi aku ingin tau, apa keuntungan yang kamu dapatkan dari penawaran mu itu, kalau aku pura-pura pacaran dengan mu aku bisa menundukkan nenek sihir itu, tapi apa untungnya buat mu? Ucap gadis itu penuh dengan rasa ingin tau
Karna baru kali ini Steve melihat gadis itu bereaksi menujukan wajah bingung dan penuh rasa ingin tau, pria itu pun sedikit menunduk dan mendekatkan wajahnya pada Putri, sambil berucap "Kau rupanya cukup memikirkan hal itu dengan baik ya?, dan wajah mu sangat menarik, biasanya kau selalu menujukan wajah kaku, kesal, atau wajah acuh dan tak mau tau, baru kali ini aku melihat wajah penasaran mu" ucap pria itu sambil tersenyum manis seperti seorang anak yang mendapat kado pertamanya.
Mendengar hal itu seketika membuat emosi Putri kembali naik "Aku sama sekali tak bisa tidur karna memikirkan alasan anak ini menawarkan hal itu pada ku, tawaran nya benar-benar membuat ku bingung, apa yang sebenarnya dia sembunyikan?" Ucap gadis itu membatin.
"Apa jangan-jangan karna tylor?" Ucap gadis menebak-nebak alasannya
"Apa maksud mu?" Jawab Steve kaget dengan pertanyaan putri
"Kemarin ku dengar dia bertanya pada mu tentang akhir-akhir ini kau tak juga punya pacar baru lagi, apa karna itu kau memberikan penawaran yang aneh itu pada ku?"
"Wah, kau menguping pembicaraan orang dengan sangat baik"
"Jadi benar cuma karna hal itu kau mengajak ku untuk pura-pura pacaran?" Tanya Putri memastikan lagi alasannya pada Steve
"Itu tak ada hubung nya dengan mu" Jawab pria itu singkat, namun seolah membenarkan tebakan Putri.
"Ok, terserah kamu saja lah. Tapi kenapa harus aku?, kau bisa memintanya pada gadis lain mereka pasti dengan senang hati melakukannya untuk mu" ucap Putri yang masih bingung dengan pikiran aneh Steve.
"Itu karna mereka bukan Putri"
"Apa maksud mu?"
"Yah, karna hanya kamu yang bisa dan hanya kamu yang boleh jadi pacar, pura-pura ku" Ucap steve sambil tersenyum manis kearah Putri
__ADS_1
Bersambung.....
Note: Salam dari autor buat semua pembaca, autor harap semua yang baca dalam keadaan sehat selama masa epidemi ini, dan bagi yang sedang sakit autor doakan semoga cepat sembuh ya...😊😊, dan bagi yang selalu setia menunggu karya-karya autor, maaf ya autor sempat lama vakum karna beberapa hal, terima kasih bagi yang tetap setia membaca karya-karya autor....tolong habis baca jangan lupa klik logo likenya ya....buat semangatin autor untuk tetap nulis aja...jempol kalian berarti banget buat kami penulis...terima kasih banyak buat kalian semua...ingat selalu jaga kesehatan kalian ya...😊😊