
Keesokan paginya.
Saat Namira bangun ia sudah tidak melihat Keynan yang sebelumnya tidur disofa. Nara pun beranjak dan keluar dari kamar mencari Keynan namun tidak mendapatinya diruangan mana pun.
"Key..." Seru Namira memanggil Keynan namun tidak ada jawaban. "Mungkinkah dia sudah pergi bekerja?" Namira membuka pintu lalu ia pun keluar. Senyum manis pun terpancar dari bibirnya saat gadis itu melihat betapa indahnya suasana disekitar penginapan yang ia tinggali bersama Keynan.
"Menenangkan sekali. Andai aku dan mas Rian bisa--" Ucap Namira pun terhenti saat ia mengingat apa yang sudah Rian lakukan padanya. Dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangisnya, Namira mengusap perut datarnya seraya mengingat bagaimana saat dirinya dan Rian pernah begitu indah memadu kasih bersama.
__ADS_1
"Maafkan ibu nak... mungkin sampai kapan pun kau tidak akan pernah tau siapa ayahmu yang sebenarnya." Ucap Namira seraya mengusap air matanya yang menetes tiba-tiba.
Tanpa sadar tangisan Namira dilihat oleh Keynan yang baru saja pulang dari berbelanja. Keynan menghentikan langkahnya dan terdiam melihat Namira yang tengah duduk dengan tangisannya itu.
Dan langkah yang pelan Keynan menghampiri Namira. "Selamat pagi calon ibu yang cantik..." Mendengar suara Keynan, dengan cepat Namira segera mengusap air matanya.
"Kenapa kau baik sekali padaku Key?" Keynan yang tadinya sedang mengeluarkan semua belanjaannya itu pun sontak langsung menghentikkan aktifitasnya dan menatap Namira. "Apa penting bagimu untukku mengatakan alasannya? Bagaimana jika aku katakan kalau aku melakukan ini karena aku mencintaimu? Apa kau akan menerima alasanku?"
__ADS_1
Namira menunduk senyum dengan air mata yang masih belum juga berhenti menetes. Dan melihat senyuman dibalik luka terdalam yang Namira rasakan, Keynan pun berjongkok dihadapan Namira. "Aku tidak perduli bagaimana perasaanmu terhadapku, aku tidak perduli seperti apa kondisimu saat ini, tapi satu hal yang harus selalu kau ingat Namira. Aku akan terus berada disampingmu dan tidak akan meninggalkanmu sampai kapan pun."
Mendengar ucapan Keynan seolah menghancurkan isi hati Namira yang semula hanya terbesit nama Rian didalamnya. Entah itu cinta atau sekedar rasa senang lantaran mendapat perlakukan baik dari Keynan. Namun kenyataannya saat ini Namira mulai merasakan nyaman saat berada didekat Keynan.
"Berjanjilah padaku mulai saat ini jangan pernah lagi menangis, berjanjilah mulai saat ini dan seterusnya hanya ada senyuman dan kebahagian yang aku lihat setiap harinya darimu. Hum?" Ucap Keynan dengan kedua tangan menggenggam tangan Namira.
Dalam tangisnya Namira pun mengangguk dan langsung memeluk Keynan yang tengah duduk dihadapannya itu. "Aku tidak tau harus berkata apa Key, tapi terima kasih untuk semuanya. Terima kasih untuk kebaikanmu, terima kasih untuk ketulusanmu dan terima kasih untuk--"
__ADS_1
"Kita akan membesarkan bayi kau kandung bersama." Ujar Keynan yang langsung membuat Namira terdiam dalam pelukan Keynan. "Lupakan rasa sakitmu dan ceritakan lah semua tentang kebahagiaan hidupmu pada anakmu kelak Namira." Sontak ucapan Keynan itu semakin membuat Namira menangis sesenggukan. Gadis itu juga semakin mempererat pelukannya pada Keynan dan juga sebaliknya, Keynan membalas pelukan Erat Namira seraya mencium pundak Namira.