Ajarkan Aku Cinta

Ajarkan Aku Cinta
16.Pesta


__ADS_3

"Aduh Vania udah dong, jangan di tebelin lagi,nanti kayak badut"gerutu Ega.


"Enggak bentaran doang kok,ini sentuhan terakhir oke" jelas Vania.


"Aduh kamu sih segala nyetujuin permintaan dia,ribet kan jadi nya" gerutu Ega.


"Ya ampun Ega..kamu tuh yah ngomel mulu dari tadi perasaan" omel Vania.


"Katanya mau beri si Rico kesempatan,tapi apa sekarang,di ajak ke pesta ajah nggak mau" lanjutnya.


"Iya tapi kan nggak gini juga dong" sewot Ega.


"Justru ini lah waktu nya yang tepat buat kamu mengenal lebih dekat dengan Rico" jelas Vania.


"Hah..terserah kamu lah" pasrah Ega.


Setelah beberapa menit,riasan di wajah Ega akhirnya selesai dan Vania melihat hasil karyanya sendiri begitu kagum, perawakan Ega yang proposional dan di padukan dengan dress yang dia kenakan begitu menonjol kan kecantikan Ega yang hampir tidak pernah di poles dengan makeup.


💢💢💢💢💢


Ega keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga.


Rico sedang berbincang dengan Ibu Ega, dia menoleh saat ada seorang yang menghampiri mereka.


Rico menoleh dan mendapati Ega dengan tampilan yang cantik dan anggun.


Dia tak berkedip, dia fokus melihat ciptaan Tuhan yang satu ini, membuat Ega risih.

__ADS_1


" Nggak bagus yah, ya udah aku ganti ajah lah" ucap Ega berbalik hendak pergi.


"Eh... jangan!" cegah Rico.


Ega mengurungkan niatnya, dia berbalik kembali menatap Rico dengan satu alis nya yang terangkat.


"Jangan ganti, kamu terlihat sangat manis" ucap Rico tersenyum.


Ibu Ega tersenyum malu melihat anak muda ini, dia berdiri dan menghampiri Ega.


"Ya sudah kalian berangkat gih, nanti keburu malem" ucap Ibu Ega menengahi acara pandangan mereka.


"Ya udah saya pamit ya Tante" pamit Rico sopan.


"Iya, nitip anak Tante yah Rico,dan pulang nya jangan malem-malem" pesan Ibu Ega.


Setelah berpamitan, mereka pun berangkat.


💢💢💢💢


Ega keluar dari mobil Rico memandang hotel yang ada di depan nya ini.


Dia mematung, langkah kaki nya seakan berat untuk melangkah, bayangan masa lalu terlintas di pikiran nya.


Rico mengerutkan alisnya, dia memandang Ega yang seakan enggan untuk melangkah ke dalam.


"Kamu nggak apa-apa Ga?" tanya Rico heran.

__ADS_1


Ega tersentak dari lamunannya. Dia memandang Rico dengan pandangan yang tak bisa di tebak.


"Eng.. enggak apa-apa" dia menggeleng cepat dan tersenyum tipis. Dia menetralkan degup jantungnya yang seakan ingin keluar dari tempat nya.


Rico menggandeng tangan Ega dan melangkah ke dalam. Setelah mengisi daftar tamu dia masuk ke ballroom di selenggarakan nya acara itu.


Suasana hangat menyelimuti acara tersebut, dia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang jadi tokoh utama dalam acara ini.


Setelah menemukan apa yang di cari nya, dia pun mendekati dan saling menyapa.


"Hei bro, selamat yah semoga berjalan lancar sampai pernikahan" kata Rico memberi selamat.


" Thanks sobat, oh yah siapa ini" tanya nya pada Rico menunjuk pada Ega.


"Oh iya kenalin ini Ega temen aku" jawab Rico sembari merangkul pundak Ega.


Ega melirik tangan Rica yang berada di pundak nya, dia tersenyum canggung dan melihat ke arah teman Rico untuk bertukar sapa dan menjabat tangan.


"Ega" sapa nya memperkenalkan diri.


"Samuel" sapa nya balik.


"Cantik yah bro, gue rasa dia cocok jadi pengganti nya bro" bisik Sam pada Rico.


"Doa'in ajah bro, gue juga berharap begitu ini lagi meyakinkan dia, soal nya susah sama kayak dia" jawab nya berbisik juga namun dengan nada yang sedikit sendu.


Samuel menepuk pundak temannya.

__ADS_1


"Good luck bro, gue selalu dukung loe" ucap Sam menyemangati.


Jangan lupa untuk klik like dan comment yah man-teman terima kasih 😊


__ADS_2