A Sentence

A Sentence
5. Night 2


__ADS_3

Jungkook, lelaki didepan Aca adalah Jeon Jungkook.



Perbedaan suasana didekat Jungkook yang pada saat didalam istana tadi dengan yang sekarang sangat berbeda, itulah yang Aca rasakan saat ini. Lelaki didepannya ini entah kenapa terasa sangat menakutkan.



"Kenapa kau kemari? Sekarang apa yang kau perbuat?" tanya Jungkook dengan wajah yang datar. 



Tie mengangkat tangannya dan seketika pedangnya yang terlempar jauh kembali ke genggamannya. Lalu lelaki itu menyeringai sambil menatap Jungkook yang sedang menatapnya juga.



"Kenapa? Apa aku tidak boleh kemari, Kookie?"



"Tidak, kau bukan lagi bagian dari kami. Dan jangan panggil namaku dengan mulutmu yang kotor itu."



"Jangan seperti itu, saudaraku. Kau akan menyesal nanti jika sekarang kau seperti ini." Tie memiringkan kepalanya sambil berucap.



Aca sungguh bingung, ada apa sebenarnya.



"Dan juga, kenapa kau menyembunyikan manusia ini? Apa kerajaanmu terlalu lemah untuk mendeteksi ada seorang manusia atau memang manusia ini yang hebat? Atau Pan yang lemah?"



"Jaga bicaramu, Tie. Dia berada dibawah pengawasan kami. Jangan pernah ke wilayah ini lagi, jika aku masih melihat kau disini, aku tidak akan segan untuk menangkapmu."



"Peri kecil itu...." gumam Aca. Jungkook mendengarnya dan menoleh ke arah Aca lalu kembali menatap Tie.



"Kembalikan peri Pan sekarang juga." ucap Chiko pelan.



"Aku membutuhkan peri ini sayangnya, jadi aku tidak akan melepaskannya."



"Jika memang seperti itu, aku tidak akan melepaskanmu." setelah mengatakannya, pedang yang digenggam oleh Jungkook tiba-tiba bersinar lalu memancarkan sinar biru.



Dalam sekejap, Jungkook sudah berhasil membuat Tie terjungkal ke belakang karena kehilangan keseimbangan dari serangan mendadak dari Jungkook. Jungkook sendiri sudah kembali didepan Aca.

__ADS_1



"Aku tidak tahu apa yang terjadi kepadamu, nona. Jadi aku harap kau bisa membantuku karena busur panah itu terlihat familiar bagiku." lagi-lagi, setelah berucap, Jungkook kembali menyerang Tie.



Gelapnya malam telah menjadi saksi pertempuran mereka dan juga menjadi saksi jika Aca sudah benar-benar gila. Pertempuran didepannya sungguh diluar pemikirannya, sebelumnya pertempuran seperti itu hanya bisa ia lihat melalui film fantasi kesukaannya, namun malam ini, Aca melihatnya sendiri dengan kedua matanya.



Aca kembali terbang saat ia berniat melompat sedikit, setelah mengatur keseimbangan, Aca membidik Tie. Namun kesulitan mulai membuat Aca kesal dikarenakan gerakan Jungkook dan Tie sama gesitnya dan ia takut jika busurnya salah sasaran.



Aca memiliki rencana yang menurutnya mulutnya ini bisa membantu. Aca mengangkat busurnya dan seketika anak panah es keluar.



"Buat jalan untuk anak panahku sehingga bisa mengenai Tie." gumam Aca dan setelahnya gadis itu melepaskan tangannya. 



Benar saja, Jungkook tergeser dengan sendirinya sedikit menjauh lalu anak panah Aca berhasil mengenai Tie lalu lelaki itu membeku. Jungkook terkejut melihatnya, badannya mendadak tertarik ke samping dan semuanya terjadi begitu saja.



Jungkook melirik Aca yang masih berada di atas lalu perlahan gadis itu turun dengan tenang.




Jungkook segera melakukan sesuatu yang lagi-lagi membuat Aca bingung. Aca melihat Jungkook yang menghampiri Tie lalu menyentuhnya dan seketika Tie berubah menjadi sebuah cahaya lalu masuk kedalam kantung celananya.



"Ayo kembali. Disini tidak aman." ajak Jungkook, namun Aca segera menggelengkan kepalanya.



"Terima kasih bantuanmu, dan tolong lepaskan peri kecil itu. Aku tidak bisa tinggal lama disini, aku harus melakukan sesuatu. Dan untuk yang tadi, saudara? Sepertinya aku harus merahasiakan itu bukan? Aku akan berusaha merahasiakannya." ucap Aca, lalu ia berbalik dan pergi ke hutan yang lebih dalam.



Jungkook hanya diam menatap kepergian Aca tanpa berniat mencegahnya.



Sesungguhnya, Jungkook sangat penasaran dengan sosok Aca yang begitu misterius, dari mana asalnya, ayah ibunya siapa, kenapa dia sebagai seorang manusia bisa memasuki Pandora yang notabenenya negeri tersembunyi, kenapa skillnya yang tiba-tiba gesit itu bisa ada, baginya Aca adalah gadis penus dengan misteri.



.....



Aca menghentikan jalannya saat sudah menemui suatu tempat yang sangat indah. Sebuah danau dengan air yang sangat jernih dan kunang-kunang yang menerangi sekelilingnya. Ternyata diseramnya hutan ini ada juga tempat indah seperti ini.

__ADS_1



Aca duduk ditepi sungai tepatnya disebuah batu besar dan langsung menhadap ke arah sungai. Mungkin disini Aca bisa mengistirahatnya badannya yang sudah kehabisan tenaga.



Keterkejutannya hari ini dan kemarin sudah membuatnya bingung setengah mati. 



Aca melirik bulan yang menerangi area sungai itu, menatapnya dengan seksama dan berpikir, mungkin didunianya malam ini sudah pukul dini hari jika dilihat dari terangnya bulan.



"Ayah, ibu. Aku merindukan kalian." gumam Aca tiba-tiba. Suara air yang tenang sudah menambah suasana hati Aca semakin terpuruk.



"Kenapa aku sangat bodoh? Dan juga, kenapa aku diberkahi dengan kemampuan seperti ini? Sebenarnya aku ini apa? Apa aku sungguh anak yang tidak pantas hidup? Ayah, ibu..." air mata sukses menetes dari mata indah Aca, seketika pikirannya kembali buram." Apa aku harus mati saja untuk mengakhiri penderitaanku? Aku lelah, takut, sedih, semuanya aku rasakan. Jika ayah dan ibu ada, mungkin aku tidak akan seperti ini. Kenapa aku menjadi seseorang yang memiliki senjata mematikan disetiap kata yang aku ucapkan?"



Aca menunduk dan mengusap sedikit air matanya. "Aku tidak ingin terus melukai seseorang karena kemampuan anehku. Aku ingin mengakhirinya." 



Pada akhirnya, Aca menangis dalam kesunyian yang ada. Hatinya sangat terluka dengan semua pertanyaan yang melintas dikepalanya mengenai siapa jati dirinya yang asli.



.....



Jungkook tediam melihat bagaimana Aca meluapkan emosinya kepada tangisan yang begitu memilukan, suara tangisnya benar-benar menyayat hati Jungkook. Penderitaan apa yang sedang Aca hadapi saat ini?



Jungkook hanya mengawasi Aca dari jauh, dia tidak ingin jika Aca kembali mendapat serangan. Lagi pula, dirinya sudah dapat perintah dari Mari untuk mengawasi Aca.



Dan setelah mendengarkan semua curahan Aca, Jungkook sadar jika ternyata apa yang kakaknya prediksi ternyata benar. Aca memiliki kemampuan itu.



Jika memang Aca menjadi jahat, maka semua umat akan hancur, bahkan bumi bisa saja hancur hanya dengan sebuah kalimat yang diucapkan oleh Aca. Tapi alangkah bersyukurnya mereka bahwa Aca tidak pernah berpikir untuk melakukan itu.



Malam ini benar-benar penuh kejutan.



TBC


__ADS_1


__ADS_2