Afika

Afika
hari baru


__ADS_3

hari in adalah hari pertama libur, Fika baru saja bangun dari mimpi indahnya karna semalam ia sangat lelah sampai harus tidur telat saat sedang berkumpul bersma keluarga nya sekaligus meminta izin untuk menggunakan vila yang keluarganya punya di bukit mentari untuk camping,


ayahnya pun tak keberatan soal permintaan putrinya itu, tadi malam dia menyerahkan kunci vila yang akan di gunakan Fika dan geng SARDESFIK camping selama seminggu. tadi malam juga Fika berkemas hingga larut malam dan terbagun kesiangan hari ini, tapi belum waktunya untuk meluncur ke lokasi yang jaraknya bisa memakan waktu sampai 3 jam itu,


mereka berjanji pukul 1 akan berangkat, tepat saat mentari akan terbenam dan menampakan warna jingga di langait yang menunjukan waktu sore, kini Fika membereskan istananya sebelum pergi agar saat kembali nanti semuanya rapi,


jam di dinding kamarnya menunjukan pukul dua bleas tiga puluh hanya tersisa tiga puluh menit lagi untuk berangkat, Mama menyuruhku makan siang dirumah agar nanti tidak kelaparan di jalan padahal kak Vino sudah membelikan ku cemilan yang banyak tadi malam karna dia tau aku sangat suka ngemil.


akupun menolak tawaran mama dengan halus.


" ma nanti aja aku makan di luar ma temen sekalian jalan,"


"ya udah kalau kamu gk mau, kamu bawa bekal aja ya, nanti kalau kamu lapar gk sempat makan kamu bisa makan di mobil ma temen temen kamau" tawar mama.


aku melihat box makanan yg sudah tertata rapi di meja makana dengan beberapa tingkat dan aku pun berfikir mungkin setiap tingkat punya menu yang berbeda,


tak apalah itung itung sedia panyung sebelum hujan batinku


ku lihat pergelangan tangaku yang terapsang sempurna sebuah jam warna merah hadiah ulang tahunku dari kak Revan yang sekarang kuliah di Singapore di biasa pulang setahun sekali tapi gk pernah sampai seminggu dirumah dengan sejuta alasan.


"sepuluh menit lagi "aku berkata dalam hati, tapi tak sampai sepuluh menit suara cempreng Sary terdengar dari luar memanggilku, akupun keluar dari dalam rumah menuju ke gerbang pembatas rumahku, dengan ransel dan koper yang di bawa oleh ART sekaligus rantang yang sudah disiapkan oleh mama. Sary pun langsung tancap gas menuju lokasi.


"kok lama banget sih" keluh Rina.


"yaelah say ini aja belum waktunya janjian kita kan!" sambungku


"ia gue juga tau, tapi kan lebih cepat lebih baik".


"ya deh sorry,"


"itu apaan!" tanya Desi,

__ADS_1


"gue gk tau tadi gue di sruh makan siang ma nyokap, tapi gue tolak siapa tau kita bisa makan di jalan nanti"! kataku.


"emang kita gk sanggup buat kasih makan lo apa selama semggu sampai bawa bekal segala"? sambung Sary sambil terkekeh,


"yeeee bukannya gitu tapi ini salah satu perhatian". jawabku asal entah benar atau salah yang penting bisa jawab.


"yayaya deh anak kesayangan mah gitu mentang mentang cuman sendiri yang cewek", kata Rina meledek.


"hemmmmm gitu deh" sambungku lagi dengan nada manja,


selama perjalanan hampir satu jam kami mampir di slah satu restoran dekat jalan, suasananya cukup ramai mungkin karna hari libur sekolah makanya banyak yang datang atau mungkin karan hari minggu juga tapi sudahlah ngapain aku capek capek mikir, kamipun trun dari dalam mobil setelah Sary memakirkan mobilnya, kami menuju ke pintu utama dan di sambung dengan seyum ramah pegawainya.


" selamat siang dan selmat datang mbak mbak yang cantik!" kata pegawai wanita di resepseonis.


"selamat siang mbak", kata kami kompak


"silahkan cari tempat duduknya mbak", kata wanita itu lagi dengan senyum yang aduhai manis seperti lolipop.


tak berapa lama pramusajipun datang memberi buku menu untuk kami pesan, setelah selesai kamipun membayar dan segera berlalu tapi sialnya saat di pitu keluar aku menabrak seseorang.


"auuuuuuu ....!!!"jeritku saat tubuhku yang mungil terhempas kebelakang dan lebih malunya lagi bokongku berhasil mencium lantai restoran tersebut. padahal aku selalu berharap ada yang mengkapku di belakang seperti di novel novel yang pernah aku baca tapi sialnya dunia nyata tak seindah halusinasi.


"sorry sorry gue gk sengaja" kata orang itu yang aku tau pasti itu suara cowok dan gk salah lagi saat aku mendongakkan kepalaku. akupun segera bangun agar tidak lebih malu lagi karna banyak pasang mata yang melihatku.


"lo gk papa kan? mana yang sakit? coba gue lihat?" cowok itupun memutar mutar tubuhku hingga aku pusing hanya untuk mencari cendera yang aku alami padahal tidak ada hanya saja pantatku terasa nyeri sedikit.


"ehhh gk usah pegang pegang donk lo cari kesempatan dalam kesempitan ya?" tuduhku.


"gk gue cuman mau lihat aja, lo ada yang lecet gk biar kita ke rumah sakit" tawarnya.


"gk usah gue sehat wal'afiat kok gk usah lebay", kataku akupun berjalan menuju pada sahabatku yang aku gk tau kenpa mereka bengong seperti melihat hujan emas depannya.

__ADS_1


"heyyyyy!!!" kataku membuyarkan lamunan mereka kalian kenapa sih tanyaku


"lo..... lo...... gk liat tadi yang nabrak lo itu Adrian Hermawan putra dari, pemilik HJC grup sekaligus vokalis Band The Boy's gila ternyata dia lebih ganteng dari foto di instagramnya!" kata Sary.


"astaga say muka kayak gitu di bilang ganteng?, tanyaku lo sih gonta ganti lensa mulu jadi rabun tuh mata!" sambungku lagi.


"yaelah Fik apa lo gk nyadar apa? dia itu idola semua wanita!" kata Rina,


gue rela mutusin si Revan demi dia kalau dia mau jadi pacar gue!" sambung Sary.


"whatttttt.....!!!! Revan mana"? tanyaku jgan lo bilang kalau Revan saingan gue di kelas?" sambungku sambil melototkan mataku ke arah Sary


"ya!" jawabnya tanpa dosa


"ya Allah ampunilah dosa sahabatku ini!" kataku sambil mengadahkan tanganku keatas.


"emang gue dosa apa Fik"? tanyanya sambil membuka mobil yang akan membawa kami ke vila.


"lo pacaran sama saingan sahabat lo Sar!" kataku saat sudah duduk dalam mobil samping Rina.


"ya itu kan beda lagi ceritanya say! lo tenang aja kalau dia sampai macem macem ma lo gue bakalan bikin dia malu" kata Sary.


" paling lo juga bakaln putusin dia di depan lapangan Sar!" sambung Rina tanpa menoleh dari layar pipih di tangannya.


" wahhh ide bagus tuh say! entar kalau gue udah bosen gua bakalan putusin kok Fik tenang aja".


"lo kalau mau kasih masukan masuk akal dikit napa sih Rin kataku menoleh ke arah Rina yang berada di sampingku tapi matanya tak beralih dari layar pipih di tangannya.


"ya gue kan cuman ngomong kasih solusi" sambungnya tanpa dosa.


aku cuman bisa pasrah karna percuma juga adu argumen yang gk bakalan kelar sampai satu hari penuh itu.

__ADS_1


rasa lelah terobati saat kami sampai di vila sesuai dlaam bayanganku saat sore langit disini menjadi jingga indah dan sangat menajubkan. kamipun bergegas berlalu ke kamar membersihkan diri, dan istirahat sejenak sebelum kami pergi ke puncak bukit untuk menikmati suasana indah yang mencuci mata lelah kami.


__ADS_2