
Gemilang mengedit kembali videonya yang sempat di ambil kemarin. Meskipun tak sempat melakukan riview sesuai jadwal KFOI karena ia tersesat. Gemilang berusaha mencari alasan sebaik mungkin. Gemilang tak ingin mengecewakan KFOI yang sudah menanggung semua akomodasi selama di Qatar.
"Permisi!" suara dari balik pintu yang membuat Gemilang terkejut.
Mungkin layanan kebersihan kamar. Gemilang berangkat dari depan laptop menuju pintu.
Terlihat pria paruh bayah berpakaian tuxedo berdiri di depan kursinya. Tentu pria itu bukan warga India yang biasa membersihkan kamar.
"Gemilang Alisya Putri?" tanyanya.
"Yes,"
"Saya Antonio, manager di hotel ini," ucapnya sambil menunduk memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris.
"Ya, kenapa Anda datang ke kamar saya,"
"Maaf Nona, Kita harus memindahkan Anda dari kamar ini?"
Gemilang langsung membulat mata. Kenapa ini? Apa ada yang salah dengannya. Bukankah KFOI melalui travel agen Ameera sudah menyewakan kamar ini untuk 5 hari ke depan. Apa KFOI memutus masa sewa karena ia lalai tak mengirimkan Video terbaru semalam.
"Bukankah Travel saya sudah menyewa kamar ini!" ucap Gemilang emosi karena merasa di perlakukan tak adil. Meskipun Gemilang tahu kamarnya sekarang adalah tipe kamar yang terendah. Bisa jadi pihak hotel memberikan kualitas yang lebih rendah lagi,"
"Anda tidak perlu khawatir, Saya sendiri yang akan mengantar Anda,"
"Baik, kalian harus menjamin saya dapat kamar yang sama dengan ini. Saya akan membereskan barang-barang saya."
"Tidak perlu Nona, biarkan staf kami yang membereskan barang-barang Anda. Saya jamin tidak akan ada yang hilang satu benda pun tertinggal," ucap Pria itu.
Gemilang mengangguk percaya. Ada apa dengan staff hotel pagi ini. Sejak datang tadi pagi semua staff mejadi sangat ramah padanya, kemarin juga tidak seperti ini. Kini malah mendapat pelayanan lebih. Mungkin ini hanya kebetulan, bentuk rasa bersalah mereka karena menyuruh seenaknya pindah.
__ADS_1
Manager hotel bahkan turun langsung hanya untuk mengantar tamu kamar tipe terendah untuk pindah kamar.
Gemilang mengikuti langkah manager hotel menuju lift. Hingga ia tiba di lantai yang lebih tinggi dari kamar sebelumnya.
Manager hotel membuka pintu untuk Gemilang.
"Ini kamar Anda selama menginap di sini Nona," ucap Manager hotel.
Gemilang masih tak percaya. Apa KFOI sebaik itu sampai memberikan ganti kamar luxury seperti ini.
"Ini adalah kamar luxury terbaik di hotel kita, Ada balkon pribadi menghadap ke laut. Ada juga Balkon yang menghadap ke kota. Ruangan kamar khusus dengan cahaya yang masuk ke kamar bisa di atur. Anda bisa menghubungi kami jika Anda membutuhkan sesuatu. Anda juga bisa menghubungi kami jika ingin melakukan spa, refleksi atau apapun fasilitas disini selama 24 jam kami siap." Terang manager Hotel yang membuat Gemilang semakin binggung.
Apa mungkin ini bentuk kepedulian KFOI padanya agar semangat meriview selama di Qatar. Tapi bukankah ini berlebihan? Apa KFOI akan rugi jika ia menginap di kamar ini selama lima hari kedepan? Pasti sewanya sangat mahal. Gemilang akan menanyakan pada Ameera masalah ini.
"Oh ya Nona, jika Anda ingin berpergian. Hubungi kami, sopir siap mengantar Anda 24 jam kemanapun Anda pergi."
"Benarkah?" ucap Gemilang masih heran.
Gemilang hanya mengangguk. Mungkin suami Ameera masih sakit hingga ia juga memesan penerjemah. Tapi bukankah akomodasi yang dikeluarkan KFOI akan membengkak jika fasilitas yang di berikan hotel seistimewa ini.
"Selamat beristirahat Nona. Saya pamit permisi," ucap manager hotel menunduk.
"Terimakasih," ucap Gemilang mengantarkan manager Hotel
Setelah sendiri di kamar barunya. Gemilang berkeliling, ia tak menyangka akan menepati kamar terbaik di hotel ini.
Ia berdiri di atas balkon yang menghadap langsung ke gedung pencakar langit di kota Doha.
"Ameera." Gemilang melihat panggilan yang masuk. Gemilang baru saja akan menghubungi Ameera untuk berterima kasih.
__ADS_1
"Ya Ameera," sahut Gemilang setelah panggilan telponnya terhubung.
"Gemilang maaf, hari ini aku masih belum siap mengantarkan kamu pergi berkeliling."
"Tidak apa-apa. Terimakasih sudah menyiapkan fasilitas supir pribadi dan translator."
"Supir, translator?" jawab Ameera.
"Ya, Bukankah kamu yang meminta pihak hotel untuk memindahkanku ke kamar luxury beserta semua fasilitas," terang Gemilang.
"Tapi, aku tidak merubah apapun untuk akomodasimu," balas Ameera.
"Benarkah?" jawab Gemilang binggung.
Jika bukan Ameera siapa yang merubah. Lalu siapa?
Apa mungkin petugas hotel salah orang?
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To Be continued