Afika

Afika
pemandangan indah di vila


__ADS_3

saat setelah mereka istirahat sejenak mereka kembali berkemas untuk melanjutkan petualangan menyusuri indahnya tempat mereka singgah sekarang.


"Fika kita sekarang mau kemana?" tanya Desi.


"kita ke puncak bukit aja yuk, cuman jalan sepuluh menit kok!" gumam Fika.


merekanpun setuju untuk kesana sesuai dengan imajinasi mereka sangat indah di padukan dengan warna langit jingga dan nuansa laut yang bisa di lihat dari atas bukit sungguh ciptaan tuhan manakah yang engkau dustai.


"oya Fik! kak Vino gimana kabarnya?" tiba tiba Desi menanyakan keadaan kakak tersayangnya itu.


"lo salah makan apa Des? kok tiba tiba lo nanyain kak Vino?"


"gk kok cuman panasaran aja kan dah lama gk liat!" kilah Desi untuk menutupi malunya yang padahal dalam lubuk hatinya dia merindukan kakak dari sahabatnya ini.


"owww dia baik kok, nih cemilan di beliin dia semalem baik kan abg gue", sambung Fika sambil membayangkan wajah kakak tercintanya itu.


"kenapa gk ajak kesini aja Fik kayaknya seru deh kalau ada dia juga!" sambung Sary, yang merupakan musuh bebuyutannya sendiri.


"Kayaknya ide bagus tuh! lumayan buat cuci mata!" sambung Rina,


"wow dia kakak gue kali lo kira gue mau kakak gue jadi bahan santapan betina kayak kalian!"


"alah kakak lo juga demen kali deket ma cewek cewek cantik kayak kita gini!" sambung Sary,


"ke PDan lo!!" kata Fika yang memang kenyataannya Sary memang cantik gk slah cowok cowok pada kelepek ma dia tapi demi gengsi kakaknya dia harus jual mahal


"ya udah lo sruh datang besok aja Fika biar enak kan mungkin juga tambah seru kalau ada dia", sambung Rina.


"tumben otak lo jalan Rin biasanya juga selalu kasih masukan gk masuk akal tapi seru buat di lakuin" kata Sary sambil cengengesan.


Fika pun mengambil benda pipih di salu celana jens yang ia kenakan mendail nomor kakak tercintanya,


diantara beribu bintang hanya kaulah yang paling terang diantara beribu cinta pilihanku hanya kau sayang


suara RBT


"hallo dek!"


"hallo kak!"


"kenapa ada masalah"? suaranya terdengar khawatir.


"gk kak kami baik baik aja kok, cuman sahabat aku pengen kakak juga ikut gabung kesini kayaknya seru, kan sekarang kakak lagi libur buat sekripsi akhir semenster kan, 3 minggu jadi bisa dateng kesini gk?" tanya Fika


"ya udah besok kakak kesana".


"maksih ya kak, tapi kok kedengeran suaranya rame kakak lagi dimana sekarang?" tanya Fika


"di rumah dek tapi kakak ada temen dateng, sekalian ikut libur", jelasnya.


"ya udah deh besok aku tunggu ya".


"ya hati hati disana jangan keluyuran besok kakak nyusul" jawabnya


"ok kakak sayang".


suara telpon terputus


"


gimana?" tanya Desi antusias.


"ya besok nyusul kata kak Vino".

__ADS_1


"yes akhirnya bisa liat juga dia batin Desi.


Empat jam sebelumnya


kediaman Subastian


Vino kini berada di dalam kamarnya sendiri kesepian kasih tak punya apalagi pacar buat diajak jalan


"hemmmm apes banget deh hidup gue punya adek tapi asyik sama dunianya sendiri. tapi sekarang enaknya kemana ya" sambil berfikir


sedetik kemudian dia menelpon seseorang di sebrang sana.


"ya bro lo dimana sekarang?" tanya orang di sebrang telpon


"gue dirumah lo dimana?" tanya Vino


"gue lagi di kota lo nih, masih di resto soalnya gue laper banget ma anak anak kenapa lo tumben nelpon gue jam segini?"


"gue lagi bete di rumah kalian main sini dong" tawar Vino.


"tapi kita gk tau rumah lo!"


"entar gue shearing deh!"


"ok kelar makan kita on the way ok".


"ok gue tunggu!".


sekitar satu setengah jam kemudian terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah Subastian


dengan langkah kaki lebarnya vino membukakan pintu dia sudah tau siapa yang datang


"hay bro!!" kata Sandi salah seorang dari empat diantara mereka.


"mau berdiri terus disini, gk nyuruh kita masuk nih?" tanya Ryan, cowok paling guanteng diantara mereka


"lah kalian ngajak ngomong depan pintu dah masuk yuk" ajak vino.


merekapun masuk kedalam menuju ruang tamu vino telah menyiapkan minuman dan cemilan sejak setengah jam yang lalu.


"masyarakat rumah ini kemana vin?" tanya Rio anggota dari mereka,


"bokap gue ke luar kota, nyokap gue lagi ada di butik nah adek gue lagi camping ma temennya


"owwwwhhh!!" smabung Rio,


"lo punya adek vin?" tanya Ryan


"ada cewek".


"wahh boleh donk buat gue!" kata Rio.


"dasar play boy cap toples lo!" sambung Vino.


"emang adek lo umur berapa Vin?" tanya Dana,


"kayaknya 4 bulan lagi tujuh belas deh".


"wah berarti lagi mekar mekarnya nih!" sambung sandi cengengesan.


"awas aja lo kalau lo berani macem macem ma adek gue", ancam Vino


"santai bro gue gk bakalan ganggu adek lo, tapi kalau adek lo mau ma gue sih ap boleh buat" sambung Sandi.

__ADS_1


"coba aja kalau lo bisa jinakin monster betina gue, gue dukung lo" sambung vino dengan senyum menantang.


sedetik kemudian mereka terdiam mencerna maksud dari kata monster betina.


"maksud lo monster betina siapa vin? perasaan lo bukan penjinak binatang buas deh!" kata Rio.


"siapa bilang adek gue melebihi monster, cuek, ngomong pedes, judes dan satu lagi dia gk bakalan suka tampang kayak kalian".


"oh may god Vin gue kira apa hampir aja jantung gue mau copot" sambung Rio.


tawa vino pun lepas


"liat aja nanti kalain bisa dapetin dia apa gk! tapi gue jamin gk semudah itu kalian bisa ngalahin egonya dia" kata vino dengan raut wajah sedih.


"lo kenapa vin kok sedih gitu? ada masalah ya?" tanya Ryan.


"gk ada kok" sambung vino cepat seblum mereka bertanya lebih jauh lagi, sesaat kemudian mereka beralih topik ke games VS Rio dan Sandi sedangkan Ryan dan Dana, vino hanya menonton mereka, beberapa saat kemudian


"hussssssstttt ......."


kode dari vino untuk temen temennya, adek gue telpon kalian jagan berisik


mereka memberi kode dengan ibu jari tanda ok


"hallo dek"


"hallo kak"


"kenapa ada masalah?" terlihat raut wajah khawatir dari vino


"gk kak kami baik baik aja kok cuman sahabat aku pengen kakak juga ikut gabung kesini kayaknya seru, sekarang kan kakak lagi libur buat sekripsi akhir semester kan, 3 minggu jadi bisa dateng kesini gk?" suaranya terdengar memelas yang membuat vino tidak bisa menolak


"ya udah besok kakak kesana"


"maksih ya kak tapi kok kedengeran suaranya rame kaka lagi dimana sekarang?"


"kakak dirumah dek tapi ada temen dateng sekalian libur".


"ya udah deh besok aku tunggu"


"ya hati hati ya, jgan keluyuran besok kakak nyusul"


"ok kakak ku sayang"


telpon terputus


"besok lo mau kemana bro?" tanya Rio penasaran.


"mau ke tempat adek gue ikut champing!"


"kita boleh ikut dong?" tanya Sandi berharap.


"tapi jangan macem macem ya" memperingatkan.


"ok!!" sambung mereka


"tapi besok jam berapa on the way?"


"pagi mungkin sekitar jam sebelasan


aja deh".


"gue setuju" kata Rio.

__ADS_1


tak terasa malam pun tiba mereka pamit pulang agar tidur cepat karna besok mereka berencana pergi bersama Vino ke vila mentari.


__ADS_2