
Ega kesal selalu mendapat gangguan dari Rico, bagi Ega itu adalah hal paling menyebalkan dia jadi teringat saat kemarin sebelum dirinya bertemu hari ini dengan nya.
######
Alunan musik terdengar begitu syahdu di telinga mengiringi hujan di sore hari ini,Ega duduk di kursi didalam cafe dengan menyeruput secangkir coklat panas sambil menunggu hujan reda, dia mengedarkan pandangannya ke luar kaca cafe yang berembun, pandangan mata nya terallih kan pada bel yang terletak di atas pintu cafe, karena cafe itu tidak terlalu ramai jadi suara dari bel itu dapat membuyarkan lamunan Ega, terdapat sosok pria yang membuka pintu, mata nya membulat sempurna melihat pria itu
"kenapa bisa ada dia di sini sih,aku ga mau lagi ketemu sama dia" ucap Ega lirih sambil menoleh ke luar menyembunyikan wajahnya karena tidak mau dirinya di lihat oleh orang itu.
Pria itu pun duduk di kursi seberang dalam posisi yang membelakangi tempat duduk Ega.
Sesaat dirinya menyembunyikan wajahnya ada seseorang yang ntah tau datang dari mana memanggil nya dengan keras, membuat sang pria yang sedari tadi duduk di meja seberang menoleh karena merasa kenal dengan nama itu
"Ega,,"panggil nya dengan semangat
"Aduh segala di panggil lagi jadi ketauan kan"batin Ega menjerit.
"Loe ngapain di sini sendirian" tanya nya.
"Lagi mancing puas kamu"jawabnya dengan ketus yang membuat Rico tertawa renyah.
"Haha..gue bercanda loe sendirian kan gue temenin yah"ucap Rico dengan sumringah.
Mereka pun larut dalam obrolan bisa di bilang pertengkaran, pertengkaran yang menurut Rico begitu manis karena dengan begini dia bisa mengobrol banyak dengan Ega , tak di sangka ada sepasang mata yang mengawasi setiap 'candaan' mereka.
@@@@@@@@
Sesaat merasa hujan mulai reda Ega memesan taxi online,Rico yang sedari tadi bicara dan tak di dengar oleh Ega pun merebut ponsel Ega dan langsung melihat apa yang membuat Ega sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
"Eh.eh.eh balikin nggak" sewot Ega akan merebut ponsel nya.
"Enggak,loe mau pulang kan ayok gue anterin kan sejalan sama gue deket pula" ajak Rico memaksa.
"Ogah,udah sini balikin"ucap Ega sambil merebut ponselnya.
Setelah mendapat ponselnya,Ega ingin memesan taxi lagi tapi niat nya terurung karena Rico lebih dulu menarik lengan Ega untuk ikut pulang bersama nya.
"Jangan tarik-tarik dong" keluh Ega.
"Kalau engga di tarik nanti kamu kabur" paksa Rico.
Sesaat akan mendekati pintu ada seorang lagi memegang tangan Ega.
"Ega.." ucap lelaki itu.
"Lepaskan tanganku" ucap Ega tak ramah.
"Lepasin" ucap Ega lagi.
Tapi Rehan tak kunjung melepaskan tangan Ega Rehan menatap Ega sendu merasa bersalah akan kejadian beberapa tahun lalu,Rico yang mengerti situasi akhirnya ikut bicara.
"Lepasin tangan cewek gue"ucap Rico
yang membuat Ega memandang Rico tak terima dan Rehan mengalihkan pandangannya kepada Rico.
"Loe denger ga, lepasin tangan cewek gue"ucap Rico lagi.
__ADS_1
Rehan pun melepaskan tangan Ega.
"Semoga kau bahagia dengan nya,maafkan aku yang dulu" ucap Rehan sedih.
Rico pun melanjutkan langkahnya menuju parkiran mobil masih dengan menggandeng tangan Ega,Rehan tak lepas memandang mereka.
Saat sudah di dalam mobil ,Rico melajukan mobilnya menuju rumah Ega yang masih satu kompleks dengan dirinya, selama perjalanan hanya ada keheningan mereka terlarut dalam pikiran masing-masing. Ega yang masih tidak menduga pertemuan nya dengan sang mantan dan Rico yang bertanya-tanya apa hubungan mereka.
Setelah sudah sampai di depan rumah,Ega membuka seatbelt,sebelum Ega membuka pintu,Rico menarik tangan Ega.
"Ada apa,apa yang terjadi, kenapa loe kelihatan tak nyaman dengan orang waktu di cafe tadi?" tanya Rico beruntun.
"Bukan urusan kamu, gara-gara kamu aku harus bertemu lagi dengan nya,dan karena kamu aku harus ingat lagi semua nya!"marah Ega nafas nya naik turun.
"Jangan lagi ikut campur,dan terima kasih buat tumpangannya" ucap Ega setelah menurunkan amarahnya.
"Ega,gue akan terus ikut campur dan gue bakalan jadi sandaran loe saat loe begini,maafin gue tapi gue akan jadi orang yang selalu membuat loe nyaman" ujar Rico.
"Sekarang ajah kamu udah ga bikin aku nyaman" ketus Ega.
"Kalau gak sekarang, mungkin besok, sampai kapan pun aku akan berusaha buat loe dapat bersandar di bahu gue"ucap Rico serius.
Ega menatap Rico mencari celah kebohongan dari sorot matanya tapi dia tidak menemukan,membuat hati Ega menghangat untuk sesaat setelah perbincangan itu Ega masuk kedalam rumah nya Rico tak lepas memandang kepergian Ega.
"Gue bakalan buat loe berada di dekapan gue Ga, membuat loe merasa nyaman dan merasa di cintai"monolog Rico sambil melihat punggung Ega yang semakin menghilang tertelan pintu.
######
__ADS_1
Jangan lupa untuk klik like dan komen yah.
Terima kasih 😊.