
7 Bulan kemudian.
Kini usia kandungan Namira sudah memasuki diangka 8 bulan kehamilannya. Perutnya sudah terlihat begitu membesar dan Namira juga sudah bisa menikmati semua makanan tanpa merasakan mual dan muntah seperti awal bulan kehamilannya dulu.
"Ceklek..."
"Namira kau sudah siap?" Tanya Keynan yang langsung masuk kedalam kamar. "Apa kau sudah membuat janji pertemuan dengan dokter pagi-pagi sekali seperti ini?" Tanya Namira.
Keynan duduk disisi tempat tidur menatap Namira yang tengah duduk dihadapannya itu. "Kenapa menatapku seperti itu Key?" Keynan menunduk dan menggeleng senyum lalu kembali menatap Namira.
"Aku sudah membuat janji dengan dokter kandunganmu, setelah selesai melakukan pemeriksaan kandungan kau harus ikut keperusahaan karena aku ada pertemuan penting disana."
__ADS_1
"Kenapa aku harus ikut?" Tanya Namira seraya menunduk meremasi ujung bajunya. Melihat raut wajah Namira, lantas satu tangan Keynan memegang tangan Namira dan satu tangannya lagi menarik dagu Namira agar menatapnya.
"Aku tidak bisa meninggalkanmu hari ini karena pertemuanku dengan klienku kali ini akan sangat lama. Aku takut kau bosan jika dirumah sendiri nanti" Namira tersenyum mendengar apa yang Keynan katakan padanya. Ya, lagi-lagi Keynan benar-benar menjaga Namira dan tidak ingin gadis yang Dicintainya itu akan merasakan jenuh nantinya saat Ditinggalkannya bekerja.
Pada akhirnya Namira pun mengangguk senyum yang menandakan jika ia bersedia untuk ikut keperusahaan bersama Keynan setelah selesai melakukan pemeriksaan rutin untuk kandungannya.
Sementara Keynan dan Namira yang tengah bergegas untuk pergi, disisi lain disebuah Bandara Internasional Zurich Swiss, terlihat Rian dan seorang teman prianya bernama Devdan baru saja keluar dari bandara tersebut.
"Iya Rian, anak buahku sudah memastikannya jika Keynan ada disini. Kau jangan khawatir karena pertemuanku dan Keynan juga dipastikan akan dilakukan siang ini untuk membicarakan kerja sama antara perusahaanku dan perusahaannya." Kata Devdan meyakinkan Rian.
"Aku berharap Namira juga ada disini." Kata Rian seraya terus berjalan dengan menatapi foto Namira diponselnya. "Iya Rian, semoga saja Namira ada disini."
__ADS_1
Rian dan Devdan pun bergegas untuk pergi kesebuah perusahaan yang akan diadakannya pertemuan bisnis antara Devdan dan juga Keynan. Namun sebelum keperusahaan, Devdan mengantar Rian terlebih dulu kehotel untuk beristirahat.
Dengan keresahan hatinya disepanjang perjalanan menuju hotel Rian terus berharap-harap cemas untuk bisa bertemu Namira disana.
Dan disi lain pula Keynan dan Namira yang baru saja selesai melakukan pemeriksaan rutin kehamilan kini langsung bergegas pergi menuju hotel terlebih dahulu. "Nanti kau tunggu dihotel agar bisa beristirahat saat aku sedang melakukan meeting." Angguk Namira dengan patuh.
Sesampainya dihotel mewah kota Swiss, Keynan dan Namira pun turun dari mobil. "Nanti kau langsung masuk kekamar 1403 dan aku juga langsung akan pergi menemui klien." Kata Keynan dan lagi-lagi Namira mengangguk dengan patuh.
Namira pun bergegas masuk ke lobi hotel dan sedikit bertanya pada petugas agar diantar menuju kamar yang dimaksudkan oleh Keynan sebelumnya.
Dan tak berselang lama mobil yang membawa Rian dan Devdan sampai dihotel yang sama. Mereka berdua pun berjalan masuk ke lobi hotel. "Rian, kau pergilah kekamar nomor 1404 dan aku akan langsung menemui Keynan setelah itu kita akan mencari tau tentang Namira."
__ADS_1
'Baiklah." Ucap Rian yang kemudian ia pun langsung bergegas pergi menuju kamar yang dimaksudkan oleh Devdan sebelumnya.