Accidentaly Met The Prince

Accidentaly Met The Prince
Back to see you


__ADS_3

Menghabiskan waktu sore dengan menyantap beberapa hidangan segar khas Asia membuat pikiran sedikit lebih tenang.


Di balik banyak hal yang Khalid pikirkan, selintas dalam ingatannya bayangan dua mata indah yang memenuhi pikirannya beberapa hari terakhir.


"Fahad, apa kau sudah mendapatkan data penumpang yang pernah aku minta?" tanya Khalid setelah menyelesaikan hidangan penutupnya.


"Tentu sudah Tuan." Fahad dengan cepat mencari data dalam iPad. Pria itu menyerahkan pada Tuannya setelah mendapatkannya.


Khalid merasa begitu dekat Wanita yang selama ini di pikiran hanya dengan memandangi fotonya.


"Gemilang Alisya Putri," bacanya pelan.


Ternyata ia berkebangsaan Indonesia. Tapi Ayahnya warga negara Eropa. Pantas matanya sangat indah dengan pupil kecil Asia dan bola mata berwarna coklat sedikit lebar seperti orang Eropa.


"Kita pergi sekarang."


Khalid bangun dari tempat duduknya di ruang VIP restoran itu. Ia masih ingin memandangi wajah cantik itu dalam mobil.


"Kita akan ke mansion Tuan?" Tanya Fahad.


Khalid memandangi langit yang mulai redup setelah matahari tenggelam dari balik kaca mobil.


"Tidak! Kita berkeliling saja hingga sudut kota."


"Baik Tuan," balas Fahad lalu menyuruh sopir untuk menjalankan mobilnya.


Fahad sangat mengerti bahwa Tuannya sengaja menghindari keluarganya saat makan malam.


Mata Khalid kembali tertuju pada foto Gemilang yang tersenyum bahagia. Rona wajahnya terlihat begitu tulus dan tanpa beban. Tubuhnya mungil khas wanita Asia yang sangat di dambakan kebanyakan pria Arab termasuk dirinya.


Aku harus menemukanmu!


"Apa kita putar balik Tuan?" tanya sopir dari kursi kemudi.


Fahad memperhatikn keluar jendela.


"Maaf Tuan, sepertinya kita sudah jauh ke timur? Kita masuk ke wilayah yang salah," ucap Fahad mengenal jalan yang sekarang di laluinya adalah tempat hiburan malam.

__ADS_1


Khalid meletakkan iPad dan ikut meyikap tirai mobil untuk melihat keluar. Tentu ia tahu tempat apa ini. Ini adalah jajaran bangunan tempat klub malam legal di negeri ini. Biasanya pengunjungnya para wisatawan tapi banyak juga warga lokal yang berkunjung ke tempat itu.


Mungkin sebentar lagi tempat ini akan di penuhi para gadis yang menawarkan cinta satu malam. Lihat saja sudah banyak wanita yang mulai berdatangan.


"Kita putar balik saja!" perintah Khalid.


Saat hendak menutup tirai mobil. Satu wanita dari kejauhan yang menarik perhatian Khalid. Bagaimana bisa ada wanita memakai abaya lengkap dengan penutup kepala ada di tempat ini. Tidak akan ada pria yang akan mau membawanya.


Selang beberapa detik ketika mobilnya mendekat. Wanita itu berbalik dengan wajah kebingungan dan sedikit lusuh. Khalid membulatkan mata ketika memperhatikan wajah Wanita itu.


"Hentikan mobilnya sekarang!" teriak Khalid yang membuat sopir langsung menghentikan mobilnya.


Khalid keluar dari mobil dengan setengah berlari. Ia ingin mendatangi Wanita itu tanpa peduli dimana sekarang tempatnya berada. Ia bisa menjadi sasaran hangat jika ada media yang melihat.


"Gemilang!"


Teriakan memanggil namanya membuat Gemilang menoleh dengan cepat.


"Ya," ternyata Gemilang salah menduga. Ia kira pria yang memanggil namanya adalah suami Ameera. Karena hanya dia pria yang ia kenal di kota ini.


Gemilang malah semakin panik dan binggung, bagaimana bisa ada pria Arab yang sangat tampan bisa mengenali dirinya di kota ini.


Khalid tentu sangat tidak terima jika Gemilang yang terlihat polos dan santun berada di tempat yang sangat tak pantas untuk Wanita itu.


"Sorry, who are you? Do we know each other?" ucap Gemilang. Meskipun pria di hadapannya terlihat rapi dan tampan. Ia harus tetap waspada.


Khalid tidak bisa menjawab, ia tak menyangka sikap tegas Gemilang yang tak sesuai dengan wajah polosnya. Ia memperhatikan lagi sekitar tempatnya kemudian matanya melihat ke arah Gemilang dan menarik satu kesimpulan.


"Apa kau mau ikut denganku?" ucap Khalid sedikit ragu.


Gemilang masih tak menjawab, ia ragu harus percaya pada orang baru di temuinya meskipun pria itu sangat tampan.


"Pergilah bersamaku aku akan membayar berapapun yang kau inginkan?" ucap Khalid memandang tajam ke arah Gemilang. Sejenak terselip senyum di ujung bibirnya.


Gemilang masih tak mengerti maksud orang yang ada d hadapannya. Tapi saat ini, bertemu dengan orang yang bisa berbahasa Inggris, dia sudah sangat bersyukur. Mungkin pria ini bisa membantu mengantarkannya kembali ke hotel, ia sudah sangat lelah.


"Bawa aku ke hotel Al ....?" Sialnya, Gemilang lupa apa nama hotel tempatnya menginap.

__ADS_1


"Dengan senang hati, aku akan membawamu ke hotel manapun yang kau mau, masuklah ke mobilku," Khalid membuka jalan mengarahkan tangannya menuju mobilnya.


Ketika gemilang hendak melangkah, kepalanya terasa sangat berat, padangan mejadi kabur nyaris gelap. Gemilang hanya merasakan tubuhnya lunglai seperti tak bertulang.


"Gemilang!" teriak Khalid segera menangkap tubuh Gemilang yang kan jatuh menyentuh tanah.


Dengan sigap pria itu mengangkat tubuh mungil Gemilang yang sangat ringan itu.


Fahad berlari ketika melihat Khalid mengendong wanita menuju ke mobil.


"Biarkan saya yang mengendong wanita ini Tuan!" ucap Fahad.


"Tidak perlu?" Khalid masuk ke dalam mobil meletakan dengan pelan tubuh Gemilang.


"Apa yang terjadi dengan wanita ini Tuan?" tanya Fahad heran.


"Dia pingsan saat aku ingin mengajaknya ke mobil."


Fahad mencari nadi Gemilang yang berdetak normal. Meskipun yang bersama Tuannya wanita, ia harus bisa memastikan keamanan Khalid.


"Dia hanya pingsan Tuan," ucap Fahad. Ia juga heran, untuk pertama kali Tuannya membawa Wanita dari depan club.


"Kita ke the pearl Fahad, aku ingin menghabiskan malam disana," ucap Khalid memandangi wajah lelah Gemilang dipangkuannya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To Be continued........


Terimakasih reader masih ikuti kisah Gemilang. Jangan lupa tinggalkan like komentar dan dukungan 😘


__ADS_2