A Bad Cinderella And Four Knights

A Bad Cinderella And Four Knights
Part 9


__ADS_3


Saat Steve sedang berbicara dengan Putri, Nick menghampiri mereka dan ia meminta agar Putri meninggalkan ia dan Steve agar mereka bisa meluruskan masalah yang terjadi diantara mereka, Putri pun undur diri meninggalkan kedua pria itu.


Nick duduk disebelah temannya itu “Kau sadar bukan, dengan apa yang kau lakukan sekarang?” ucapnya sambil menatap serius kearah Steve


Steve terdiam sesaat sambil menatap langit yang terbentang luas di atasnya, ia kemudian berbalik kearah Nick sambil tersenyum dan merangkul bahu temannya “Tenang saja, aku tau apa yang kau khawatirkan, jangan takut itu tak akan terjadi Nick”


"Bagaimana kau bisa berkata seperti itu?, sejak awal kamu,Taylor, dan juga Stenli kalian punya hubungan yang sangat rumit, kau mencintai Taylor, sedangkan gadis itu mencintai Stenli, kalau kau tak juga keluar dari hubungan mereka berdua, kau sendiri yang akan terluka bodoh” Nick sebenarnya marah pada Steve karna ia tau betapa besar cinta pria itu pada Tyalor dan dia tak suka bila temannya disakiti.


“Tenang untuk sementara ini aku akan berusaha melupakan Taylor, apa kau sudah tenang sekarang?" Jawab pria itu santai sambil dengan cepat mengapit leher temannya dengan lengannya sampai Nick berteriak kesakitan "Ini hukuman karna kau berani-beraninya memarahi ku di depan banyak orang" mereka pun berakhir dengan bercanda satu sama lain.


Nick sebenarnya masih sangat bingung dengan maksud kata-kata Steve, apa maksud pria itu saat ia berkata ia akan melupakan Taylor untuk sementara ini?, dan juga bagaimana caranya pria itu akan melepaskan wanita yang sangat ia cintai itu?, Nick tak pernah bisa menebak apa yang ada dalam kepala temannya itu, tapi apapun itu yang direncana oleh Steve selama temannya bisa terlepas dan Taylor maupun Stenli dia akan dengan senang hati mendukung Steve.


Sedangkan dirumah Putri, Nyonya Baker tengah memarahi menantunya karna Ibu Putri meminta agar Nyonya Baker mau mengakui Putri sebagai salah satu anggota keluarga Baker secara resmi, dan Nyoya Baker tentu saja menetang keras rencana Ibu Putri tersebut “Aku tak akan pernah mau mengakui anak itu sebagai cucu ku, dan juga kamu bukan menantu ku, menantu ku hanya satu dan itu Cristine ibu dari Tom”


"Mom, ku mohon dengarkan aku dulu” ucap ibu Putri sambil memegang tangan ibu mertuanya itu


"Lepaskan aku, sudah ku bilang kalau kau bukan menantu ku, jadi jangan memanggil ku Mom dengan mulut mu itu, aku benci mendengarnya”


Putri yang baru pulang dari sekolahnya melihat kejadian itu dan tak habis pikir kenapa ibunya mau saja diperlaukuan dengan buruk oleh ibu mertuanya itu, walau ibu Putri selalu memperlakuakan ibu mertuanya dengan baik tapi selalu dibalas dengan kasar oleh nenek sihir itu, meskipun begitu Putri sama sekali tidak merasa kasihan melihat bagaimana Ibunya diperlakukan dengan kasar, karena menikah dengan keluarga Baker adalah pilihan Ibunya sendiri sejak awal, meski waktu kecil Putri sempat memberitahu ibunya kalau ia tidak menyetuji keputusan ibunya untuk menikah lagi tapi tak sedikit pun ibunya mau mendengar permintaannya, maka dari itu saat ibunya kesulitan dengan pilihan yang di buat sendiri olehnya, Putri tidak sedkiti pun berempati.


“Kalau tak dianggap sebagai menantu, harusnya mama juga jangan memperlakukannya seperti seorang ibu mertua” Ucap Putri sambil lewat dihadapan ibu dan Nyonya Baker


“Putri! Jaga kelakuan mu, jangan bicara tidak sopan didepan oma mu” Bentak ibunya.


“Ma, orang yang tak menganggap ku sebagai cucunya, apakah dia bisa disebut oma ku?” ucap gadis itu sambil terus berjalan menuju kamarnya.


Langkah Putri tiba-tiba terhenti karena tangannya dicengkram kuat oleh ibunya “Cepat turun dan minta maaf pada oma mu” dengan cepat putri megibasakan tangannya dari cengraman ibunya.



“Ma, tolong jangan libatkan aku dalam kehidupan yang mama jalani, memangnya apa aku pernah minta mama membawa ku kesini?, apa yang mama harapkan dari ku?, mama menjual harga diri mama dan juga anak mama hanya demi uang, apa mama tidak malu?” seketika itu juga Putri mendapatkan tamparan keras dari ibunya.


“Kamu pikir mama hidup seperti ini demi siapa?. Kau pikir mama mau jalani hari-hari dengan perasaaan dihina setiap hari ini demi siapa?” ucap ibu Putri sambil menatap sedih kearah anak gadisnya itu, dengan harapan Putri akan sedikit memahami perasaaanya.


“Jangan bilang mama melakukan hal ini demi aku, Itu tidak mungkin kan?, kapan aku meminta mama hidup seperti ini demi aku?, aku sudah pernah bilangkan kalau aku tak mau, waktu itu aku pernah bilang pada mama sambil memohon untuk pergi dari sini, aku hanya ingin hidup bahagia bersama mama, bukan hidup kaya, apa permintaan ku sesulit itu untuk mama pahami?" Ucap gadis itu sambil berusaha menahan air matanya yang hampir jatuh dari mata indahnya.


“Sayang, waktu itu mama tidak punya pilihan lain” ucap ibu Putri sambil menyentuh pipi anak gadisnya yang telah mulai memerah karna tamparan kerasnya tadi.


“Mama bilang mama tidak punya pilihan lain? Aku tidak mengerti kenapa mama sampai tidak punya pilihan, tapi aku tak akan pernah menyalakan mama untuk apa pun pilihan mama, tapi jangan manfaatkan aku untuk kepentingan mama” setelah mengatakan hal itu gadis itu pun pergi meninggalkan ibunya, namun langkahnya terhenti sejenak dan ia menoleh kepada ibunya “jangan lupa janji mama, kalau aku lulus mama akan melepaskan ku kembali ke indoneisa.


Sesampainya di kamar, Putri membuang tasnya diatas tempat tidurnya “Mama selalu menganggap diri mama yang paling benar, meskipun aku terluka, mama selalu bertindak egois, dan sekarang mama berusaha bertingkah sebagai korban?. Mungkin ini cara mama untuk menujukan kasih sayang, tapi apa pesaraan ku juga sama sekali tak penting dimatanya?”. Putri hanya bisa membatin sambil menumpahkan semua kesedihannya sambil menangis di tempat tidurnya

__ADS_1


Lalu dengan emosi gadis itu mengambil Hp dari dalam tasnya dan menghubungi Steve "Apakah kita bisa bertemu sekarang, aku ingin menjawab tawaran mu?”


“Baiklah, ayo kita bertemu di Kafe Haven sekarang” Steve pun menutup hpnya dengan senyum kemenangan, "aku tau cepat atau lambat kau pasti akan menerima tawaran ku, tapi responnya lebih cepat dari dugaan ku, apa di rumahnya sedang ada masalah ya?, tapi apa pun itu masalahnya yang penting dia mau jadi patner ku sekarang" pria itu pergi dengan semangat.


Didalam kafe Putri dan Steve tengah duduk, dan seorang pelayan menghampiri mereka untuk mengantar pesanan minuman mereka “Tadi siang kau bilang kau masih belum mau menerima tawaran ku, kenapa sekarang berubah pikiran?”


Putri mengingat semua kejadian yang dia alaminya di rumah hari ini dengan penuh emosi, melihat perubahan raut wajah gadis itu dan juga matanya yang sedikit bengkak Steve tau masalahnya pasti sangat rumit untuk gadis itu, karena Putri yang ia kenal bukan gadis yang gampang menangis untuk hal-hal sepele.


Steve pun melanjutkan kata-katanya “Apa ini karna kau ingin menggunakan sepatu bertahtahkan berlian yang ku janjikan?"


Mendengar hal itu Putri akhirnya bersuara “Aku tak perduli jika sepatu yang kau berikan pada ku bertahtakan duri sekalipun, aku hanya ingin kau bisa membuat ku menjadi orang yang bisa membuat semua orang iri saat menatap ku, aku hanya ingin nenek sihir itu kaget dengan perubahan ku, dan agar dia tidak bisa lagi menyombongkan dirinya dihadapan ku”


“Kau tau aku siapa kan? aku, Steve penerus perusahaan Royal Grub, percayalah pada ku. Minggu depan akan ada pesta yang diselenggarakan oleh Royal Grub, kami akan mengundang rekan bisnis kami, termasuk keluarga mu juga akan kami undang, pada pesta itu akan ku pastikan orang tua itu kaget melihat kita, dan Nyonya Baker pasti tak akan sombong lagi pada mu, dia malah akan merendah dihadapan mu" Pria itu pun tersenyum angkuh.


“Baiklah, kalau begitu apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Putri pada Steve.


“Mulai detik ini kita resmi pacaran, dan ku harap kau bisa menjaga rahasia kita ini, jadi jangan sampai siapa pun mengetahuinya”


“Tapi, bagaimana kalau kita ketahuan nanti? meski mustahil, tapi kalau sampai kita ketahuan kita pasti akan terlihat sangat Bodoh” Ucap Putri sedikit khawatir


“Iya juga sih, kalau ketahuan pasti kita akan malu banget, gimana ya?” Pria itu berpikir sejenak kemudian melanjutkan kata-katanya "Ah..., pasti tidak akan ketahuan jangan khawatir” ucap steve sambil tersenyum dengan bodohnya.


“Percuma pria ini mengambil waktu untuk berpikir kalau ujung-ujungnya dia bahkan tak punya satupun solusi. Dia bilang aku hanya perlu percaya padanya, tapi bagaimana bisa aku percaya sepenuhnya pada pria bodoh ini?, kalau dia jadi pasangan ku sungguhan, bisa-bisa good bye lah masa depan ku” batin gadis itu sambil menatap ragu kearah Steve


“Baik, kalau begitu berapa lama kita akan pacaran pura-puranya?, kita tak mungkin akan pacaran dalam jangaka waktu lama kan?” Tanya Putri dengan agak ragu.


“Kita pacarannya sampai aku bilang selesai” Jawab Steve dengan mantapnya.


“Apa maksud mu?” Putri mulai kesal dengan ketidak jelasan dalam perjanjian mereka.


“Tenang aku juga tidak ada niat untuk menahan mu berlama-lama kok, ini hanya berlaku sampai keinginan ku terwujud saja"


Keesokan harinya sekolah mereka menjadi gempar karena berita Setve berpacaran dengan Putri


Nick dan Tom terburu-buru berlari ke kelas Steve dan Putri, Tom dengan cepatnya menghampiri meja kakaknya yang ada disamping Steve.


"Kakak, aku salah dengar kan?, kudengar semua orang bilang kalian pacaran sekarang?, itu tak mungkin kan?, itu Bohongkan kakak?" Tom menanyai Putri dengan sederet pertanyaan sampai gadis itu kewalahan menjawabnya.


“Kami beneran pacaran kok, dan sekarang sudah hari kedua kami jadian” ucap Steve dengan bangga sambil merangkul pundak Putri


“Steve bohongkan kak?” Tanya tom lagi pada kakaknya, dengan harapan apa yang dikatakan Steve itu hanya candaan belaka.


“Dia benar kok, kami memang sekarang resmi pacaran” Ucap Putri dengan wajah sedikit tak rela mengakui hubungan mereka.

__ADS_1


“Benaran itu Steve?” Tanya Nick dengan ragu pada Steve


“Ya ampun!!, kalian mau berapa kali lagi perlu kami jelaskan supaya kalian percaya” jawab Steve yang mulai kesal dengan dua sahabatnya itu.


Ketika mereka sedang asik berbicara Taylor menghampiri keempat orang itu “Hei!, tumben sepagi ini kalian sudah berkumpul?, kalian sepertinya sedang membahas hal yang seru." 


Tom menunjukan wajah sedihnya kepada gadis itu “Taylor, kata kakak ku dia berpacaran dengan Steve sekarang, kamu pasti juga tidak percayakan?. Tapi katanya itu benar, kakak ku bahkan mengakuinya" Tom masih melajutkan rengekannya


Taylor malas menanggapi rengekan Tom, ia pun menghampiri Steve sambil tersenyum manis pada pria itu "Selamat ya Steve, akhirnya kau menemukan kekasih baru yang jauh lebih baik" setelah mengucapkan hal itu ia pun berbalik kearah Nick dan Tom "Kenapa kalian memasang wajah seperti itu?, bukannya kalian juga harus mengucapkan selamat pada pasangan baru kita?"


Nick dan Tom sebenarnya masih tak percaya dengan apa yang mereka dengar, namun Taylor meyakinkan mereka karena tanpa sengaja saat Steve dan Putri keluar dari kafe Haven, Taylor melihat mereka berjalan berdua sambil bergandengan tangan, maka tak heran gadis itu sama sekali tidak terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya.


“Makasih ya Taylor hanya kamu yang merestui hubungan kami, kau tidak seperti dua orang yang disana, yang meragukan perasaan cinta kami yang tulus” Steve mengatakan hal itu sambil mengusap lembut kepala Putri untuk menujukan kedekatan mereka.


“Chih....dia bilang makasih segala, dasar pembohong, lagi pula buat apa dia menyentuh kepala ku seperti itu, aku paling tak suka kepala ku disentuh, kalau bukan karna drama bodoh ini, pasti sudah ku patahkan tulang pria ini” meskipun sangat kekesal dengan apa yang dilakukan oleh Steve tapi gadis itu berusaha menyembunyikan hal itu dengan senyum yang terlihat sangat dibuat-buat, hal itu tak luput dari perhatian Nick, ia pun kembali mencuriga dua pasangan baru itu.


“Nah, sekarang kalian percayakan pada kalau kami benar-benar pacaran?” Tanya Steve lagi


“Tentu saja masih belum sepernuhnya percaya bodoh. Masalahnya pasangan mu itu Putri, apa kau serius menyukainya? Ucap Nick penuh kecurigaan


“Ten....tentu saja...aku tak akan mempermainkan wanita yang ku cintai, apa lagi dia kakak dari Tom, mustahilkan aku mempermainkan kakak dari sahabat baik ku sendiri?" Jawab steve dengan sedikit terbata-bata


Nick mulai membaca gelagat aneh dari dua pasangan baru itu tapi ia memutuskan untuk tidak memperpanjang masalahnya karena ia juga sangat penasaran sampai kapan dua orang itu akan tetap berpura-pura dan sadiwara mereka terlihat sangat menarik baginya.


Seusai sekolah Steve dan Putri berjalan sambil bergandengan tangan, semua mata anak-anak disekolah itu tertuju pada dua pasangan baru itu.


Beberapa gadis terlihat bergerombol sambil menatap iri kearah Putri yang sedang berjalan dengan Steve "Jadi gosipnya memang benar ya, kalau putri dan Steve benar-benar pacaran? Sial!" Ucap salah seorang gadis di antara mereka. "padahal aku sangat senang ketika tau Steve akhirnya single lagi, dasar cewek menjengkelkan" kesal para gadis itu.


“Woah dua pasangan itu benar-benar terlihat cocok, saat mereka berjalan mereka tampak seperti Model, Steve benar-benar beruntung bisa mendapatkan kakak tom yang cantik itu" kata beberapa anak pria.


Sedangkan apa yang terjadi sebenarnya berbeda jauh dari yang dipikirkan oleh anak-anak itu, putri berjalan dengan sangat kaku di sebelah Steve "Hei, bisakah kau melepaskan tangan ku?, aku benci seseorang menggengam tangan ku” ucap gadis itu setengah berbisik pada Steve karna takut ketahuan.


Mendengar hal itu niat iseng Steve mulai timbul ia dengan sengaja mengeratkan genggaman tangannya sambil berkata “Kita harus terus berandengan tangan, supaya terlihat seperti sungguhan, memangnya kau mau ketahuan pura-puranya saat hari pertama?” pria itu sengaja menarik tangan putri agar bisa berjalan lebih dekat lagi dengannya.


Sedangkan di depan sekolah mereka sebuah mobil tengah berhenti sambil mengamatin sekolah itu, saat steve dan Putri keluar dari gerbang sekolah, pria yang ada didalam mobil mengerutkan kening tanda bawa ia tak suka dengan apa yang dilihatnya


Sopir yang mengantar pria itu pun bertanya “Tuan, bukannkah kata tuan, tuan ingin bertemu dengan seseorang disekolah ini?"


Pria yang sedang mengamati dari mobil itu adalah Noel, dengan wajah dingin dia memerintahkan sopirnya untuk menajalankan mobil meninggalkan sekolah itu “Sekarang belum waktunya aku muncul didepan gadis itu, aku sudah menunggu dan menjaganya selama 10 tahun, tunggu sebentar lagi Putri, jika saatnya tiba aku akan muncul dihadapan mu dengan percaya diri."


Bersambung......


Note: Bagi yang suka ceritanya, jangan lupa klik likenya dan kalau bisa komen juga...Terima kasih 😊

__ADS_1


__ADS_2