Accidentaly Met The Prince

Accidentaly Met The Prince
About Someone


__ADS_3

Jakarta, Indonesia


Waktu menunjukkan pukul 10 siang. Wanita memakai hijab langsung pakai dan Hoodie ungu masih sibuk dengan tumpukan Kakung yang belum di ambil akarnya.


Sudah kebiasaan Gemilang di pagi hari membantu Ibunya walaupun hanya melakukan pekerjaan kecil.


Ibunya bernama Norma, ia adalah wanita hebat dalam hidup Gemilang, wanita berusia 40 tahunan itu membesarkannya seorang diri bersama adiknya Cerah.


Gemilang tak pernah mengenal Ayahnya. Ketika ia bertanya pada sang ibu, dimana Ayahnya? Ibunya hanya menjawab ayahnya pergi dan minta tak membahas masalah ayahnya. Ibunya sudah sangat bahagia bisa merawat Gemilang dan adiknya. Karena tak ingin membuat ibunya sedih, Gemilang tak pernah menanyakan hal itu pada sang ibu.


Sebelum memulai kegiatan berkeliling jalanan ibukota untuk mencari tempat makan yang sedang Viral untuk review, Gemilang selalu menyempatkan membantu sang ibu di warung meskipun sudah ada 3 pegawai disana.


Dari warung sinilah mereka bisa bertahan hidup, dari warteg sederhana ini pula Gemilang bisa bersekolah hingga mendapatkan gelas sarjana.


Bahkan dari warteg kecil Sang ibu, awal mula ia menjalankan profesinya saat ini sebagai influencer makanan dengan tema konten streetfood. Hobinya yang suka jajanan pinggir jalan dekat warung sang ibu, membuat terpikir untuk merekam dan menjadikannya lahan konten. Sejak saat itulah ia mulai membuat konten makanan pinggir jalan disela-sela waktunya kuliah.


"Sudah, Gem! Kamu mandi sana! Anak perawan nggak bagus mandi siang-siang," ucap Bu Norma mendekati Gemilang.


"Ya, Bu," balas Gemilang masih asyik mengambil akar Kakung ditangannya.


Bu Norma sudah paham sikap anaknya, ia membiarkan saja Gemilang melakukan keinginannya.


Setelah Gemilang merapikan sampah akar Kakung, ia pun segera naik ke atas ingin menguyur tubuhnya dengan air. Rumah tinggal Gemilang memang jadi satu dengan warteg. Sebuah Ruko sederhana di timur Ibukota yang ia tinggali sejak kecil.


Sebelum masuk ke kamar mandi, Gemilang menyempatkan meraih ponsel yang sedang di isi daya. Matanya langsung membulat melihat notifikasi Instagram dari komunitas food blogger Indonesia yang mengirim pesan.


Ya, biasanya DM yang masuk para Netizen yang memberikan referensi tempat makan yang sedang Viral.


Pagi Gemilang, Pemilik Channel Jajan Gemilang. Kami dari forum FOBOI, ingin menyampaikan pesan bahwa Kamu tepilih jadi konten kreator yang akan meriview streetfood di Qatar.


Seketika mulut Gemilang menganga. Benarkah ini!


"Cerah!" Gemilang berlari menuju kamar yang ia gunakan untuk tidur dengan adiknya.


"Apaan sih Kak! Masih pagi udah kayak kaleng rombeng!" cerah mengucek matanya mencoba bangun dari posisi tidur.


Gemilang hanya geleng-geleng kepala, ia sudah menduga adiknya itu kembali tertidur setelah sholat subuh.


"Kakak mau ke Qatar!" ucap Gemilang semangat.


Cerah melempar tawa mengejek. "Aku yang baru bangun, kenapa Kakak yang mimpi sih! Kalau gitu aku juga mau ke Korea ketemu Bang Jahe!"


"Lihat! Lihat!" Gemilang dengan semangat menunjukan ponselnya.


"Nggak kelihatan Kak!" Cerah merampas ponsel dari tangan Gemilang. Apa benar yang di bilang Kakaknya hingga heboh sepagi ini.

__ADS_1


"Hah! Serius!" mata Cerah langsung membulat. Ia meraih tubuh mungil Kakaknya merangkulnya kuat-kuat.


"Percaya kan sekarang!"


"Beruntung banget kamu Kak!" pelukan Cerah semakin erat di tubuh mungil Gemilang. "Tapi tunggu!" Cerah melepaskan pelukannya.


"Bukankah banyak food blogger yang jauh lebih bagus dari Kakak! View dan subscriber mereka juga jutaan. Magdalena, Nex Carlos, Farida Nurhan, Ria dan banyak lagi!"


"Maksud kamu!"


"Memang riview Kakak sebagus itu ya?"


Gemilang langsung menonyor kepala adiknya. "Ini namanya penghinaan! Buktinya channel aku berkembang kan! Mungkin mereka punya Kriteria sendiri dan itu ada di Kakakmu yang cantik ini!" Bela Gemilang.


"Bukannya apa Kak, aku takut ni cuma penipuan!"


Gemilang mencoba menangkap ucapan adiknya. Ada benarnya juga! Gemilang menuju laptop yang yang berada di ujung kamar. Ia segera mengecek akun sosial media milik KBOI. Wah! Mana mungkin penipuan! Mereka akun resmi yang punya jutaan followers. KBOI dirintis oleh 2 YouTuber dan satu travel agen. Mereka juga punya misi memperkenalkan makanan Indonesia ke seluruh negara dan sebaliknya.


Gemilang memeriksa kembali email yang masuk. Ternyata benar KBOI juga mengirimkan email yang sama. Gemilang membuka pesan yang isinya riview kenapa ia bisa terpilih.


To : Gemilang@gmail.com


Subjek :((Food blogger terpilih untuk riview Qatar streetfood))


Hallo Gemilang,


Kita sudah melihat hasil riview makanan kamu dengan gaya unik dan bahasa logat campuran yang menarik para viewer. Dan juga .........................


FOBOI sepakat memilih kamu untuk melakukan perjalanan gratis ke Doha, Qatar dengan seluruh akomodasi selama satu minggu. Kita tunggu balasan kontrak perjanjiannya terlampir. Setelah itu kita proses data untuk mengurus perjalanan.


Ketua KBOI


Tidak lagi yang di ragukan Gemilang. "Qatar! I.m coming!"


.


.


.


.


.


Los Angeles, California. USA.

__ADS_1


"Baiklah Ayah, akan aku pikirkan baik-baik." Pria berperawakan maskulin itu melempar ponselnya ke ranjang.


Pria tampan dengan wajah khas bangsawan timur tengah itu berjalan menuju balkon untuk mencari udara segar.


Tubuhnya yang menjulang gagah kini bisa menikmati terpaan angin musim panas di kota ini penuhi gemerlap ini.


Pria dengan jambang tipis yang mulai menumbuhi rahangnya berdiri di Balkon Kamar terbaik di hotel termewah kawasan Beverly hills bernama Khalid Usman Al Khair. Pria itu memandangi kota yang menjadi tempatnya tinggal selama hampir 2 musim dalam sembilan bulan terakhir.


Tidak ada alasan baginya untuk tetap berada di tempat ini. Sang ayah sungguh-sungguh berharap ingin ia segera kembali ke Qatar. Ia harus bisa segera melupakan kenangan buruknya di kota itu. Masa yang ia harapkan akan menjadi hari bahagianya menjadi hari paling buruk selama ia hidup.


Ia harus bangkit. Benar apa yang dikatakan sang Ayah. Ia harus kembali ke Qatar. Keluarga dan bisnisnya membutuhkan dirinya. Hal itu lebih penting dari apapun. Ia harus membuktikan pada mantan tunangannya bahwa ia bisa hidup jauh lebih baik.


Mungkin berita yang sempat menjadi sasaran hangat paparazi dan menghebohkan publik Qatar mulai menghilang. Cukup baginya untuk mengasingkan dan menenangkan diri di kota ini.


"Permisi Tuan." Pria memakai tuksedo hitam berdiri di belakang Khalid.


"Apa saya bisa pastikan kapan kita akan kembali ke Doha?" Fahd Asisten pribadi yang setia mendampingi Khalid. Sejak Khalid mulai dipercaya masuk untuk bergabung di Perusahaan raksasa keluarga Al Khair, Fahd orang kepercayaan keluarga Khair untuk membantu segala keperluan Khalid.


"Lusa!" jawab Khalid lugas setelah memantapkan pilihannya.


"Saya senang Mendengar keputusan Anda Tuan. Saya akan segera siapkan pesawat untuk perjalanan Anda kembali ke Doha."


"Tidak Fahd! Aku tidak ingin menggunakan jet pribadi. Aku hanya akan kembali ke Qatar menggunakan penerbangan komersial!"


"Maaf Tuan! Saya tidak bisa membiarkan Anda menggunakan penerbangan umum!"


"Tapi aku tidak ingin kedatanganku mengundang rasa penasaran seseorang!"


Fahd memahami maksud tuannya. Ia yang paling paham keadaan tuannya selama tinggal di Los Angeles setelah kejadian mengejutkan banyak orang.


"Baik Tuan jika itu keinginan Anda. Tapi empat pengawal harus bersama Anda!" tegas Fahd lagi. Bagi seorang Fahd keselamatan dan kenyamanan tuannya adalah yang utama.


Khalid mengelengkan kepalanya. "Baiklah!"


.


.


.


.


.


To Be continued.......

__ADS_1


__ADS_2