
Jeff berbaring di atas tempat tidur nya, lampu kamar yang tergantung di atas meja kayu bundar berwarna putih yang terletak di sebelah kiri tempat tidur sengaja tidak dihidupkan. Cahaya dari lampu-lampu jalan dan
gedung-gedung disekitar aparteman nya menerobos masuk ke dalam kamar tanpa tirai bernuansa abu-abu tersebut. Ada yang mengganggu pikiran nya sejak kemarin. Ada sedikit rasa penasaran yang muncul ketika Naomi bersama dengan teman laki-laki nya kemarin.
Pikiran itu terus berputar-putar di benaknya, meskipun ia berusaha menyangkalnya namun tetap saja dia tidak tenang.
‘apa yang sebenarnya terjadi padaku?’ tanya Jeff pada dirinya sendiri
Dia bukan tipikal laki-laki yang mudah jatuh cinta pada orang yang baru ditemuinya. Mungkinkah Naomi berbeda?
Handphone yang tergeletak di meja di samping tempat tidur Jeff berbunyi nyaring.
Telefon dari Papa nya
Dengan malas Jeff menyalakan speaker dan membiarkan handphone nya tergeletak di tempat tidur
“Halo, Pa.” Jawab Jeff sambil rebahan
“Jeff. Gimana kuliahmu mu,sudah betah?”
“Baik,Pa. Sejauh ini saya sudah bisa beradaptasi.”
“Baguslah kalau begitu. Ada sesuatu yang kamu butuhkan?”
“Tidak, maksud saya belum. Semua masih bisa saya atasi. Papa tidak perlu khawatir.”
“Hahaha, Maaf, maaf. Oiya, sudah dapat pacar?”
“Emmm, belum. Ini juga baru beberapa hari masuk kuliah, Pa.”
“Hahahahaa, siapa tahu kamu populer. Kan anak Papa tampan.”
“Nah, ini baru benar. Hahahahaha”
“Jeff, Agustus besok Papa ada pekerjaan di Bali. Mau nyusul?”
“Agustus, tiga bulan lagi?” ulang Jeff yang sekarang terduduk sambil memeluk bantal putih nya
“Iya, kalau kau mau. Kita bisa sekalian berlibur. “
“Akan saya pikirkan lagi nanti, semoga saja tidak ada kegiatan di kampus.”
“Baiklah kalau begitu, Jaga diri baik-baik, jangan mabuk-mabukan. Kalau bisa bawa pacar mu pas kita ke Bali, okay?”
“Iya, iya.”
Jeff melempar bantal putih yang tadi dipeluk nya dengan sembarangan di atas tempat tidur dan kembali merebahkan tubuh nya dengan malas.
***
Siang hari di kantin sekolah, tempat bertemunya anak-anak SMA dengan mahasiswa dari Universitas, Selain perpustakaan dan ruang ekstrakurikuler yang berada di gedung tengah.
Karena sudah jam makan siang, tempat itu tentu saja ramai.
Sesosok laki-laki SMA yang tinggi semampai, membawa bekal makan siang nya sambil sedikit berlari mendekati gadis yang duduk sendirian di meja dekat kolam ikan.
“Hai, Naomi.” Sapa Daniel pada Naomi yang duduk sendirian di kantin sekolah
“Oh! Daniel.” Jawabnya setengah kaget
“Kau tidak makan?” tanya Daniel sambil mengambil tempat duduk di depan Naomi
“Aku masih kenyang, Kau sendirian?” tanya Naomi sambil celingukan
“Kau mencari siapa?” tanya Daniel sambil memasukkan kroket ayam ke dalam mulutnya
“Ah, tidak. Aku kira kau bersama kakak mu.”
“Emmmm, kakak ku bersama teman-teman nya, mungkin sebentar lagi mereka kesini. Kau mau?” tanya Daniel sambil menyodorkan kroket ayam yang tinggal satu
Naomi menggeleng pelan,”Terima kasih.”
“Kenapa membawa banyak buku ke kantin?” tanya Daniel lagi
“Ujian tinggal sebentar lagi dan aku belum menyiapkan apapun. Aku terlalu fokus pada kelas tari Guru Kim. Konsekwensi nya aku harus memulai belajar dari sekarang jika tidak ingin gagal dalam ujian semester ini.” Jawab
Naomi sedikit cemberut
Daniel hanya mengangguk pelan sambil terus melanjutkan makan siangnya.
__ADS_1
“Oiya, Naomi, kau dan Wisnu...”
“Hmm?”
“Ah, tidak.. tidak..tidak jadi. Weekend kemarin kau kemana?”
“Aku ke Mall yang di dekat stadion. Kenapa?” tanya Naomi
sambil membolak-balik buku nya
“Tidak, tidak kenapa-kenapa.”
Tiba-tiba Daniel melambaikan tangan pada seseorang di balik punggung Naomi sambil tersenyum cerah.
Suasana tiba-tiba menjadi ramai, beberapa siswa perempuan yang duduk di belakang Naomi terdengar berbisik-bisik.
“Oh itu kakak tingkat pindahan itu? Memang tampan ternyata.”
“Iya, apalagi akrab dengan kak Yohan dan kak Made.”
“Iya , bener.. bener..tampan.”
“Dia model?”
“Mungkin saja, dia tinggi, tampan dan blesteran. Sangat cocok jadi model.”
Naomi berbalik dan mendapati Jeff, Yohan dan Made berjalan menuju meja tempat nya dan Daniel makan. Jeff yang mengenakan kaos kuning pastel berlengan panjang memang terlihat lebih tampan dari biasanya. Wajahnya yang garang namun tampan mampu menarik perhatian orang-orang, para gadis yang ada disana khusus nya.
“Wah, wah, wah. Jadi idola ya kita sekarang.” Kata Yohan saat melewati tatapan para siswa yang melepaskan pandangan nya pada mereka saat mereka melintas.
Made bahkan tersenyum genit sambil melambaikan tangan pada para adik-adik tingkat dan siswa perempuan.
“Kalian disini terkenal, ya.” Kata Jeff sambil terkekeh
“Ini semua berkat mas Amerika yang tampan ini.” Ucap Made sambil menyentuh lesung pipi Jeff dengan genit. Jeff memasang muka datar kepada Made.
“Dia gila, maklumi saja.” kata Yohan setengah jijik
Yohan dan Made duduk di samping kanan dan kiri Naomi, sedangkan Jeff duduk di samping Daniel tepat didepan Naomi.
“Siang, kak.” Sapa nya ramah
“Halo, dek Naomi. Tambah manis, deh.” Goda Made
Mereka tertawa. Menambah riuh suasana di kantin siang itu.
“Kau belajar apa?” tanya Yohan pada Naomi sambil menunjuk buku yang daritadi dipegang Naomi sambil menggigit brownies coklat yang dibawanya tadi.
“Oh, Ini matematika, kak. Sudah ku pelajari beberapa kali tapi tetap saja aku tidak mengerti.”
“Matematika, ya. Aku juga tak terlalu pandai.Jangan terpaku pada pelajaran di sekolah wahai kamu wanita manis, asal kamu bertindak baik, sopan dan ramah aku yakin hidupmu masih akan baik-baik saja.” Hibur Made sedikit berlebihan
“Dih, ngomongnya sok.” Saut Yohan
“Biarin, memangnya kau pandai?” tanya Made lagi
“Jangan salah, woiiii. Aku sama sekali tidak mengerti malahan .hahahahahhaaa.” ucap Yohan dengan bangga
“Kakak ku jago matematika. Kau mau belajar bersama?” tawar Daniel tiba-tiba
“Uhukk.. uhukk” Jeff tersedak mendengar adik nya menawarkan hal yang belum disetujui nya
“Minum dulu, My Bro. Jangan tergesa-gesa, santai saja.” Kata Made sambil menyodorkan es jeruk yang dibawa nya
Naomi menatap Jeff penuh harap.
“Kalau kau mau, sih. Aku bisa membantu mu.” Kata Jeff akhirnya
Naomi tersenyum, “Makasih, kak. Jadi kapan kita mulai?”
“Terserah, nanti sore bisa, besok juga bisa.”
“Malam nanti boleh?”
Jeff mengangguk
“Aku ikut, ya.”
“Aku juga.”
__ADS_1
Rengek Yohan dan Made
“Kau tahu, tidak baik laki-laki dan perempuan berduaan. Jadi kami ingin meminimalisir terjadi nya pandangan negatif dari orang-orang sekitar.” Terang Made panjang lebar
Jeff hanya mengangguk-angguk tak peduli
“Oke! Jam lima tepat kita kumpul di apartemen Jeff. Untuk alamat nanti tolong di share location ya, Jeff. ”
Semua mengangguk tanda setuju
“Naomi, gimana?” tanya Daniel
“Setelah kelas Guru Kim aku akan langsung kesana.” Jawab nya sambil tersenyum
Namun sepasang mata yang dari awal jam istirahat terus memperhatikan Naomi dari kejauhan nampak tidak terlalu senang dengan kedekatan mereka berempat. Apalagi ketika sepasang mata itu menangkap Naomi yang beberapa kali tertawa bersama sekumpulan laki-laki yang menjadi cukup populer akhir-akhir ini karena kakak tingkat pindahan dari Amerika.
Orang itu meremas kertas -sepertinya kertas pengumuman karena disana tertulis nilai berspidol merah diatasnya- yang ada di tangan nya dengan penuh amarah. Orang itu menghampiri mereka sambil membawa sebotol air
minum yang telah dibuka tutupnya.
“Naomi!” panggil seorang laki-laki yang berlari mendekati nya
Naomi berbalik karena mendengar nama nya disebut.
“Hai, Don.” Balasnya sambil tersenyum
“Kamu masih disini?” tanya laki-laki yang ternyata adalah Doni, temannya di kelas tari
Orang itu berbelok dan berjalan menjauhi Naomi dan teman-teman nya tersebut sambil memeluk buku besar yang dari tadi dibawanya dengan sedikit tergesa tanpa menyadari sudah menabrak orang-orang yang berpapasan
dengan nya tanpa minta maaf.
***
“Naomi belum datang? Ini sudah jam tujuh malam, sudah lewat dua jam dari waktu janjian.” tanya Jeff kepada Daniel, Yohan dan Made saat mendapati Naomi tidak ada disana sedangkan mereka bertiga tengah sibuk dengan
kegiatan bukan belajar mereka masing-masing.
Jeff baru saja tiba dari supermarket untuk membeli minuman dan beberapa cemilan untuk teman-teman nya yang datang untuk (katanya) belajar bersama.
“Kami kira kamu menjemputnya.” Tanya Yohan santai sambil membolak-balik majalah interior design.
“Aku kira dia datang bersama kalian.” Kata Jeff sambil berlalu masuk ke dapur untuk meletakkan belanjaan nya dan memasukkan minuman kedalam lemari es.
“Kita tunggu sebentar lagi, mungkin saja dia masih di sekolahan. Dia tahu alamat mu, kan?” tanya Yohan lagi
“Hmmm.” Jeff mengangguk
Made dan Daniel asyik menonton televisi sambil sesekali berebut cemilan yang tadi di beli Jeff.
‘Berita selanjutnya,
Kejadian tidak mengenakkan baru saja dialami seorang siswa perempuan di salah satu SMA di Jakarta, Selasa petang ini. Beritanya menjadi viral ketika foto dan ceritanya tersebar di internet. Berdasarkan laporan kicau.com, siswa tersebut memesan layanan dari ojek online dari arah SMA Yayasan ke komplek apartemen Savira Megah, Jakarta.
Dalam perjalanannya tiba-tiba pengemudi ojek online, FF (27) yang membonceng siswa tersebut
membelokan motornya ke arah yang berbeda, curiga karena jalan yang dilewatinya semakin gelap dan sepi, memicu pertanyaan dalam benak siswa tersebut, kenapa dilewatkan jalan yang sepi. Dengan satu tangan FF kemudian melancarkan aksi cabulnya dengan menggerayangi paha kiri siswa tersebut. Kaget, sang siswa langsung loncat dan berteriak sambil menangis, dan sambil ketakutan Melati memberanikan dirinya merekam aksi keji driver ojol ini dengan maksud akan melaporkan perbuatan tak menyenangkan yang dialaminya sembari berlari ke arah kerumunan warga.
Saat ini, FF sudah ditangkap dan diamankan oleh aparat kepolisian. Namun, insiden mengerikan ini,
tentunya meninggalkan rasa kekhawatiran masyarakat. Serta rasa trauma pada siswa tersebut.
SOP pencegahan dan penanganan pelecehan seksual transportasi online sebetulnya sudah tersedia. Para pengemudi yang kedapatan melakukan pelecehan baik itu verbal, maupun non verbal akan langsung diberhentikan keanggotaannya, pelatihan terhadap para pengemudi sebelum diberikan lisensi resmi pun sudah dilakukan oleh kedua pihak penyedia transportasi online ini. Tetapi mengapa insiden pelecehan seksual di ojek online terus terjadi?
Selanjutnya, berdasarkan laporan Tirto, salah satu reporter kami. Ariana penggagas kesejahteraan bagi kaum perempuan menjelaskan bahwa, Kekerasan seksual menimbulkan trauma bagi korban. Tindakan-tindakan yang dapat menghambat pemulihan korban harus dihindari. Menurutnya, mempertemukan korban dengan pelaku jelas akan memicu trauma.
Upaya preventif jasa penyedia transportasi online terhadap kasus pelecehan seksual sebenarnya telah dimutakhirkan setelah....’
Jeff terdiam kaku di depan lemari es setelah mendengar berita yang muncul di televisi baru saja.
“Wah, itukan di daerah sekolah kita. Betul, kan?” Ucap Made menanggapi berita yang baru saja disiarkan di televisi
“Siswa SMA Yayasan?” ulang Jeff syok
Tanpa pikir panjang, Jeff berlari seperti kesetanan hingga membuat Yohan, Made dan Daniel kaget.
“JEFF!!!” teriak Made sambil berlari menyusul Jeff keluar dari apartemen bernomor 4 tersebut.
Daniel berlari mengikuti Jeff dari belakang namun Jeff sudah menghilang dari pandangan nya.
__ADS_1
“Dia mau kemana?” tanya Yohan bingung.
“Entahlah. Tiba-tiba saja dia berlari seperti sedang terjadi sesuatu yang sangat gawat. Dia bahkan lupa memakai sepatu.” Jelas Made yang sekarang sedang berusaha menelepon Jeff dengan raut muka khawatir.