
...HAPPY READING...
...*****...
Caramel duduk di kursinya merasa lega dan plong karena masalah satu persatu terselesaikan.
Lili membersihkan berkas-berkas yang ada di atas meja. "Sepertinya yang gue lihat, Bu Kiya sengaja membuat masalah ini!".
"Sepertinya. Karena dia udah tau kalau gue istrinya, mantan tunangannya. Ya semoga ini tidak terjadi lagi soal masalah pribadi. Gue nggak mau masalah pribadi di bawa-bawa dalam masalah kantor!",ujar Caramel menyenderkan punggungnya.
"Lalu gimana kelanjutannya loe kemarin?. Kenapa loe nggak ngabarin gue kalau loe kenapa-kenapa kemarin?. Loe benar-benar buat hidup gue bad mood ya Mel?",sungut Lili.
"Sorry Li, kemarin diluar kendali gue!. Gue terlalu banyak pikiran sampe-sampe asam lambung gue kumat lagi dan gue sempat dibawa ke rumah sakit!",jelas Caramel.
"Mikirin apaan sih, sampe-sampe pakai acara kumat segala?",tanya Lili penuh selidik.
"Itu - ".
"Itu apa?",sahut Lili penuh selidik lagi. "Jangan bilang loe udah mulai jatuh hati kepada Tuan Reizo Abisatya?",goda Lili.
Tiba-tiba seseorang masuk kedalam ruangan yang tanpa mereka sadar. "Apa!!!. Jatuh cinta sama tuan Reizo Abisatya?. Loe serius Mel?",tanya Angel syok mendengar percakapan mereka berdua.
Caramel dan Lili menengok kebelakang, benar adanya seseorang telah berdiri di dekat pintu. "Opsss".
Angel adalah tukang gosip yang selalu viral di kantor. Dia juga buat onar terhadap seseorang yang menjadi saingannya. Dia tidak mau tersaingi oleh siapapun, termasuk Caramel dan Lili.
Caramel dan Lili saling menatap. Mereka mempunyai ide yang sangat cemerlang.
"Eh... Angel, bidadari kantorku. Mengapa kalau loe datang selalu menghantuiku setiap saat. Seperti mbak Kunti yang gentayangan mencari mangsanya!",goda Lili mendekat ke arah Angel. Lili meraba setiap tubuh Angel dengan gelinya.
"Ih... apaan sih Li?. Menjijikan tahu nggak!",kesal Angel yang mencoba menghindari belaian dari Lili.
Caramel hanya melihat tersenyum melihat tingkah laku Lili.
__ADS_1
"Loe jangan-jangan suka kali sama gue?. Ih...najis banget loe, Li!",kesal Angel.
"Kalau suka sama loe gue harus mikir-mikir dulu ya?. Kalau mbak Kunti, lebih baik pilih dia!",goda Lili.
"Enak aja!. Gue lebih dari mbak Kunti ya!. Loe nggak lihat, semua para cowok kantor ini semua naksir sama gue!",oceh Angel. Ia melipat kedua tangannya didepan dada. "Oh ya, gue lupa kalau ternyata loe nggak suka ya sama cowok!. Pantes aja jomblo akut!",ejek Angel.
"Oh ya, jangan sok tahu loe!. Emang loe nyokap bokap gue apa, yang tahu semua kepribadian gue?. Nggakkan!",sahut Lili kesal.
"Bilang aja, emang gitu kenyataannya!",seru Angel. Ia berjalan kearah Caramel yang sedang melihat pertengkaran yang tak terduga itu. "Oh ya Mel, gue lihat tadi loe diantar ya pakai mobil mewah?. Dia siapa Mel?. Simpanan loe?. Atau sugar daddy loe?",ujar Angel menohok. "Oh... jangan-jangan bapak dari anak loe itu ya? Soalnya selama ini loe nggak nunjukin siapa bapaknya dari anak loe itu?".
Caramel mengangga tidak percaya apa yang dikatakan oleh salah satu seorang yang ia enggan untuk bicara, karena mulutnya selalu berkoar-koar dimanapun dia berada.
"Eh...manusia laknat, gue belum selesai ngomong ya sama loe!",seru Lili kesal. "Loe kalau ngomong jangan asal ya.....!!!" sambung Lili merasa kesal dengan tingkah laku Angel.
Caramel menghela nafasnya pelan karena ia tidak mau terbakar emosi seperti Lili, biar pun orang bicara tentang dirinya itu tidak masalah, selama anaknya aman-aman saja. "Angel, selama gue bekerja disini sebelum loe, gue sama sekali belum pernah ikut campur urusan orang lain loh. Lalu mengapa loe koar-koar seperti itu?. Semata-mata loe paling benar dan paling cantik!",ujar Caramel menohok. "Dan satu lagi, loe sok tahu mengenai masalah pribadi seseorang!".
Angel mengibaskan rambut panjangnya. "Memang begitu kenyataannya!. Dan soal tadi, Reizo Abisatya, loe jangan bermimpi ketinggian, jatuh sakit loh!",oceh Angel lagi.
"Astaghfirullah, eh... manusia laknat, loe kalau ngomong jangan semena-mena ya sama kita!. Loe sendiri apa, loe udah pernah kenal sama Reizo Abisatya, belum kan?. Jadi jangan sok gaya loe, bahasa loe!. Pakai jangan mimpi ketinggian lagi!. Seharusnya loe tuh yang jangan mimpi ketinggian!. Gue takutnya loe mimpi, loe juga yang kecebur empang!",tawa Lili sangat renyah dan nyaring di ruangan tersebut.
Lili tertawa sangat keras karena telah puas dengan mengejek Angel. "Emang dia siapa?. Titisan dari raja mana!. Enak aja ngata-ngatain kita seenaknya aja!".
"Udahlah Li. Orang gitu loe ladeni, kayak nggak ada kerjaan aja loe!",ujar Caramel yang kembali ke laptop untuk membuat laporan berita acara hari ini.
Rara masuk kedalam ruangan meeting. Ia membawa dua undang. "Halo semuanya!. Asyik bener sih di atas gedung ini!",goda Rara yang berdiri di samping Caramel.
"Bukannya loe juga berada di gedung yang sama ya!",sahut Lili menatap Rara.
"Ck... ngomongnya bisa biasa aja nggak Li?. Kayaknya gue belum pernah buat salah deh sama loe!" saran Rara.
"Gue lagi esmosi nih sama kudanil itu!",sungut Lili.
"Kudanil siapa sih?",tanya Rara menatap Lili lalu Caramel bergantian.
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan Angel!".
"Angel loe tanggepin. Udah deh Li, dia itu nggak waras! Loe sih, kelamaan jomblo malah kesana kesini deh!",sambung Rara mengejek.
"To the point aja deh loe, Ra! Gue lagi nggak mood nih. Ada apa?. Apa perlu bantuan soal masalah devisi dua yang masalahnya nggak kelar-kelar?",ujar Lili.
"Enak aja!. Mel, kenapa loe betah banget sih sama nih anak di devisi satu?. Loe nggak minat gitu cari penggantinya?",sahut Rara tidak mau kalah.
"Boleh. Ide yang bagus itu Ra!. Devisi dua apakah ada yang mau masuk ke devisi pertama?",goda Caramel bersemangat empat lima.
Lili langsung memanyunkan bibirnya malas. "Ra, kalau ngomong ati-ati ya loe, Ra!. Nggak usah bujukin Caramel seperti itu, gue nggak mau kehilangan soulmate gue!",ancam Lili menunjuk jari telunjuknya ke arah Rara.
"Cih... najis soulmatan sama loe!",ejek Rara.
"Udah deh, nggak usah banyak cingcong loe disini. Malas gue debat sama loe!. Nggak akan ada habisnya!".
Rara menjulurkan lidahnya merasa menang dari Lili. "Ok... Ok...! Nih buat kalian berdua!" Rara meletakkan dua undangan pesta ulang tahun.
"Undangan apa ini?",tanya Lili meraih dan membukanya. "What, ulang tahun? Pak Henry, Komisaris perusahaan ini?" tanya Lili tidak percaya.
"Iya. Semua karyawan perusahaan kita di undang. Oh ya, kalian harus datang karena di sana banyak para konglomerat yang di undang. Dan pastinya banyak cogan-cogan oppa Korea gitu!",ujar Rara sambil membayangkan cowok-cowok yang ganteng.
"Cih...alay banget sih loe, Ra! Loe itu nggak pantes sama oppa-oppa Korea, loe pantesnya sama tuh si Supri tukang parkir kita!",kata Lili yang langsung menghindar saat Rara melemparkan benda ke arah Lili.
"Enak aja! Ya udah, gue malas berdebat sama tuh kurcaci satu itu!" pamit Rara yang langsung meninggalkan ruangan.
"Loe sih Li, Rara loe ladeni!",kata Caramel meraih undangan dan membukanya. "Kita ngado apa nih Li, ya kali dasi kupu-kupu?",kata Caramel.
Lili yang masih fokus membaca undangan itu langsung gagal fokus dengan tulisan pesan dibawah undangan tersebut. "Loe nggak baca apa, tanpa mengurangi rasa hormat, para tamu dilarang membawa hadiah atau bingkisan apapun!. So, nggak usah repot-repot bukan!" Lili merasa bahagia seperti menang lotre hari ini, karena tidak perlu bingung-bingung mencari kado yang mungkin harganya mahal untuk sekelas komisaris perusahaan ini.
"Ck....Iya sih. Kalau gratis itu lebih enak dan nikmat!"sahut Caramel.
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...