
Suasana kantor seperti biasanya hanya saja hari ini ada sedikit perbedaan, tapi bagi Ega hal ini adalah hal yang membuat dia pusing.
Ting......
Ega membuka pesan dari grup kantor yang mengumumkan bahwa semua staf di haruskan pergi ke aula kantor.
"Van,ada apaan yah kita semua harus pergi ke aula?" tanya Ega.
Tapi Vania hanya mengangkat bahu nya tanda tak tahu.
Mereka berjalan bersamaan menuju aula.
"Kok aku rasa deg-deg an banget yah Van?kaya ada sesuatu yang ga beres gitu" lanjut Ega.
"Aku juga Ga, tiba-tiba rasanya ada sesuatu yang ga beres" kata Vania mencengkeram lengan Ega.
"Kamu kenapa Van?" tanya Ega panik.
"Aku mules Ga,aku ke toilet bentar yah" ucap Vania memegang perutnya sambil berlari ke toilet.
" Dasar,udah tau ga kuat perut nya malah makan rujak pedes banget gitu deh" Ega terkekeh.
Siska yang berjalan bersama mereka hanya bisa tertawa kecil.
"Ada-ada ajah teman mu itu Ga" ucap Siska yang masih saja tertawa.
💢💢💢💢💢
"Selamat pagi semua" sambut Pak Wijaya
__ADS_1
"Pagi..... " jawab serempak mereka.
"Langsung saja karena kesibukan kita pagi ini, saya akan berbicara pada intinya saja"
"Jadi hari ini kita kedatangan seseorang yang mungkin sudah tidak asing lagi untuk kalian para karyawan lama,bagi kalian yang baru mungkin sudah pernah melihat atau belum mengenal nya,jadi pada kesempatan kali ini saya sebagai Direktur Utama mengumumkan pada kalian ini anak saya,saya menujuknya menjadi Direktur untuk membantu kita dalam memajukan perusahaan kita"jelas Pak Wijaya merangkul pundak putranya.
"Mohon bantuannya semuanya" ucap Rico tersenyum dan menunduk hormat.
Semua karyawan bertepuk tangan gembira dengan apa yang di sampaikan Bos mereka,tapi tidak untuk satu orang.
Ega terpaku akan situasi ini.
"Kenapa dia lagi" lirih Ega.
Tak lama Vania menyelinap ke kerumunan karyawan karena posisi Ega di belakang jadi Vania bisa lega karena tak ketahuan terlambat.
"Ga,ada masalah apa?" bisik Vania
Vania melotot dan menganga.
"Ya ampun Ga anak bos ternyata" ucap Vania tersenyum lebar.
"Emang dasar jodoh kamu Ga sama dia"Vania tertawa lirih.
Pertemuan itu pun di bubarkan,Ega berjalan keluar ruangan dengan lemas.
"Rese banget sih,aduh ngga tenang dah kalau dia di sini" dengus Ega frustasi.
"Jangan gitu dong Ga,kali ajah kan ini tuh jadi pertanda baik, dengan begini kamu bisa lebih mengenal dia,ya walaupun dia iseng dikit lah" Vania tertawa.
__ADS_1
"Ega!," panggil seseorang.
Merasa di panggil dia menoleh dan mendapati orang yang tak ingin dia lihat saat ini,Ega tambah lesu.
"Ada apa PAK DIREKTUR" jawab Ega menekan kata nya.
"Heheh ... terkejut nggak" Rico bertanya konyol.
"Terkejut, sangat terkejut,saking terkejutnya saya hampir melompat dari gedung ini" jawab Ega senyum terpaksa.
"Mati dong" celetuk Vania menutup mulutnya dengan tangan.
Ega memicing kan matanya menatap Vania, yang di tatap hanya tersenyum polos
"Ada apa pak apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Ega kembali.
"Begini,kan hari ini ada pesta pertunangan temen aku nih, Kamu mau nggak nemenin aku pergi ke pesta itu" ajak Rico dengan tatapan memohon.
" Maaf tapi aku .." ucapan Ega terpotong.
"Bisa bisa,Ega bisa nanti kita bicarakan lagi yah, sekarang sudah sangat terlambat jadi kami mohon undur diri dulu,Ega pasti dateng"
sela Vania cepat dia membungkukkan badannya dan menarik Ega pergi.
"Tap..tapi.. Van"
"Udah kamu tenang ajah" sela Vania sambil berlalu.
Rico yang mendengar ucapan Vania tersenyum lebar
__ADS_1
jangan lupa untuk like dan comment yah man-teman terima kasih 😊