A Bad Cinderella And Four Knights

A Bad Cinderella And Four Knights
part 7


__ADS_3


Stenli tidak menggubris sama sekali pertanyaan dari tom, dengan santainya pria itu menghampiri putri, sambil tersenyum pria itu berkata "Hari ini sepertinya aku tak bisa mendapatkan nomor telepon mu, tapi nanti aku akan menemui mu lagi, jadi jangan lupakan aku ya" ucap pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya pada putri, sambil berlalu meninggalkan kakak adik itu.


Putri terdiam melihat tingkah aneh dari pria itu, sedangkan Disampingnya tom tengah sangat kesal melihat kedekatan stenli dengan kakak perempuannya.


"Kakak, apa maksud perkataan anak itu?" Ucap tom kesal


Putri pun akhirnya masuk kedalam kafe dan menceritakan kejadian yang baru saja terjadi pada tom dan juga nick.


"Jadi tadi kakak membela stenli di depan steve?" Tanya tom pada kakaknya.


"Bukannya maksud ku membela, tapi stenli sedang terluka, biar bagaimana pun dia pasti kesakitan dipukul seperti itu oleh steve dan dia sedang dalam posisi tidak bisa menangkis atau pun membalas, wajar jika aku khawatir" ucap putri membela diri


"Kali ini kau salah membela orang putri, pria brengsek itu memang harus dipukul, dia tak layak dikasihani" ucap nick kesal.


"Hei!! Mengapa kalian begini pada ku?, apa salahnya membela orang yang tidak berdaya?, dan apa sebenarnya yang terjadi antara kalian dan juga stenli, kenapa kalian sangat membencinya?" Tanya putri heran dengan sikap tiga pria itu pada stenli


Tom pun akhirnya mulai bercerita tentang bagaimana hubungan mereka yang dulunya akrab bisa menjadi seburuk sekarang. 


"Dulu kami berempat sangat akrab. kami teman sedari kecil, stenli dulu adalah anak penyendiri, dia dibesarkan hanya oleh seorang ibu, kami tak pernah tau siapa ayah stenli, anak itu selalu diejek oleh anak-anak lain karna tak memiliki seorang ayah, hingga suatu hari steve membelanya dan membawa anak itu masuk kedalam geng kami, kami berteman sampai dewasa, tapi pada suatu hari ayah steve membawa stenli beserta ibunya kerumah steve dan memberitahu kelurga besar kalau sebenarnya stenli adalah anak laki-lakinya yang selama ini dia sembunyikan dari keluarganya, ibu steve sangat terpukul sampai-sampai dia beberapa kali berniat bunuh diri, dan stelah stenli sadar tentang siapa ayah kandungnya, ia berniat mengambil semua hal yang di punyai oleh steve untuk mengganti penderitaannya selama ini, ia merebut perhatian semua keluarga steve bahkan siapa pun wanita yang sedang dikencani oleh steve juga akan ia rebut, dan yang terakhir yang steve punya hanya taylor dan stenli pun merebut gadis itu sekarang, makanya pria brengsek seperti dia memang layak mendapat pukulan dari steve, tak ku sangka kakak juga ikut-ikutan membela pria itu, padahal steve sudah menganggap kakak sebagai salah seorang temannya" ucap tom sedih.


Putri tengah tidur sambil merenungkan kejadian yang terjadi hari ini, tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamarnya, karna putri tak kunjung mempersalahkannya masuk, tom pun membuka pintu kamar gadis itu "kakak, aku masuk ya"


"Dasar menyebalkan, walau pun aku tak mengizinkannya untuk masuk dia selalu masuk ke kamarku semaunya" kesal putri.


"Kakak, apa besok Kakak akan minta maaf pada steve?, ada hal yang perlu kakak ketahui, sebenarnya tadi aku tidak benar-benak tak punya uang, lagi pula ada nick dan juga steve mereka juga sangat kayak, mereka bahkan Bisa membeli kafe itu kalau mereka mau, tapi steve meminta ku untuk mencari alasan agar kakak bisa datang, dia kasian pada kakak karna dia tau kakak sedang sendirian dirumah, dia tau situasi kakak di rumah, karna perusahaan papa dan perusahaan keluarga steve begitu dekat maka dari itu dia tau bagaimana nenek begitu membenci kakak, jadi dia berniat menghibur kakak agar kakak tidak terlalu stres dirumah menghadapi nenek. Makanya kakak besok harus minta maaf pada steve" cerita tom panjang lebar setelah itu pria itu memilih untuk pergi meninggalkan kamar putri


Di depan rumah stenli, seorang wanita tengah duduk menunggu pria itu


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" Ucap stenli dingin


"Kau baru pulang?" Ucap gadis itu penuh semangat sambil berdiri dan mengaitkan lengannya pada lengan stenli


"Aku tanya apa yang sedang kau lakukan disini?" Ucap pria itu mulai kesal sambil melepas rangkulan tangan taylor


"Aku khawatir, karna kau tak bisa dihubungi seharian ini, kau kemana saja?"


"Jangan seperti ini, aku merasa terbebani dengan perasaan mu, semejak kita setuju untuk pacaran kau sudah tau resikonya kan?"

__ADS_1


"Benar, ini pilihan ku, walau kau terus menghindari ku dan membuat ku terluka sekalipun aku akan tetap menyukai mu, aku akan tetap berada disisi mu" jawab gadis itu dengan wajah tertunduk sedih.


"Kalau kau masih ingin tetap menjadi kekasih ku, jangan lakukan hal ini lagi karna aku merasa sangat terganggu" ancam stenli


"Aku bahkan meninggalkan steve demi diri mu, tapi apakah ini balasan dari mu?" Ucap gadis itu dengan penuh keputusasaan, dengan air mata yang mulai mengalir di wajah cantiknya.


Meski melihat kesedihan dari wajah gadis cantik itu, stenli tak sedikit pun merasa kasihan pada gadis itu, karna sedari awal ia menerima perasaan gadis itu hanya agar bisa membalas kebenciannya pada steve, dan karna ambisinya untuk merebut semua hal yang dimiliki oleh steve, termasuk taylor wanita yang sedari dulu sangat dicintai oleh steve.


Sesampainya di kamarnya, stenli selalu terbayang wajah cantik putri dan bagaimana kerennya gadis itu menolongnya saat dikeroyok dan juga saat dipukuli oleh steve "namanya Putri ya, dia sangat manis dan keren" ucap pria itu sambil tersenyum.


Pagi pun menjelang, putri bangun dari tidur dan menuju dapur, ia hendak mengambil secangkir susu hangat. Sebelum ia sampai di dapur ia berpapasan dengan oma priska "kamu kemana semalam? kamu keluyuran sampai jam 12 malam begitu, kemana saja kamu?"


"Aku cuma ke kafe bersama tom dan nick" jawab putri acuh


"Kalau kamu mau keluyuran sampai tengah malam begitu, jangan mengajak tom pergi bersama mu, karena tom anak baik-baik dia bisa rusak kalau terus bergaul dengan gadis rusak seperti diri mu" omel oma panjang lebar


"Aku memang bukan gadis baik-baik oma, jadi tolong oma minta anak dan menantu oma untuk mengirim ku kembali ke Bandung, agar aku tak mencemari cucu kesayangan oma itu" ucap gadis itu sambil berlalu kembali ke kamarnya meninggalkan oma priska yang tengah memegang tengkuknya karna tekanan darahnya naik mendengar jawaban dari gadis itu.


"Huft....aku hanya ingin hidup tenang, kenapa nenek sihir itu tak bisa diam sehari saja?, kalau dia tidak menyukai ku karna status ku, mengapa dia tak menentang menantu dan anaknya saat mereka memaksa ku untuk kembali kesini lagi?" Keluh gadis itu sambil kembali berbaring di kasurnya.


Tiba-tiba hp putri berbunyi, panggilan masuk dari adiknya tom "kakak, aku dan nick sekarang sedang di restoran Indonesia, apa kakak mau bergabung bersama kami?" tawar tom


Putri pun berangkat menuju restoran yang di sebutkan oleh tom, tapi tak jauh dari restoran itu dia melihat steve sedang minum kopi bersama dengan taylor, ia berniat minta maaf pada steve karna kejadian semalam, tapi karna steve masih berbicara dengan taylor ia pun duduk di meja yang tak jauh dari steve dan juga taylor, sambil menunggu kesempatan agar bisa bicara dengan pria itu.


Steve mengawali pembicaraan "Apakah hubungan mu dengan stenli berjalan dengan baik?"


"Iya kami baik, maaf aku sedikit merasa bersalah pada mu" ucap gadis itu merasa tak enak pada steve


"Kenapa kau merasa bersalah pada ku?" Ucap pria itu santai


"Aku merasa berbuat jahat pada mu"


"Sudah ku bilang jangan merasa begitu, hubungan ku yang buruk dengan stenli tidak ada kaitannya denganmu" pria itu berusaha membuat perasaan taylor menjadi lebih baik. Tapi tanpa disadari diseberang meja mereka ada seorang gadis yang tengah menahan emosinya mendengar ucapan steve pada taylor.


"Katanya tidak ada kaitannya, sedangkan aku yang tidak tau apa-apa tentang masalah mereka berdua malah dimarahi habis-habisan olehnya semalam" ucap putri kesal


"Makasih sudah mengatakan hal itu, aku sedikit merasa lega, tapi akhir-akhir ini aku lihat kau sudah tidak punya pacar lagi, bukankah dulu kau sering gonta ganti pacar?" tanya taylor penasaran.


"Apakah kau peduli pada ku?, kau begitu peduli aku punya pacar atau tidak" ucap steve menggoda taylor, mendengar hal itu membuat taylor kembali terdiam, tapi steve tak ingin gadis itu terus-terusan merasa tak enak padanya, maka ia mengatakan "tapi jangan khawatir sebentar lagi juga aku akan punya pacar lagi" sambil tersenyum manis kearah gadis itu.

__ADS_1


"Benarkah, sudah ada gadis yang kamu taksir?" ucap gadis itu kembali antusias


"Yah, begitulah" jawab steve singkat 


"Bukankah tadi kamu bilang kalau kau akan pergi dengan stenli hari ini?, sepertinya dia sudah menunggu mu, aku sudah janjian dengan anak-anak untuk bertemu disini, mereka bilang mereka mau minum kopi, kau harus segera pergi" ucap steve bohong, agar taylor merasa nyaman meninggalkannya sendirian, karna sedari tadi saat mereka masih berbicara telpon taylor terus berbunyi, pria itu tau kalau taylor terlihat gelisah sedari tadi, dan cuma stenli yang bisa membuat wanita setenang taylor menjadi seperti itu.


Kata-kata steve membuat putri kembali mengomel "Dasar pria brengsek tukang bohong, bagaimana mungkin anak-anak itu bisa minum kopi sambil makan soto?" masih belum selesai putri meluapkan amarahnya, telpon putri kembali berbunyi, gadis itu teburu-buru mengangkat telponnya sambil menutup wajahnya dengan buku menu yang ada di meja agar tidak ketahuan oleh steve dan taylor kalau ia sedang duduk tak jauh dari mereka.


"Kakak, kenapa kakak belum sampai juga?, apa kakak nyasar lagi?" Ucap tom khawatir 


"Hei, bilang pada kakak mu itu, agar cepat kemari, aku sudah sangat lapar" oceh nick panjang lebar


"Kakak, kenapa kau tak menjawab?, tidak terjadi apa-apa kan? Ucap tom semakin khawatir


"Hei tom!!, aku yang hampir kenapa-napa disini, aku hampir mati kelaparan" teriak nick pada tom


Sedangkan putri yang sedari tadi mendengar percakapan mereka semakin kesal "aku sedang bicara dengan tom, tapi kenapa suara ocehan nick malah yang lebih terdengar" ucap putri membatin.


"Bilang pada kakak mu, kalau dia tak juga segera datang, besok di sekolah akan kucabut rambutnya satu persatu" ucap nick kesal.


Mendengar oceh nick yang semakin menjadi membuat putri pun ikut kesal, ia pun tanpa sadar berteriak marah "aku baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa, bilang pada nick kalau aku akan segera datang, jadi suruh dia berhenti mengoceh seperti bocah" ucap gadis itu kesal sambil menutup telponnya.


Setelah di menutup teleponnya, seorang pria duduk di kursi yang ada di depan putri, pria itu tersenyum manis penuh arti sambil menatap kearah putri.


"Bukankah sudah ku peringatkan kamu untuk tidak muncul dihadapkan ku lagi?, apa yang sedang kau lakukan disini?, cepat jawab" kata pria itu dengan nada memerintah


Putri masih diam, gadis itu hanya bisa membatin "apa yang harus ku jawab?, awalnya aku hanya ingin meminta maaf, tapi bagaimana ini?"


"Hei!!, aku sedang bertanya pada mu, apa sehari saja tidak bertemu kamu menjadi tuli dan bisu sekarang?" 


Mendengar kata-kata steve membuat putri menjadi kesal, gadis itu akhirnya mengatakan hal yang berkebalikan dengan niat hatinya "Menyebalkan!!, kau sangat mengesalkan tau, kau bilang pada wanita yang kau sukai kalau hubungan mu dengan stenli bukan urusannya, tapi kenapa kau malah marah-marah pada ku yang bahkan tak tau apa-apa, aku tau hubungan kalian buruk, tapi tidak ada alasan bagi mu untuk membentak ku seperti itu, kau harus minta maaf pada ku"


"Woah, kau memang betul-betul hebat, kau yang melakukan kesalahan kemarin, tapi kau malah meminta ku untuk minta maaf pada mu, aku baru pertama kali bertemu dengan orang seperti mu" ucapa steve sedikit menyindir.


"Baiklah, aku akan meminta maaf, tapi aku punya satu permintaan pada mu, yah meski permintaan ku tidak hanya menguntungkan ku, tapi juga diri mu. jadilah pacar ku, aku akan membuat nenek mu yang sombong itu tidak akan sombong dihadapkan mu lagi, aku akan membuat mu menjadi cinderella yang menggunakan sepatu bertatahkan berlian bukan hanya sepatu kaca, kau bisa membuat orang tua yang ada dirumah itu tunduk pada mu, bagaimana?" Tawar steve pada putri.


Bersambung....


Note: jangan lupa like dan komennya ya...😊😊..untuk dukung author agar tetap semangat menulis....untuk dukungannya selama ini author ucapkan terima kasih banyak 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2