A Sentence

A Sentence
08. Friends


__ADS_3

Sebelumya Leona menjelaskan kalau Jungkook akan benar-benar membantunya. Jungkook juga bisa membantu untuk berlatih dengan kemampuannya. Leona berkata sebelumnya jika manusia seperti Aca tidak ada lagi, dia dianugerahi kemampuan atas dasar kekuatan kedua orang tuanya yang disatukan. Tapi yang Aca tahu, kedua orang tuanya hanyalah manusia biasa yang sudah ia bunuh.


Tapi Aca sendiri masih terkejut dengan foto kedua raja dan ratu Pan, keduanya memiliki wajah yang sama dengan kedua orang tuanya, karena itulah Aca masih bingung sampai saat ini.


Kini dirinya tengah duduk santai dengan Jungkook, lelaki yang menyelamatkannya dari serangan seorang Tie.


Entah apa yang merasuki Aca, gadis itu sekarang tengah bercerita tentang wajah kedua pemimpin Pan yang sama dengan wajah kedua orang tuanya. Aca terlihat nyaman didekat Jungkook saat ini.


“Aku tahu kau ingin bercerita, nona. Jika memang benar, berceritalah. Karena seterusnya kau akan terus bersamaku, setidaknya aku sedikit tahu tentang dirimu.” Jungkook melirik gadis disampingnya yang tengah tenang menatap danau dengan ikan kecil yang bermunculan ke atas. “Aku tidak akan memaksa.” lanjutnya.


“Aku…” Aca menarik nafasnya pelan dan melanjutkan, “Aku sudah membunuh kedua orang tuaku, dan aku tidak mungkin membangunkan mereka yang sudah tenang hanya untuk bertanya hal seperti itu. Eh tapi aku yakin mereka tidak tenang dialam sana karena anaknya yang sangat kejam ini sudah membunuh mereka.” Aca menutup matanya.


Jungkook yang melihatnya hanya bisa diam, dia tahu jika Aca sangat hancur saat itu. “Kadang kami juga membuat kesalahan yang tidak terduga, bukan hanya manusia. Aku juga kadang membuat masalah yang berakibat fatal dan membuat diriku sendiri menyesal.” ucap Jungkook santai. Lelaki itu melirik Aca yang masih menutup mata, namun tidak lama Jungkook melihat cairan bening yang mengalir di ujung mata cantik Aca.


“Sekarang, nona. Secara tidak langsung aku sudah menjadi pelindungmu sekarang. Jadi, apa kau mau menjadi temanku? Setidaknya dianggap teman lebih baik daripada dianggap bodyguard kan?” Jungkook menarik senyumnya saat melihat bibir Aca sedikit terangkat.


“Teman ya? Sudah lama sekali sejak aku mendengar tawaran itu.” Aca membuka matanya. “Sepertinya kata ‘teman’ sudah sangat asing. Haha…” tawanya terdengar sangat hambar.


“Jangan terpaku pada masa lalumu, nona. Karena hal itu tidak akan bisa mengubah masa depanmu, aku yakin jika masa depanmu akan bagus.”


“Aku tidak pernah punya teman.”

__ADS_1


“Jadikan aku sebagai temanmu dan aku akan membantumu sebisaku.”


“Tentu.”


…..


“Jungkook?” Aca bersuara setelah sekian lama mereka berjalan bersama ke dalam hutan. Jungkook sendiri hanya berdehem menanggapinya.


“Anak raja dan ratu jika masih hidup beliau umur berapa? Seharusnya kau tahu.” tanya Aca, langkahnya sedikit melambat saat melihat Jungkook berhenti sejenak lalu berjalan kembali.


“Seharusnya sama denganmu, dia adalah bayi yang sangat cantik, dan rambutnya….” Jungkook mengulurkan tangannya dan menyentuh ujung rambut Aca yang terurai, Aca sendiri hanya diam sambil melihat gerak gerik lelaki didepannya. “Berwarna sama sepertimu.” Jungkook langsung sadar dan menarik kembali tangannya. “Maaf.”


“Apa kau mewarnai rambutmu?”


“Jika kau tidak percaya akan aku tunjukkan.” Aca menarik nafas. “Mewarnai rambutku dengan warna merah.” dan seketika itu juga warna rambut Aca langsung berubah. “Ubah kembali ke warna rambut asli.” Aca kembali berbicara dan warnanya kembali pirang.


Jungkook hanya diam melihatnya, ia sebenarnya sangat takjub dengan kemampuan gadis cantik di depannya ini, baru kali ini ia menemui wanita seaneh Aca. Tapi disisi lain ia juga bingung dengan penjelasan Aca tentang kesamaan wajah kedua orang tuanya dengan wajah kedua pemimpin Pan.


Apa hanya sebuah kebetulan?


…..

__ADS_1


Aca membuka kedua matanya dan langsung disambut oleh cahaya terang dari langit yang menandakan kalau sudah siang. Malam tadi ia dan Jungkook memutuskan untuk tidur ditempat yang menurut Jungkook aman, Aca mempercayainya karena Jungkook bercerita jika lelaki itu mengetahui segala isi hutan ini.


Suara burung berkicauan di pagi hari sangat jarang Aca dengar, biasanya ia bangun dengan keheningan yang menyelimuti hidupnya dan dengan mimpi buruk yang selalu menghantui, namun malam tadi mimpinya sungguh indah. Benar-benar sebuah keajaiban.


Aca duduk dan melirik sekitarnya, gadis itu tidak menemukan sosok Jungkook dimanapun.


“Datangkan Jungkook!” gumam Aca dan sosok yang dicarinya langsung ada didepan matanya. Jungkook dengan kedua tangan yang penuh dengan makanan dan dilanjut dengan ekspresi wajah terkejutnya duduk dengan manis didepan Aca.


“Astaga! Bisa mati aku. Nona….” Jungkook menarik nafasnya. “Tolong, jangan lakukan itu lagi, oke?” tanya Jungkook sambil menyimpan makanan berupa sayuran aneh dan beberapa buah-buahan di depan kaki Aca yang melipat.


Aca mengangguk kecil. “Maafkan aku, kau pergi tanpa bilang dan kau bilang kalau kau adalah temanku, tapi malah meninggalkanku. Dan panggil aku dengan sebutan nama, Aca Kim, panggil aku Aca, jangan nona.” tegasnya.


Jungkook hanya tertawa kecil. “Ternyata manusia dingin sepertimu bisa cerewet juga.” Jungkook tertawa kecil melihat Aca yang berbicara seperti itu dengan wajah datar. “Sekarang makanlah, kau butuh makan.” lanjutnya.


Aca melirik beberapa makanan di depannya.


“Oh aku lupa, kau baru pertama kalinya memakan makanan Pandora ya, mari aku jelaskan makanannya.” Jungkook langsung mengerti saat melihat tatapan Aca yang aneh kepada makanannya, karena ia tahu sepertinya didunia manusia makanan ini tidak ada.


Jungkook dengan sabar menjelaskan satu per satu makanannya dari sayur sampai buah-buahan segar yang berwarna-warni tersebut. Dan akhirnya Aca tahu jika makanan di depannya tidak beracun dan bisa dimakan dengan Jungkook yang menjadi pencoba pertama.


TBC

__ADS_1


__ADS_2