Air Mata Pernikahan

Air Mata Pernikahan
Bab 39


__ADS_3

Sementara itu sesampainya Namira dikamar dengan nomor 1403 petugas Hotel pun kemudian memberi Namira kunci kamar Hotel yang akan Namira tempati malam itu.


"Ini kamarnya dan ini kuncinya nona." Ucap si petugas Hotel seraya memberikan kunci pada Namira. "Terima kasih." Petugas Hotel pun mengangguk senyum kemudian pergi dari hadapan Namira.


Setelah petugas Hotel pergi, lantas Namira langsung masuk kedalam kamar yang sudah dipesan oleh Keynan sebelumnya untuk Namira lalu menutup rapat pintu tersebut.


Tepat pintu tertutup Rian baru saja tiba dikamar yang tepat persis ada dihadapan kamar Namira. Dan Rian menatap sejenak pintu yang baru saja tertutup. Dia merasa seperti melihat seorang wanita yang baru saja masuk kedalam kamar didepannya yang seperti mirip dengan Namira. Begitu lah pikir Rian.


Rian yang penasaran pun berjalan kearah kamar Namira. Tangannya kemudian terangkat dan ingin sekali rasanya ia mengetuk pintu kamar tersebut. Namun apa yang ingin ia lakukan itu gagal saat ada pelayan hotel yang tengah berjalan membersihkan lantai. "Mungkin itu hanya perasaanku saja." Ucap Rian yang kemudian masuk kekamarnya.


2 Jam menunggu Keynan yang sedang meeting membuat Namira benar-benar merasa bosan hanya duduk diam didalam kamar hotel. ia pun beranjak dan melihat kejendela kaca hotel seraya mengusapi perut buncitnya.

__ADS_1


"Sayang, lapar ya kita cari makan yuk." Ucap Namira yang kemudian keluar dari kamar hotel untuk mencari makan.


Tanpa meminta ijin pada Keynan terlebih dulu, Namira memutuskan keluar kamar untuk pergi ke Restoran yang ada dihotel.


Sedangkan Keynan yang sedang melakukan meetingnya bersama Devdan, tiba-tiba mendapat kabar melalui pesan singkat diponselnya yang mengatakan jika Rian pergi ke Swiss untuk bertemu dirinya.


Sontak pikiran Keynan pun langsung tertuju pada Namira yang saat ini tengah berada dihotel seorang diri. "Presdir Key, ada apa? apa ada masalah?" Tanya Devdan saat melihat kekhawatiran diwajah Keynan. "Oh tidak apa-apa, mari. kita lanjut lagi meetingnya."


Sementara itu direstoran Namira tengah menikmati makan siangnya sendirian. Saat Namira baru setengahnya memakan dari makanan tersebut, tiba-tiba ia mendapat pesan singkat dari Keynan.


Sendok makan Namira pun terjatuh dipiringnya sesaat setelah ia membaca pesan dari Keynan. Pesan tersebut juga tertulis agar Namira segera tetap ada dikamar lantaran Keynan takut jika kemungkinan Rian akan menemukan Namira disana.

__ADS_1


Tidak menghabiskan makanannya Namira bergegas pergi meninggalkan Resto dan kembalu kekamar hotel dengan langkah lebarnya.


"Brugh..."


Tanpa sengaja Namira menabrak seseorang dihadapannya sampai ponselnya pun terjatuh. "Maaf aku tidak sengaja." Ucap Namira yang kemudian mengambil ponselnya yang terjatuh dengan sedikit kesulitan.


Sementara itu Rian yang berniat menghampiri Devdan seketika langkahnya terhenti saat melihat wanita hamil yang tengah berjongkok membelakanginya. Dan setelah Namira mengambil ponselnya kemudian ia pun bergegas pergi.


Rian yang tidak tau jika yang baru saja pergi itu adalah Namira, ingin rasanya ia mengejarnya namun langkahnya terhenti saat seseorang memanggilnya. "Rian..." Seru Keynan dari jarak yang tidak jauh dari Rian berdiri.


Rian memutar tubuhnya dan melihat akan kedatangan Keynan. Dengan mengepalkan kedua tangannya, lantas Rian berjalan menghampiri Keynan. "Aku ingin bicara denganmu." Kata Rian sembari menatap tajam pada wajah Keynan.

__ADS_1


"Bicara apa lagi? Aku rasa tidak ada yang perlu dibicarakan." Ucap Keynan yang kemudian langsung pergi begiti saja dari hadapan Rian.


"Kita harus bicara Key! Dimana Namira!" Tanya Rian dengan suara lantangnya. Keynan pun memutar kembali tubuhnya dan berbalik menatap tajam pada Rian. "Untuk apa kau menanyakan tentang Namira padaku? Bukankah dia istrimu." Ujar Keynan yang melangkahkan kaki pergi dari hadapan Rian.


__ADS_2