Afika

Afika
Rahasia terselubung


__ADS_3

Hay! hay! hay! sahabat readers. Jumpa lagi nih selamat membaca ya 😘


"Stoooooopppppppp.....!!!!"


suara lirih itu membuat mereka menoleh.


"Fika kamu udah sadar dek? maafin kakak buat kamu terganngu". kata Vino sambil mendekati adiknya.


"Kakak! apa yang kakak lakuin? kenapa kakak sampai kelahi gitu?" tanya Fika. Fika yang belum tau dengan siapa kakak tersebut berkelahi pun melihat ke arah belakang Vino dan betapa terkejutnya dia.


"Kak Dedi!!"


gumamnya lirih hampir tidak terdengar.


"Fika!"


kata Dedi berjalan mendekati Fika yang masih duduk di brangkarnya.


Tapi belum sempat Dedi sampai di samping ranjang miliknya dia menghentikan langkahnya.


"Berhenti disitu! jangan dekati aku atau menyentuhku lagi!" kata Fika.


Dedi hanya bisa diam di tempatnya kini, karna orang yang paling dia cintai sudah menjaga jarak dengannya karna kesalahan yang tidak sengaja ia buat.


"Maafin kakak Fik!" kata Dedi matanya menyiratkan penyesalan.


"Hubungan kita udah berakhir dan untuk apa kakak dateng kesini lagi?" tanyanya.


"Kakak kangen Fik!" jawabnya.


"Kak itu hanya sebuat cinta monyet buat aku, jadi tolong berhenti mengusikku." kata Fika.


"Bagi kamu hanya cinta monyet Fik, tapi kakak enggak! kamu cinta pertama kakak dan akan menjadi cinta terakhir kakak juga, meski itu dengan cara kotor sekalipun." katanya Dedi tapi sekilas melirik kearah Vino.


Vino yang menyadari itupun mengepalkan tangannya, jika ia tidak melihat kondisi Fika sekarang sudah di pastikan dia akan melanjutkan tinju bebasnya ke rahang tampan Dedi lagi.


Tak berselang lama dokter masuk Untuk memeriksa keadaan Fika, dan menyuruh yang ada di dalam ruangan untuk keluar. Akhirnya kini mereka ada di kursi tunggu depan ruangn itu, sesaat kemudian Ryan terlihat kembali dari parkiran setelah mengganti bajunya.


"Loh kok di luar semua ?Fika udah sadar?" tanyanya.


"Udah kok lagi di periksa ma dokter di dalam." jawab Dana.


"Ooohhh!!" Ryan hanya bisa ber 'oh'.


Sekitar lebih dari sepuluh menit dokter didalam sana akhirnya dia keluar juga. mereka pun berdiri.


"Dok gimana keadaannya?" tanya Vino.


"Dia sudah membaik, tapi saya harap jangan di buat setres ya pak kondisinya masih belum pulih benar." saran dokter tersebut.


Vino hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Kalau ingin menjenguk saya sarankan jangan semuanya masuk karna bisa menganggu istirahat pasien." sambung dokter itu lagi dan Vino membalasnya dengan hal yang sama hanya mengangguk.


"Vin karna keadaan Fika udah baikan kita pulang duluan ya, ini udah jam sepuluh malem, besok kita balik lagi." kata Sandi yang terlihat kecapean.

__ADS_1


"Ya udah kalian balik aja dulu besok kesini lagi." sambung Vino.


"Gue enggak ikut! gue mau nunggu disini sampai besok." kata Ryan.


Sandi dan Rio menyernyitkan dahinya tanda heran.


"Kenapa tiba-tiba ni anak jadi simpati gitu ma orang biasanya juga masa bodo." batin Rio.


"Tapi lho belum makan malem!" kata Dana.


"Entar aja!" jawab Ryan.


Di tengah tengah perbincangan mereka geng SARDESFIK pun datang.


"Kalian ikut pulang ma mereka aja." kata Vino pada para gadis-gadis yang baru bergabung tersebut menunjuk kearah tiga laki-laki di depannya ini.


"Tapi-....!"


kata Rina


belum sempat menyelsaikan kata- katanya Vino sudah memotangnya.


"Kalian cewek enggak baik lama-lama disini besok kalian dateng lagi ma kita kata Rio.


"Gini aja ya, mendingan kita makan dulu di luar, nah lho Yan mau nitip beli sesuatu enggak? nanti setelah makan kita enterin kesini biar lho enggak kelaperan jagain Fika kata Sandi.


"Gue nitip cemilan kentang goreng Goritos aja sama coffee cappuccino." jawab Ryan.


"Ok. entar kita beliin, yuk lady's kita


"Lho pulang aja enggak usah disini bikin gue enek liat muka lho!" kata Vino yang melihat ke arah Dedi dengan tatapan benci.


"Besok gue balik lagi kesini dan lho enggak bisa buat halangin gue ketemu ma Fika!" sambungnya.


"Terserah lho!" jawab Vino tanpa menoleh.


Setelah kepergian Dedi Ryan melihat wajah Vino seperti lebam dan sobekan sedikit di ujung bibirnya.


"Lho kenapa Vin?" tanya Ryan yang menyentuh sedut bibir Vino


"Auuuu....!!!"


sakit **** jawab Vino.


"Lagain ni muka kenapa bisa bonyok kayak gini?" sambungnya.


"Tadi abis latihan ma tuh cowok brengsek."


"Lho kenapa sih sensi bener ma tuh cowok emang lho punya masalah apa ma dia?" tanyanya.


"Gue benci dan udah enek liat mukanaya tapi gue enggak bisa buat bunuh dia dan juga enggak bisa buat larang dia deketin Fika!"


"Emangnya kenapa Vin dia tunangannya Fika?"


"Bukan dia cuman masa lalu Fika, tapi gue dan keluarga gue enggak bisa buat nyingkirin itu anak karna ada sesuatu hal yang enggak boleh Fika tau sebelum waktunya dan semua itu ada pada cowok ******** itu!"

__ADS_1


"Kalau masalah itu mungkin urusan pribadi keluarga lho, tapi yang bikin gue heran kenapa dari pertama gue ketemu tuh cowok lho selalu ngumpatin dia?"


"Dia punya kesalahan fatal Yan! yang seumur hidup gue enggak bakalan gue maafin".


"Kesalahan? kesalahan apa Vin, apa ada sesuatu yang kita enggak tau tentang lho?" tanya Ryan.


Vino hanya diam sambil tertunduk


beberapa saat kemudian dia menoleh kearah sampingnya tepat dimana Ryan duduk..


"Banyak hal yang kalian enggak tau tentang gue!" jawabnya.


" Lho bisa ceritain ke gue?" tanya Ryan.


dan di angguki oleh Vino.


***Warung makan ibu Mira***


"Disini makanannya enak lho!" kata Desi setelah mereka mengambil tempat duduk.


"Lho bilang gitu karna warung makan ini rekomendasi dari lho makanya muji!" kata Sary.


"Menunya apa aja?" tanya Sandi.


"Yang paling terkenal sih ayam goreng bumbu merica dan bebek taliwang!" kata Desi yang sudah menghapal menu disini.


Beberapa saat kemudian seorang pelayan datang menghampiri mereka memberi buku menu.


"Mbak saya pesan nasi putih dua ya, ayam bumbu merica satu, sate ayam kecap pedas dua porsi sama teh manis." kata Desi.


"Lho mau pesen apa gays?" tanya Desi pada kedua sahabatnya.


" Samain aja tapi minumnya jus alpukat ya mbak." kata Rina.


"Gue mau sup aja mbak minumnya jus jeruk." kata Sary.


Sementara The Boy's masih melihat lihat makanan apa yang akan mereka pesan karna ini pertama kali mereka masuk warung makan sederhana seperti ini,


Tanpa pikir panjang mereka hanya bisa menyamakan menunya dan hanya berbeda minumannya.


Karna masih menunggu pelayan membawakan pesanan mereka. Rio pun membuka suara.


"Ngomong-ngomong apa gue boleh nanyak sesuatau ma kalian?" tanya Rio.


"Mau nanyak apa!" jawab Sary.


"Kalian udah lama sahabatan ma Fika?" tanya Rio lagi.


"Udah hampir lima tahun." jawab Rina .


"Kalau begitu kalian pasti tau dong apa hubungan cowok yang namanya Dedi itu ma Fika?" tanya Rio pada geng SARDESFIK.


Mereka melihat satu sama lain kemudian mengangguk.


"Bisa kalain ceritakan pada kami!" sambung Dana.

__ADS_1


"Sebenarnya Fika dan kak Dedi itu.....!!!


__ADS_2