
“Aca Kim. Aku tidak bisa membantumu lebih jauh. Pertama, mari ganti bajumu.” ujarnya. Lalu kedua tangannya terangkat dan terbentuklah suatu bola cahaya tepat diatas kedua tangannya.
Aca tetap diam, dia bingung harus melakukan apa. Aca ingin berbicara namun terlalu takut jika ucapannya ada yang tidak terkontrol.
Tidak lama bola cahaya berwarna biru itu mengarah kepadanya. Tepat diatas kepala, Aca masih terdiam sambil menatap wanita itu dengan datar. Dan cahaya biru mulai memutari seluruh tubuh Aca.
Baju atasan biru dan celana kuning dengan motif yang unik telah melekat dibadan Aca. Baju yang terbuka dan rambut pirangnya terkepang menyamping membuat Aca begitu cantik. Tak lupa dengan senjata yang tergantung di celana sebelah kiri Aca.
Di tangannya ada beberapa pernak pernik aneh yang baru Aca lihat. Dan tak lupa kalung yang berbeda melingkar di leher Aca.
Pedang yang berada di sebelah kiri celana Aca lumayan besar. Jadi aca mengambilnya lalu menatapnya.
“Kedua. Perkenalkan namaku Luna, aku utusan istana Pan untukmu. Aku akan memberitahu hal yang penting. Sekarang kau sedang berada di Pandora. Dunia dengan ratu yang menghilang. Kau tahu?” Luna bertanya dan Aca menggelengkan kepalanya.
“Oke. Aku sangat tahu dengan masalahmu, masalah hidupmu. Dan sekarang kau harus berjuang. Di Pandora, kau adalah orang yang sangat penting. Kau akan mengetahuinya nanti. Perjalanan masih jauh. Dan disetiap langkahmu, kau akan mengerti untuk apa dan mengapa kau berada disini. Ketiga, kau memiliki seluruh kemampuan langka, setiap orang hanya memiliki 1 kemampuan khusus, sedangkan kau tidak. Aku akan kembali mengunjungimu saat waktunya. Terakhir, berjuanglah untuk mendamaikan Pandora, Aca Kim. Selalu berhati-hati dengan ucapanmu karena setiap kalimat salah bisa membunuh orang tidak berdosa.”
Setelah menjelaskan dengan panjang lebar, Luna menghilang dengan cahaya emas lalu hilang berhamburan dengan angin.
Aca melirik sekitar. Masih sama, hening.
Sepertinya, Aca akan bertarung seperti tokoh fantasi kesukaannya menggunakan pedang cantik itu dan sepertinya Aca menyukai itu.
Pandora
Mari perkenalkan. Pandora, tempat yang segalanya hanyalah sebuah dongeng di dunia manusia. Namun Pandora nyata, sebuah negeri dongeng yang nyata. Semua hal baik dan buruk ada disana.
Namun, Pandora juga dikenal dengan istilah negeri tanpa pemimpin. Pemimpin terakhir mereka, seorang bayi perempuan yang nanti saat dewasa akan memimpin hilang begitu saja.
Penyerangan yang dilakukan oleh para penyihir menewaskan raja dan ratu, lalu anak satu-satunya dari raja dan ratu yang menghilang entah kemana. Dan jadilah Pandora adalah negeri tanpa ratu.
Namun pertahanan dari panglima kerajaan tidak pernah luntur. Panglima terus mempertahankan ketentraman Pandora. Karena mereka percaya bahwa ratu mereka masih hidup.
__ADS_1
Kerajaan Pan, alias kerajaan utama di negeri Pandora. Ratu yang hilang itu berasal dari kerajaan Pan. Karena sebetulnya, Pandora dengan kerajaan Pan tidak ada bedanya.
Kerajaan Pan berdiri terlebih dahulu dan menamakan negerinya menjadi Pandora.
…..
Aca mulai berjalan perlahan menelusuri reruntuhan bangunan. Suara langkah kakinya terdengar jelas karena menginjak beberapa daun kering.
Langkahnya terhenti saat melihat sekelompok orang datang. Aca yang menyadari jika sekelompok orang itu mengarah kepadanya, Aca segera bersembunyi di balik dinding yang masih berdiri kokoh di sebelahnya.
Semakin dekat, Aca melihat semakin jelas jika disana ada seorang wanita sedang menyeret beberapa makhluk aneh seram yang sudah diikat oleh sesuatu seperti benang.
Makhluk aneh itu sangat menyeramkan. Aca menutup mulutnya karena merasa takut.
“Keluarlah! Aku tau kau di balik dinding itu!” wanita itu berseru dan diikuti oleh suara-suara aneh yang dikeluarkan oleh para makhluk yang wanita itu bawa.
Aca takut, ia sadar jika wanita bertudung itu berbicara kepadanya. Mau tidak mau Aca berdiri dan keluar dari persembunyian.
Wanita itu terkejut seketika saat melihat Aca. Namun beberapa detik kemudian ekspresi terkejutnya terganti oleh ekspresi dinginnya.
“Siapa kau? Kenapa kau berada disini?” tanya wanita itu.
“Hm… Aku hanya… Aku tidak tahu.” jawab Aca terbata. Bagaimana ia bisa menjawab? Aca sendiri tidak tahu dimana ia sekarang dan sedang apa.
Wanita itu melirik pedang yang di genggam oleh Aca. Ia mengenal pedang itu.
Salah satu makhluk yang dibawa oleh wanita itu terlihat memberontak dan menggila saat melihat mata Aca yang berwarna abu-abu. Tali yang menyambung kepada wanita itu terputus dan makhluk seram itu langsung menyerang Aca.
Seketika Aca langsung siaga dan mengeluarkan pedangnya. Aca menggerakan kedua tangannya saat makhluk itu menyerangnya.
__ADS_1
Semuanya terjadi secara tiba-tiba dan Aca melakukannya refleks. Tubuh makhluk itu seketika terbelah menjadi dua dan mengeluarkan cairan berwarna hitam.
Aca terdiam. Dia kembali membunuh. Ingatannya seketika langsung tertuju kepada kedua orang tuanya. Aca tumbang, gadis itu langsung jatuh terduduk.
Wanita bertudung itu tidak bisa menyembunyikan lagi rasa terkejutnya.
Tidak lama seseorang datang. Wanita bertudung itu menoleh dan mendapati seorang lelaki tampan dengan pedang di tangannya menghampiri.
“Bagaimana, Mari? Apa kau sudah menangkap semuanya?” lelaki itu bertanya kepada wanita bertudung yang bernama Mari.
Mari menunjuk Aca yang masih terduduk dengan kedua matanya dan lelaki itu langsung melirik Aca lalu melirik ke Mari lagi bertanya dengan gerakan tubuh dan Mari hanya menggeleng.
“Pegang!” Mari menyerahkan pusat talinya kepada lelaki itu dan Mari langsung membantu Aca berdiri.
“Tenanglah. Aku tahu kau sedang gelisah. Jadi, tenangkan pikiranmu.” seakan bisa membaca pikiran Aca, Mari berucap.
Aca tetap diam dengan rasa takut yang mulai menguasai dirinya. Tiba-tiba seluruh pandangannya gelap. Aca pingsan dan Mari langsung menangkap tubuh Aca.
“Sepertinya kau yang harus membawa gadis ini, Kookie.” Mari melirik lelaki itu lalu menghembuskan nafas saat lelaki yang dipanggilnya dengan nama Kookie tengah asik menakuti makhluk yang sebelumnya dibawa oleh Mari, nama aslinya Jeon Jungkook. Dan makhluk itu terlihat ketakutan saat jari Jungkook akan menyentuh bagian tubuh mereka.
“Hm? Apa?” tanya Jungkook.
Mari memapah pelan tubuh Aca lalu langsung memukul kepala Jungkook.
“Bawa gadis ini!” Mari langsung memberikan Aca kepada Jungkook dan Jungkook refleks langsung memeluk tubuh Aca yang tidak berdaya.
Mari mengambil kembali pusat talinya.
“Sebelum pergi, bawa senjata gadis itu. Terjatuh.”
TBC
__ADS_1