A Bad Cinderella And Four Knights

A Bad Cinderella And Four Knights
part 6


__ADS_3


Di dalam kafe, steve menunggu dengan gelisah, karna putri tak kunjung datang padahal mereka sudah cukup lama menunggu kedatangan gadis itu.


"Sepertinya ini sudah terlalu lama, kemana gadis itu pergi?" ucap nick sambil melirik jam di tangannya.


Steve yang sedari tadi duduk diam pun memilih untuk bangkit dari kursinya.


"Ada apa?, kau mau kemana?" Tanya nick


"Mau merokok di luar" ucap steve singkat


Tom pun ikut bangun dari duduknya, nick melirik kesal ke arah tom


"Dan kau mau kemana?"


"Aku mencari kk, aku khawatir padanya" ucap tom dengan wajah mulai khawatir


"Dasar tidak peka, tunggulah disini, steve pergi bukan hanya karna ingin merokok, dia pasti sedang mencari gadis itu. dia pasti akan masuk dengan kk mu" ucap nick dengan yakinnya.


Sedang di luar kafe, putri sedang berjalan dengan pria yang tadi ia tolong.


"Kafe yang kamu maksud tadi ada di ujung jalan ini" ucap pria itu sambil menujuk ke arah kafe itu


"Padahal kamu hanya perlu memberitahu arahnya pada ku, tak usah sampai mengantar segala"


"Kau kan belum lama tinggal di new york, bagaimana kalau kau tidak tau jalannya dan , jadi lebih baik aku mengantar mu langsung ke kafenya, apalagi kau adalah penolong ku, aku sama sekali tidak keberatan" ucap pria itu sambil tersenyum manis ke arah putri.


"Siapa nama mu? Tadi waktu ku tanya, kau belum menjawabnya, dan berapa usia mu? Tanya pria itu menuntut.


"Nama ku putri, dan umur ku 17 tahun" jawab putri singkat.


"Wah usia kita sama, kamu sekolah di mana?"


"The lawrenceville school"


"Woah, kita benar-benar jodoh, aku pun sekolah disana, tapi itu sekolah orang kaya. Apa kau juga orang kaya?"

__ADS_1


"Tidak juga, aku tak punya banyak uang"


"Ha...ha...ha....perkenalkan nama ku stenli, dan kau memang terlihat tak punya uang" ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya pada putri.


"Kenapa kau mengulurkan tangan mu pada ku?, apa kau perlu uang?, sudah ku bilang bukan, kalau aku tak punya uang" jawab gadis yang sama sekali tak peka itu.


"Bukan itu maksud ku, aku cuma sedang mengajak mu berkenalan"


"kau pikir aku mau berteman dengan orang yang suka berkelahi?" Ucap gadis itu, sambil menujukan wajah tak sukanya.


"Hei...!!, walau pun aku suka berkelahi tapi wajahku sangat tampan, dan aku juga tipe pria yang bisa menjaga wanitanya dengan baik, aku serius"


"Terserah kau mau kuat atau pun lemah, aku juga tak mau tau soal kau bisa menjaga wanita mu atau tidak, karna tak ada hubungannya hal itu dengan ku"


Stenli kemudian menarik tangan gadis itu dan berkata


"Aku hanya ingin kamu tau kalau aku orang yang cukup baik"


"Ya..ya...aku tau kau orang yang cukup baik, sudah kan?, aku sudah paham jadi sekarang pergilah" ucap putri sambil menarik tangannya dari pria itu.


"Kenapa kau mau menelpon ku, kita sudah tak ada urusan lagi bukan?"


"Karna kau telah membuat ku jatuh cinta, aku ingin lebih mengenal diri mu lagi, jadi beri aku nomor telpon mu"


Mendengar pengakuan dari stenli membuat hati gadis itu berdegup kencang, karna baru kali ini ada seorang pria yang mengatakan perasaanya pada putri. selama ini meski banyak pria jatuh cinta pada putri, tapi mereka terlalu takut padanya maka tak ada satu pun pria yang berani mengatakan rasa sukanya pada gadis itu.


Saat putri ingin memberikan nomor telponnya pada stenli tiba-tiba suara steve mengagetkan mereka berdua.


"Sedang apa kau disitu?"


Putri langsung berjalan meninggalkan stenli dan berlari ke arah steve berdiri "jadi tom sedang berada bersama mu?, kalau begitu kau sebenarnya bisa membayar dulu tagihan untuk tom..." belum selesai gadis itu berbicara, steve langsung berjalan melewatinya ke arah stenli.


"Apa yang sedang kau lakukan?, cepat katakan!" Bentak pria itu sambil berusaha menahan amarahnya.


"Apapun yang ku lakukan tak ada urusannya dengan mu"


 

__ADS_1


Setelah mendengar stenli berkata seperti itu otomatis membuat mood steve menjadi buruk, dia pun tanpa basa basi langsung memukuli pria itu sampai stenli jatuh tersungkur di tanah.


"Hei steve, terima sajalah kalau cinta mu tak terbalas, jangan melampiaskanya pada orang lain" ucap stenli sambil tersenyum mengejek ke arah steve.


Mendengar hal itu membuat steve semakin meradang, dia pun kembali memukuli stenli, dan stenli berusaha menahan pukulan steve dengan tangannya.


"Wah pria itu benar-benar sudah gila, kenapa dia menahan serangan itu dengan tanganya yang terluka?, bagaimana kalau lukanya semakin parah?" Putri sangat khawatir melihat keadaan stenli.


"Hentikan" ucap putri sambil menengahi perkelahian itu, gadis itu pun berdiri tepat di antara stenli dan steve untuk menghentikan perkelahian kedua pria itu.


"Cepat minggir, ini tak ada hubungannya denganmu, jadi jangan membuat ku kesal, menyingkirlah" ucap steve kesal melihat putri melindungi stenli


"Cukup steve, dia sedang terluka sekarang, kalau kau menantangnya sekarang, bukankah itu keterlaluan?, jangan menyerang orang yang sudah terluka, bisakah kau bicara saja tanpa memukul?"


Mendengar putri membela stenli membuat steve begitu kesal, ia pun meninggalkan mereka. Ia kemudian kembali dan berkata ke arah putri "jangan muncul lagi di hadapan ku, dan aku tak sudi kau memanggil nama ku dengan mulut mu, jadi anggap saja kita tak pernah saling mengenal" steve pun pergi menaiki taxi dan pulang ke rumah ya.


"Pria itu, ada apa sebenarnya denganya?, kenapa dia harus semarah itu? Menyebalkan" ucap putri sambil menatap kepergian steve.


"Apa kau kenal dengan steve?" Tanya stenli


"Ya, kami teman sekelas, apa kau juga mengenalnya?"


"Dulu kami teman akrab, tapi karna sebuah masalah hibungan kami jadi sangat buruk sekarang" ucap stenli sambil tersenyum perih ke arah putri.


Sementara mereka sedang berbicara, tom datang menghampiri putri " kk, sedang apa kau disini?, apa kau melihat steve? Tadi dia bilang......." Belum sempat ia meyelesaikan kata-katanya, tom menatap kaget melihat sosok pria yang ada sedang berdiri bersama kknya.


"Stenli?, kenapa kau ada disini?, kenapa kau ada bersama kk ku?"


"Kk?....woah dunia begitu kecil, jadi putri adalah kk perempuan mu yang dulu selalu kau ceritakan tanpa henti itu ya?"


"Itu bukan urusan mu, kenapa kau ada disini?, dan mengapa kau bersama kk ku?" Tanya tom kesal kearah stenli


Bersambung......


note:


Bagi yang suka baca karya ini, mohon maaf kalau author lama banget upnya....karna author banyak kesibukan, tapi untuk kedepannya author usahakan buat sering2 up.....big hug dari author buat semua yang suka karya ini...🤗🤗🤗❤❤❤, jangan lupa komen dan likenya ya...😘😘👍👍

__ADS_1


__ADS_2