ADORE YOU

ADORE YOU
Episode 1


__ADS_3

Hari ini Jeff  pulang kembali ke Indonesia untuk mengurus


berkas-berkas masuk universitas. Sudah 10 tahun setelah dia meninggalkan negeri ini, Indonesia sudah sangat jauh berbeda dari yang terakhir kali diingatnya. Dulu, ada taman bermain yang berada di sekitar area ini, namun sekarang semua nya sudah berubah menjadi gedung-gedung tinggi. Banyak pusat perbelanjaan dan apartemen mewah. Gedung perkantoran pun mendominasi di sepanjang garis mata.


“Kak Jeff...”


Suara laki-laki muda  terdengar lantang dari kejauhan.


“Kak, kenapa kau berdiri saja disana? Cepatlah kemari..” kata Daniel  setengah berteriak


“Hei, Niel..” Jeff mendekatinya sambil tersenyum. Daniel adalah adik nya. 3 tahun yang lalu dia kembali ke Indonesia lebih dulu karena keinginan nya bersekolah di sini.


“Kau kemana saja kak, apakah kau lupa arah kemari sehingga memakan waktu yang sangat lama?”


“Hmm, mungkin. Bisakah kau tunjukan jalan pada kakak mu ini?” kata Jeff pada nya sambil melakukan sedikit


tingkah imut.


Daniel mengernyitkan dahi nya sembari memberikan  tatapan setengah jijik. “ Kau tahu,kak. Jika kau bukan kakak ku, mungkin aku sudah meninjumu.


Karena pada dasarnya dia suka menjahili Daniel, Jeff terus memberikan nya muka imut.


“Niel~~ “


“Aaaaa~ kak tolong hentikan... Aku benar-benar jijik melihat mu seperti itu.”


 


%%%


 


Daniel mengantar Jeff berkeliling, menunjukkan tempat dimana kakaknya mengurus surat transfer dan dokumen-dokumen lainnya. Lalu mereka kembali berkeliling untuk melihat-lihat calon Kampus tempat Jeff akan memulai kuliahnya. Universitas berada di sebelah kiri dari SMA Daniel


Universitas yang menjadi tujuan Jeff adalah universitas yayasan yang berada di kompleks yang sama dengan SMA Daniel. Kampus ini memiliki 4 Fakultas yaitu; Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Film dan Televisi, dan Program Pascasarjana. Jeff yang tertarik dengan desain dan menggambar


memilih Fakultas Seni Rupa dan desain. Meskipun berbeda gedung namun mereka bisa bersama ketika waktu istirahat dan bermain basket di lapangan yang berada di antara kedua gedung.


Visual kakak beradik itu memang tidak bisa diremehkan, meskipun mayoritas disana adalah siswa laki-laki, namun banyak mata yang menatap mereka ketika berjalan menyeberangi lapangan dan memasuki Gedung SMA Daniel.


“Hei Niel..” panggil teman-teman Daniel saat kakak beradik tersebut melewati lorong kelas dua, bersebelahan dengan ruang kelas musik.


“Oo Echa , Juni, Doni. Kalian ambil kelas tari? Kenapa aku baru tau?”


“Yah, aku, Doni dan Juni sedang bersiap untuk kompetisi di Singapura Bulan Desember depan. Apakah kau tidak


ikut? By the way, itu siapa?” tanya Echa tanpa basa-basi


“Oh, aku lupa. Ini kakak ku. Jeffri,  Panggil bang Jeff saja. Baru saja mendaftar di universitas hari ini.”


“Hai, aku Jeff.” Sapanya dingin

__ADS_1


“E-eum, ha-halo kak.” Sapa mereka sopan namun tanpa menatap mata Jeff, Juni malah mengedarkan pandangan nya ke arah lain saat Jeff mencoba menatap nya.


“Ka-kami permisi dulu. Silahkan diteruskan. Ma-maf mengganggu.”


Daniel yang bingung dengan sikap teman nya hanya menatap mereka berlari kembali ke dalam kelas pun dengan Jeff yang heran dengan teman-teman Daniel.


“Hei, Niel itu teman-teman sekelas mu?”


“Eeum. Ada ap..?”


“Danielaaaaaa” teriak suara melengking dari arah belakang mereka


“Naomi...” airmuka Daniel langsung cerah ketika si anak berambut coklat sebahu menyapanya sembari


tersenyum lebar.


"oiya, ini kakakk ku."


“Selamat pagi kak.Saya Naomi ” Sapa Naomi sopan sembari mengulurkan tangan nya hendak berjabat tangan namun malu-malu.


“Aku Jeff. Kau teman sekelas Daniel?” tanya Jeff pada Naomi


“Bukan. Aku ada di kelas tiga, Daniel dan aku berada di klub yang sama, itulah kenapa aku mengenal nya.” Jawab


Naomi malu-malu


Jeff menatap adiknya yang  mengusap-usap gemas rambut Naomi sambil tersenyum cerah. Bukankah adiknya benci pada hal-hal yang imut? Jeff tersenyum tipis pada kelakuan Daniel. Naomi memang menggemaskan, semua orang pasti setuju. Bahkan Daniel yang, yah... entahlah.


“NAOMI! APAKAH INI HASIL BERLATIHMU SELAMA SEMINGGU INI?” teriak guru koreo yang kecewa pada Naomi karena tariannya selalu meleset satu nada dari koreo yang akan diujikan. Siswa yang ada di kelas Guru Kim terdiam. Suasana menjadi angker saat Guru Kim sedang marah. Dia bahkan tak segan membentak dan mengumpati siswa nya.


“Ma-maaf”


“Apakah kau hanya bisa meminta maaf? Aku menyesal karena telah memilihmu sebagai wakil dari SMA kita. Apa kau bodoh, Ha?!”


“Ma-maaf kan aku.” Kata Naomi menahan tangisannya.


“Aku lelah mengajar siswa-siswa tidak berbakat macam kalian. Terserah kau mau bagaimana. Aku muak dengan kelas yang tak berguna ini.”


Tangis Naomi pecah saat Guru Kim meninggalkan kelas. Doni, Wisnu, dan Noval langsung menghampiri Naomi yang sekarang terisak sambil berjongkok.


“It’s okay, Na, jangan menangis. Kau sudah berusaha sekuat tenaga.”  Hibur Doni dan Wisnu yang mengusap pipi merah Naomi. Namun Naomi terus menangis hingga muka nya memutih, pucat pasi.


“Ma-maaf teman-teman, karena aku kalian yang terkena imbas.”


“Tidak apa-apa. Berhentilah menangis, kami tahu kau sudah berusaha, Aku akan selalu ada bersama mu, ayo kita berusaha lagi, jangan menangis lagi.” Hibur Wisnu yang tetap memegangi tangan Naomi sampai beberapa siswa keluar dari kelas. Doni dan Noval melipir keluar kelas, mereka tahu bahwa Wisnu sedang mencuri hati Naomi


saat ini, jadi mereka tak mau mengganggu.


‘Naomi, bukankah itu teman sekelas Niel yang tadi pagi?’ Batin Jeff yang terhenti ketika mendengar suara teriakan dari klub tari. Gadis manis yang menyapa adiknya tadi pagi kini menangis sesenggukan dipelukan temannya. Kenapa aku kasihan pada anak itu? Rasanya tidak tega melihatnya menangis seperti itu.


“Hei!!! Apa yang kau pikirkan Jeff?” teriak Jeff pada dirinya sendiri seketika itu.

__ADS_1


   %%%


 


Di Kampus


“Perkenalkan  aku Jeffri, panggil saja Jeff, mahasiswa pindahan. Mohon bantuannya.”


Perkenalan singkat Jeff membuat kelas terdiam. Bukan karena perkenalannya, namun kebanyakan mahasiswa yang ada di sana sedikit takut pada Jeff. Dia memang tampan, memiliki proporsi tubuh yang bagus dan perawakan yang gagah. Namun wajahnya yang sangar membuat beberapa mahasiswa enggan menatapnya langsung. Dia tak banyak tersenyum, bahkan ekspresi wajahnya dingin.


“Selamat datang, Jeff, aku Hans, sekarang kau boleh ambil kursi dimanapun kau suka. Dan kita akan mulai segera


memulai kelas hari ini.” Kata Hans, koordinator kelas dengan ramah.


“Hai.” Sapa pemuda di sebelahnya Jeff tersenyum sambil menunduk


“Aku Yohan, Kau pindahan dari mana? Kenapa ambil kelas ini?” tanya Yohan memberondong.


“Kalau aku Made, tapi bukan dari Bali.”


“Hai Yohan, Made , aku dari Amerika.”


“Wooahh, keren. Pasti bahasa inggris mu baik.”


Jeff hanya tersenyum. “Kau tidak takut padaku?”


“Kenapa?” tanya Yohan polos


“Iya, kenapa takut?” tambah Made


“Kau bisa lihat beberapa teman disini yang mengabaikan pandangan ku karena mereka takut padaku.”


Yohan dan Made mengedarkan pandangan nya ke arah teman-teman sekelas lalu berpindah kepada Jeff. Memang, teman-teman nya seolah menghindari berpandangan dengan Jeff.


“Tunggu sebentar.” Lalu Yohan berlari kearah beberapa pemuda di baris depan kelas mereka. Lalu tak beberapa lama dia kembali dengan tawa yang tertahan


“Hei, Mad, kau tahu apa yang di katakan anak-anak? Mereka, hahahahhahahahaaaaa”


“Selesaikan kalimatmu dulu, Yohan.”


“Ini terlalu lucu, kau tahu, mereka.. pffttt.. mereka pikir .. pffftttt..”


Made yang melihat Yohan seperti itu ikut tertawa. “Kau gila.”


“Mereka pikir Jeff terlihat seperti preman, hahahahhahaaaaa.”


Tawa mereka pun pecah, bahkan Made dan Yohan sampai terduduk karena tertawa Terbahak-bahak dan menarik perhatian teman-teman yang lain.


“Kau tahu, lelucon ini yang terbaik sepanjang aku tiba di Indonesia.” kata Jeff yang ikut tertawa.


“hei duo receh, harap tenang. Kelas akan dimulai.” Kata Hans pada Yohan dan Made.

__ADS_1


“Duo receh??” Jeff kembali tertawa tertahak-bahak namun dengan suara yang tertahan


__ADS_2