
"Maaf pak Rico anda sudah di tunggu oleh pak direktur di ruangan nya" ucap sekertaris setelah mendekati Rico.
"Oh ok saya segera kesana" jawab Rico kepada sang sekretaris.
"Baiklah gue ke sana dulu ya cantik,"ucap Rico kepada Ega.
"Pergi sana,pergi jauh-jauh dan jangan kembali lagi" seru Ega.
"Eits, kalau ga kembali ntar kamu kangen lagi" ucap Rico sambil menaikkan alisnya.
"Idih ogah kangen sama kamu"usir Ega dengan melambaikan tangan nya.
Rico terkekeh melihat tingkah Ega,
sepanjang jalan dia terus tersenyum.
π’π’π’π’π’π’
Rico membuka pintu ruangan dan langsung masuk tanpa mengetuk.
"Selalu saja, kalau mau masuk itu ketuk dulu" omel seorang paruh baya yang sedang duduk di kursi kebesaran nya dengan map yang sedang di bacanya,tanpa melihat dia pasti tahu siapa yang masuk.
"Hehehe,maaf" ucap Rico.
Dia langsung saja duduk di sofa dalam ruangan itu.
"Makasih yah Pah, udah bantuin Rico"ucap Rico.
"Iyah sama-sama lagian kan dia dan temannya prestasi nya bagus,mudah-mudahan kinerja dan prestasi ngga berbanding terbalik" ucap Papa Rico setelah duduk di samping anaknya.
__ADS_1
"Nanti kalau sudah dapet lampu hijau, cepet-cepet ajak ke rumah yah" lanjut Papa.
"Iya Pah, doa'in yah biar dia luluh, kayanya aku udah sayang banget sama dia" jawab Rico.
"Kamu sayang sama dia, bukan karena dia mirip Safira kan?"tanya Papa Rico.
"Awalnya memang iya,tapi semakin kesini aku mulai sayang sama dia bahkan sekarang aku sudah mulai jatuh cinta sama dia"jelas Rico.
"Ya sudah kamu harus yakinin dia bahwa kamu tulus sama dia jangan jadi kan dia hanya pelampiasan karena mirip dengan Safira ,jangan pernah maininn hati perempuan, oke" nasihat Papa sambil menepuk pundak sang anak.
Rico tersenyum,dia sangat bahagia sudah tumbuh di keluarga yang begitu menyayangi dan mendukung nya.ada nya orang-orang di samping nya membuat dia merasa kan dunia nya kembali,salah satu nya Ega dia bisa membuat Rico mengenal rasa cinta lagi.
π’π’π’π’π’π’π’π’
Waktu pulang akhirnya tiba
"Huh.. akhirnya selesai juga, ternyata begini ya kerja,kirain kerja kantoran ga capek-capek amat ternyata sama ajah"eluh Vania dengan meregang kan tubuh nya.
"Hehehe iya yah,maaf aku yang kurang bersyukur ya Allah"ucap Vania dengan menengadahkan tangan nya.
Siska yang sedari tadi melihat interaksi mereka terkekeh dan menggeleng kan kepala.
"Mba Siska pulang naik apa?"tanya Vania.
"Nanti aku naik taxi" jawab Siska.
"Bareng kita ajah kita kebetulan bawa mobil"tawar Vania,Ega mengangguk.
"Apa nggak ngrepotin kan rumah aku jauh" tanya Siska.
__ADS_1
"Enggak ngrepotin sama sekali ayo lah kita anter biar kita tambah akrab"ucap Vania.
"Emm,boleh lah kalau ga ngrepotin, tapi bener nih ya ga nggrepotin" tanya Siska lagi.
"Enggak mba" jawab serempak mereka sambil menarik tangan Siska menuju parkiran.
π’π’π’π’π’π’π’
"Nah udah sampai, ini benar kan rumah nya?" tanya Vania.
"Iyah benar ini rumah Mba,ayo masuk dulu" ajak Siska.
"Enggak lah mba kapan-kapan ajah,kita udah gerah pengin berendem heheh"jawab Ega dan Vania membenarkan.
"Oh gitu,ya udah makasih yah maaf loh ngrepotin" ucap Siska tak enak.
"Ngga repot kok mba searah juga,deket pula" jawab Ega.
Memang komplek rumah Siska itu masih satu kawasan tapi beda perumahan dengan Ega.
Siska turun dan melambaikan tangan nya setelah itu dia beranjak masuk ke dalam rumah.
"Pulang sama siapa kak?" tanya adik Siska.
"Itu anak magang, kayak nya satu kampus sama kamu deh"jawab Siska sambil melangkah ke kamarnya.
"Oohh.,.."jawab adik Siska tanpa suara.
Jangan lupa klik like dan comment
__ADS_1
terima kasih atas dukungan man-temanπ.