A Choice

A Choice
Sebuah Kecurigaan


__ADS_3

...HAPPY READING...


...*****...


Caramel masih mengintip dibalik buku menu. Ada sesuatu yang panas didalam hatinya, entah itu apa yang ia rasakan saat ini.


"Mel, loe oke kan?",tanya Lili khawatir bila Caramel cemburu.


"Oke kok. Bagaimana ini, lanjut atau tidak?",tanya Caramel pada Lili.


"Menurut loe gimana?. Kalau kita keluar sekarang, gue takut Mike ada di tempat parkiran?".


"Tapi gue juga gak mau ketemu dia saat ini. Apa lagi ada Bu Kiya?. Terus apa hubungannya dengan mereka berdua ya?",oceh Caramel.


"Itu kita bahas nanti. Sekarang, waktunya kita cari cara untuk bisa keluar dari tempat ini dengan aman?".


"Otak gue sekarang lagi ngeblank Li. Loe aja yang mikir!",pasrah Caramel.


"Ya udah, loe ikutin gue ya!".


"Oke!".


Lili berjalan mengendap-endap seperti sedang dalam buronan yang diikuti oleh Caramel. Untung hari ini suasana lumayan rame jadi tidak ada yang peduli terhadap mereka berdua.


Disisi lain Mike sedang duduk didepan kafe. Ia mendapatkan sebuah pesan foto. Ia segera membukakan dengan sigap. Dan....


Deg...


Mike melihat sebuah tempat kafe yang tak asing baginya. Foto dengan Caramel dan Lili yang sedang duduk di kursi kafe. "Bukankah ini foto kafe ini!!!. Mampus gue!!!",oceh Mike menggerutu pada dirinya sendiri. Ia segera masuk kedalam kafe lagi, memastikan bahwa Caramel dan Lili masih stay disini. Ia clingak-clinguk menyapu bersih wilayah kafe dengan seksama. Ia masuk kedalam lagi mencarinya dengan sangat hati-hati. "Dimana nona Caramel sekarang?",tanya Mike pada dirinya sendiri. Ia sekilas melihat sang bos masih setia mengobrol dengan sikap yang tenang. Ia mencoba menghubungi Caramel.


Tut... Tut... Tut...


Caramel berhenti sejenak mengikuti langkah Lili. "Bentar Li, ada telepon!",kata Caramel yang merogoh ponselnya yang ia letakkan didalam tas. Ia melihat layar kaca yang bertulisan sekretaris Mike. "Mike Li... Mike...!",panik Caramel.


Mereka berdua saat ini sedang berada di taman belakang kafe. Suasananya sangat teduh.


"Udah gak usah diangkat!. Kita jalan terus aja!",jawab Lili yang mengandeng tangan Caramel dengan paksa. Karena ia takut akan ketahuan.


Mereka berdua berlari mencari celah supaya Mike maupun Rei tidak mengetahuinya.

__ADS_1


Mike lelah mencari keberadaan Caramel dan Lili. "Mereka dimana ya?. Padahal kafe ini tidak begitu besar!",pikir Mike.


*


*


*


*


*


Rei mencoba duduk dengan tenang dan mengontrol detak jantungnya saat ini. Ia hanya memesan caffe Americano sedangkan Kiya hanya tea greentea.


Kiya bahkan lebih tenang dari pada Rei. Ia duduk dengan menyilangkan kedua kakinya dengan sopan. "Ada apa kamu ngajak aku ketemuan seperti ini?. Bukankah kamu udah gak mau bertemu aku lagi pada saat acara dirumah utama?",tanya Kiya to the point tanpa embel-embel apapun.


"Apa yang kamu mau Key?. Jangan pernah mencari kesalahan terhadap istriku?",tanya Rei balik. Ia menggunakan kata-kata istri dalam perkataannya.


Kiya tersenyum manis mendengar Rei mengucapkan kata istri. "Sebenarnya, aku gak tahu kalau Caramel itu adalah istri kamu pada saat meeting perdana sama dia. Dia sangat cantik, pintar dan profesional dalam bertutur kata. Bahkan aku pertama kali sangat kagum sama dia. Tapi, setelah aku makan malam bersama Mama Donna, aku baru lihat siapa istri kamu. Karena pernikahan kalian tidak di ekspos di media. Apakah kamu malu mempunyai istri yang cantik seperti Caramel?",kata Kiya seperti seorang yang sedang mengejeknya.


Rei hanya mendengus kesal mendengar setiap perkataan dari Kiya.


"Aku gak berniatan mengganggu istri kamu. Tapi, aku hanya mengujinya seberapa hebat istri dari Reizo Darma Abisatya ini!",ejek Kiya secara tidak sengaja.


Kiya hanya tidak percaya bahwa Rei bisa mengatakan seperti itu tentang dirinya. "Siapa yang wanita pengecut?".


"Siapa lagi bukan kamu!",sahut Rei cepat.


"CUKUPPPPP REI!!!... Kamu hanya ingin bertemu denganku, hanya ingin mengejekku dan mengatai seperti itu. Aku benar-benar gak nyangka Rei",kata Kiya marah.


"Lalu aku harus seperti apa Key?. Memujimu setinggi langit?. Haaaa.......!!!",tanya Rei dengan nada yang tinggi. "Cukup kemarin harga diriku, kau injak-injak Key!!!. Aku kira seorang wanita yang bernama Key adalah orang yang paling aku cintai dan sayangi, ternyata semua salah besar. Aku hanya terjebak sama masa laluku yang belum selesai sama kamu. Bahkan mama berharap lebih sama kamu",ungkap Rei kesal.


Hati Kiya terasa sakit saat Rei mengatakan itu. "Sakit mana, seorang laki-laki yang kita cintai tiba-tiba tanpa angin dia menikahi seorang wanita, sedangkan wanita tersebut yang dia cintai sedang mati-matian berjuang menjadi model profesional!!!. SAKIT MANA REI!!!",ungkap Kiya meneteskan air matanya karena sudah tidak bisa membendungnya.


"Kamu nanya Key?. Kamu pergi begitu aja tanpa berpamitan sama aku. Aku gak menginginkan kamu menjadi model profesional, aku hanya ingin kamu menjadi istri seumur hidupku Key!!!. Tapi apa!!!".


"Karena aku mempunyai mimpi Rei. Kamu tahukan, dari kecil mimpiku adalah menjadi seorang model profesional",elak Kiya.


"Lalu?. Apakah kamu berhasil?. Tidak kan!!!",ucap Rei.

__ADS_1


Kiya hanya pasrah dengan semua keadaan ini. Ia mungkin selama ini salah mengambil langkah dalam dunia permodelan. Kariernya hancur gara-gara skandal pelakor tersebar di semua media manapun.


"Mungkin saat ini mama gak tahu soal video itu. Tapi, suatu saat pasti mama akan tahu semuanya!",kata Rei.


"Jadi mama Donna belum mengetahuinya?",tanya Kiya.


"Tanya aja sama mama sendiri".


"Rei, aku kira mama udah tahu. Dan mama menerimaku apa adanya".


"I don't Key".


"Aku sama dia gak ada hubungan apa-apa Rei. Kita hanya rekan bisnis dalam dunia permodelan. Iya, aku akui aku salah karena salah melangkah dalam tanda tangan kontrak, tapi aku gak tahu kalau dia udah punya seorang istri. Karena aku gak ada curiga sama sekali sama dia!",jelas Kiya panjang lebar.


Rei hanya tersenyum mengejek. "Dia pengusaha besar loh Key!. Gak mungkin kamu gak mengenalnya!",kata Rei dengan nada mengejek.


"Rei".


"Cukup Key!. Aku udah gak mau bahas itu lagi. Hal itu adalah hal yang terpahit dalam hidupku. Aku gak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Aku dulu sangat berat untuk melupakan kamu, tapi setelah ada Arzan, kamu udah gak ada artinya lagi bagiku Key!",kata Rei gemetar.


Dhuarrrr...


Hati Kiya terasa sangat perih mendengar perkataan Rei. Laki-laki yang berada dihadapannya adalah cinta pertamanya setelah papanya, tapi sekarang sudah melupakannya dengan mudahnya. Air mata Kiya tidak terasa menetes deras di pipi manisnya.


Rei berdiri ingin sekali meninggalkan Kiya seorang diri. Ia sekarang sudah muak dengan sandiwara sang mantan.


"Lalu mengapa kamu masih memanggil namaku dengan sebutan Key?. Bukankah itu nama kesayanganku?",kata Kiya sebelum Rei melangkah kali terlalu jauh dari kursi.


Rei menutup matanya sekejap. "Kalau kamu keberatan, aku akan memanggil kamu dengan KIYA",tegas Rei yang langsung pergi begitu aja.


Kiya menundukkan kepalanya di meja. Ia menangis dalam diam dan tertunduk


Disisi lain Caramel dan Lili sudah memasuki mobil Lili. Lili dengan cepat langsung mengemudi dan meninggalkan cafe tersebut.


"Syukur kita udah pergi dari kafe itu!",lega Lili yang fokus menyetir.


Caramel menengok ke belakang mobil. Ia melihat Mike yang baru saja keluar dari kafe seperti sedang mencari sesuatu dan berbicara sama seseorang yang memakai jaket hitam dan kaca mata hitam. Siapa wanita itu?. Mengapa Rei mengenalnya dan berbicara seperti orang yang udah lama kenal?. Apa jangan-jangan Rei adalah orang yang menggagalkan tenderku?.


...*****...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih...


__ADS_2