A Sentence

A Sentence
09. Story


__ADS_3

Mereka melanjutkan perjalanan mereka dan kembali memasuki hutan yang mungkin berbahaya. Didalam perjalanan, Aca dan Jungkook hanya diam, mereka tidak terlalu banyak melakukan pembicaraan.


“Seberapa lama kita harus berjalan untuk menuju ke sana?” akhirnya Aca bertanya.


“Bisa 3 hari jika terus berjalan. Kau bisa sampai kesana sekarang juga jika kau ingin dengan kemampuanmu. Tapi aku hanya menyarankan jika memang kau ingin cepat sampai kesana.” jawab Jungkook.


“Aku tidak ingin menggunakannya. Aku ingin terbiasa dengan perkataanku, aku akan sulit terlepas dari ketergantungan kemampuanku jika terus menerus menggunakannya. Dan bukannya kau akan membantuku?” Aca melirik Jungkook yang memandang lurus kedepan.


“Ya, aku akan membantumu, dan yang tadi juga salah satu caraku untuk membantumu. Kau sudah bisa mengontrol keinginanmu.” Jungkook melirik Aca.


Hanya itu obrolan mereka, seterusnya tidak ada lagi suara selain suara binatang yang saling saut menyaut.


“Aku sudah mendengar beberapa penjelasan tentang negeri ini dan beberapa penjelasan tentang kerajaan Pan. Bisakah aku mendengar penjelasan yang mungkin belum aku dengar darimu?” Aca melirik Jungkook. Gadis itu melihat Jungkook mengangguk.


“Ya seperti yang kau ketahui, raja dan ratu meninggal saat putri masih kecil, mereka diserang oleh para penyihir jahat. Dari kecil aku selalu bermain di sana bersama raja, beliau adalah sosok pemimpin yang sangat rendah hati. Dan sepertinya karena aku termasuk keponakannya juga. Yang aku tahu dalam keluarga kerajaan tidak pernah ada yang haus akan jabatan, kecuali Tie, dia juga keluarga kerajaan yang diasingkan karena pernah mencoba membunuh putri.” Jungkook menarik nafas dan menghembuskannya pelan.


“Dan tidak ada yang bisa meneruskan penerus tahta selain darah daging raja sendiri.”


“Seharusnya ada sesuatu yang spesial bukan dari keturunan asli raja?”


“Ya, warna rambut dan matanya. Aku melihat tuan putri saat baru lahir sebelum perang, dia memiliki warna rambut sepertimu dan mata yang berwarna merah biru.”


“Mungkin jika rambut sepertiku di duniaku banyak, tapi dari awal aku disini dan melihat cukup banyak orang kenapa tidak ada ya? Dan warna bola mata itu sepertinya sangat bagus jika aku melihatnya secara langsung. Merah biru ya? Ah kombinasi yang sangat cantik.”


“Ya, jika warna rambut, hanya raja yang memilikinya dan turun kepada putrinya. Dan untuk warna mata itu dari raja dan ratu, sungguh luar biasa bukan? Raja berkata jika keturunan nanti yang akan hadir, mata ini akan turun menurun dan menandakan jika si pemiliknya adalah asli keturunan raja.”


Aca mendengar dengan cermat dan berpikir sesuatu. Sekian lama Jungkook bercerita dan akhirnya Aca ingat.


“Tunggu,” Aca berhenti berjalan. “Aku dulu pernah operasi mata, aku hanya menurut pada saat itu, kata ayah mataku bermasalah jadi harus dioperasi tapi aku rasa mataku tidak bermasalah. Dari saat aku bisa melihat, kata nenek ibu tidak pernah mengijinkanku bercermin sampai aku operasi. Aku sangat penasaran kenapa, apa aku harus memastikannya?” Aca melirik Jungkook.


“Ya itu terserah, itu hakmu.”

__ADS_1


“Tapi aku tidak ingin membuat ayah kecewa, karena ini kemauan ayah.”


“Jangan lakukan. Percayakan pada ayahmu.”


“Yah, sepertinya harus seperti itu.”


Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan Jungkook yang terus bercerita tentang kerajaan Pan, dan ia juga menceritakan tentang panglima satu-satunya yang terus melindungi tahta raja dan ratu sekaligus manusia satu-satunya dinegeri Pandora. Jungkook bilang jika beliau tidak pernah mengkhianati raja.


“Oh ya, Aca?”


“Hm?”


“Berjanjilah padaku kau harus tahan untuk tidak menggunakan kelebihanmu mulai sekarang?"


.....


Langkah kaki Aca berhenti saat pandangannya melihat segerombolan orang berpakaian prajurit tengah menindas seorang pria tua.


Aca menghentikan salah satu orang yang sedang melayangkan tangannya untuk memukul kakek itu.


"Hentikan." Aca bersuara.


"Wah lihat, perempuan cantik? Sangat jarang melihat ada perempuan didesa ini. Seharusnya anda tidak ikut campur dengan urusan kami, nona." ucap pria yang lengannya masih Aca tahan.


Aca melepaskannya dan berdiri didepan kakek tersebut.


"Apa masalah kalian dengan kakek ini?" tanya Aca dingin.


"Kakek penyihir itu tidak memberikan makanan kepada kami."


"Kalian tidak pernah membayarnya! Sedangkan kami sedang kesusahan dengan bahan makanan dan juga uang." kakek dibelakang Aca bersuara.

__ADS_1


"Sudah wajar jika kakek ini tidak memberikannya. Kalian seharusnya membayar itu dan memperlakukan kakek ini dengan baik."


"Heh siapa kau? Berani sekali memerintah kami hah?!" pria lain berbicara.


"Habisi mereka!" pemimpin kelompok prajurit itu memerintah lalu berbalik.


Ia berjalan menjauh lalu langkahnya berhenti saat melihat Jungkook yang berdiri dengan kedua tangan menyilang didepan dada dengan sangat angkuh.


"Tuan? Hormat saya, sedang apa tuan disini?" pria itu membungkukkan badannya dengan sopan.


"Apa raja Bal tahu perbuatan prajuritnya seperti ini saat didesa?" Jungkook bertanya dengan tegas.


"Maaf?"


Jungkook tidak menjawab, lelaki itu langsung berjalan mendekati Aca yang sudah siap dengan serangan para prajurit itu.


Jungkook menarik pedangnya dan menahan pedang prajurit yang hampir saja mengenai Aca.


Prajurit yang sadar jika lelaki didepan mereka adalah Jungkook langsung menghilangkan senjata mereka bagaikan angin. Jungkook juga langsung menurunkan pedangnya.


"Saya akan mengingat wajah kalian," Jungkook mengangkat sebelah tangannya lalu cahaya berwarna merah keluar dari telapak tangannya dan membuat sebuah portal merah. "Kembalilah ke kerajaan kalian! Jika saya melihat kalian lagi, saya akan membuat pernyataan untuk melenyapkan kalian kepada raja Bal." lanjutnya.


Para prajurit itu mengangguk lalu masuk kedalam portal setelah memberi hormat kepada Jungkook.


Jungkook melirik pemimpin prajurit yang sebelumnya menyapanya. "Masuk dan saya akan melaporkan apa saja yang kalian perbuat didesa."


Setelah meminta maaf pria itu langsung masuk dan portal hilang seketika.


Lalu Jungkook melirik Aca yang tengah membantu kakek itu bangun lalu menuntunnya pelan ke dalam tempat makan milik kakek itu.


Jungkook juga melihat orang-orang yang memperhatikan mereka sedari tadi tengah memberi hormat dengan takut. Jungkook langsung berbalik untuk menghampiri Aca ke dalam.

__ADS_1


TBC


__ADS_2