A Sentence

A Sentence
07. Answer


__ADS_3

Apa yang sebenarnya membuat kalian yakin bahwa hidup kalian bahagia? Banyak diluar sana, seorang anak kecil ataupun dewasa telah kehilangan kebahagiaan mereka, bahkan banyak diantaranya telah kehilangan hidup untuk selamanya. Dan sebuah ungkapan itu berlaku untuk seorang gadis cantik yang sangat istimewa, Aca Kim.



Saat ini, Aca berusaha mengorek semua jalan hidupnya dan mungkin mengetahui jati dirinya.



"Tujuanmu? Saat ini dan seterusnya, kau hanya perlu menemukan jalanmu sendiri menuju kerajaan pusat, Pan. Jika kau menggunakan kemampuanmu dengan baik dan benar, maka yang kuasa akan memudahkan jalanmu, namun jika kau dikuasai oleh keserakahan, maka kau akan tamat, nak. Saat kau sudah sampai di Pan, maka kau akan menemukan semua jawaban kehidupanmu. Kau bisa menggunakan mulutmu itu sekarang juga, bahkan kau bisa pindah kursi dari sini kesana."



"Tapi aku tidak akan melakukannya."



"Benar, jika kau melakukannya, kau akan memiliki tujuan yang tidak terarah dengan baik. Kau harus melakukan apapun yang harus kau lakukan diluar sana demi perjalananmu."



"Hm, oke. Dan sekarang, apa aku boleh melihat foto raja dan ratu yang sudah meninggal?"



"Tentu. Lea? Bisa kau ambilkan fotonya dikamar ibu?" 



Lea mengangguk. "Tentu." setelahnya Lea berenang keluar dari ruangan. Jangan lupakan kalau mereka berada dibawah air.



Tidak lama Lea kembali masuk dengan sebuah kotak datar yang terisi sebuah foto disana.



Saat foto itu dikeluarkan, Liona langsung memberikan fotonya kepada Aca. 



Mungkin Aca akan mati jika memiliki riwayat jantung, gadis itu benar-benar gila. Foto yang dilihatnya, kedua sosok pemimpin Pandora, bukankah mereka ayah dan ibu Aca? Namun berbeda penampilan.



Liona dan Lea yang melihat reaksi Aca terlihat bingung.



"Ada apa?" tanya Lea memastikan.


__ADS_1


Aca memandang Liona dan Lea. "Apa benar mereka raja dan ratu?" tanyanya memastikan. Tentu saja Liona dan Lea mengangguk.



Duarrrr



Suara ledakan terdengar jelas diluar sana. Liona yang mendengarnya refleks langsung bersiap. "Lea, sepertinya pembersihan daerah ini belum sepenuhnya bersih. Ibu akan membereskannya, tolong jaga Aca." ucap wanita berumur ratusan itu lalu langsung pergi.



"Ada apa?" tanya Aca penasaran. Suara ledakan itu tembali terdengar.



"Sepertinya para mermaid jahat, mereka utusan penyihir jahat yang ditugaskan merusak lautan. Mereka sangat berbahaya." jelas Lea. Aca dapat melihat mimik khawatir dari seorang Lea, kenapa? Ibunya turun langsung sebagai seorang pemimpin lautan, ia khawatir akan terjadi sesuatu hal yang buruk.



"Biarkan aku keluar untuk membantu." pinta Aca.



Lea terkejut. "Tidak... tidak. Kau harus tetap disini, ibu menyuruhku menjagamu."



"Tapi apa kau akan diam saja? Kau tidak ingin membantu ibumu?"




Disinilah mereka, bersembunyi dibalik batu besar didepan bangunan mewah yang belum sepenuhnya jadi, mereka melihat bagaimana pertempuran sengit Liona dengan seorang mermaid berekor hitam yang terlihat menyeramkan. 



Banyak mermaid pengawal Liona yang sebagian mati dan sebagian lagi sedang ikut bertempur. Namun sepertinya Liona sendiri sudah kewalahan menghadapi mermaid jahat itu.



Aca berpikir lagi akan menerobos membantu apa hanya diam menonton saja.



Lalu Aca refleks mengangkat tangan kanannya lalu mucul sebuah tombak berwarna biru dan hijau dengan ujung tombaknya yang berwarna emas.



Lea yang melihatnya sangat terkejut. Ia tahu bentuk tombak itu.

__ADS_1



Aca berenang agak tinggi lalu menarik tombaknya ke belakang lalu memusatkan pandangannya ke arah mermaid jahat itu dan Aca melemparkan tombak tersebut. Tepat mengenai jantung mermaid itu, mermaid itu langsung hangus.



Leona yang melihatnya dengan sekilas langsung diam, wanita itu langsung melihat Aca yang sedang mengatur nafas. Leona juga mengetahui tombak tadi.



Leona melirik ibunya yang tengah berbicara kepada para pengawalnya.



Setelah selesai berbicara Leona langsung menghampiri Lea dan Aca.



"Aku tidak tahu harus berbicara apa lagi, semakin lama kau disini sepertinya akan semakin banyak mermiad jahat datang kesini. Tadi dia berbicara tentang dirimu yang datang kemari dan ingin membawamu." jelas Leona.



"Aku?" Aca menunjuk dirinya sendiri. 



Namun setelah Aca mengobrol sebentar dengan Leona dan Leona menyuruh Aca sebaiknya pergi bersama Jungkook, karena ia tahu jika Jungkook telah ditugaskan oleh ibunya untuk menjaga Aca sampai dengan selamat ke Pan.



Aca sempat bimbang untuk bertemu kembali dengan Jungkook setelah kejadian sebelumnya, tapi Leona berkata jika Jungkook sebenarnya ada didekat danau ini.



Aca kembali naik ke daratan dan kakinya langsung kembali lagi seperti sebelumnya. 



Aca mengedarkan pandangannya dan menemukan sosok lelaki yang tengah tertidur didekat pohon.  Aca yang penasaran langsung menghampiri lelaki tersebut. 



"Jungkook?"



TBC



Kalo ada yang kepo lebih lanjut bisa mampir ke Watt*ad ya, disana ada lebih chapternya.

__ADS_1



@ShellaAngelita a.k.a Laknat


__ADS_2