
Setelah mengantar Siska, Vania melajukan mobilnya ke arah rumah Ega, rencana nya hari ini dia akan menginap di rumah Ega.
"Ga,kamu ga ada rasa gitu sedikit pun sama si Rico"tanya Vania memulai perbincangan.
Ega terdiam sesaat,dia bingung harus ngomong apa
sebenarnya dia sudah ada 'sedikit' rasa tapi dia enggan menerima rasa itu karena takut di kecewakan lagi.
"Van,salah ngga sih aku cuekin Rico kaya gini? kenapa si Rico terus ajah perhatian sama aku, padahal kan aku sering bahkan hampir setiap kali ketemu sama dia aku ketusin" jawab Ega.
"Itu artinya kamu itu punya tempat tersendiri buat dia,kamu tau nggak selama aku kuliah bareng dia,aku ga pernah tuh liat dia jalan sama cewek yang ada sama sahabatnnya dia yang ga kalah ganteng sama dia,baru kali ini sih aku liat dia ngejar cewek sampai segitunya,dan cewek itu kamu Ga"jelas Vania.
"Iya kamu ga pernah liat dia jalan sama cewek tapi kalau dia jalannya di belakang gimana kaya si 'dia' " jawab Ega.
"Ya ampun Ga, udah jangan ungkit dia kali,lagian yah aku percaya kok kalau si Rico bisa sayang dan cinta tulus sama kamu" kata Vania gemas.
"Iya kah?, tapi aku masih ragu buat terima orang baru Van, gimana dong?" tanya Ega.
"Ya menurut aku sih kamu jangan ketus-ketus lah sama dia mulai buka hati kamu pelan-pelan beri dia kesempatan buat bisa deket sama kamu" nasihat Vania.
Ega mulai memikirkan apa yang di katakan Vania,dan tak lama mereka pun sampai di rumah Ega.
💢💢💢💢💢💢
__ADS_1
Di tempat lain Rico menemui teman-teman nya di tempat nongkrong baru nya,cafe nya Reza,cafe itu baru di resmikan pada 2 bulan yang lalu tapi tak pernah sepi,dan juga buka 24 jam.
Rico memasuki cafe itu dan di sambut Reza
"Hai bro gimana nih kabar"tanya Reza di balik meja sedang mengotak-atik mesin kopi.
"Mau minum apa nih"tanya nya lagi.
"Iced americano" jawab Rico.
"Oke"
Selagi Reza dan Rico mengobrol dari arah pintu datang lah si Dika dan si alim Baim.
"Sialan loe,dikira warkop" dengus Reza
yang membuat mereka tertawa.
"Lah sama aja kali,cuma elit doang judul nya kopi kopi juga"ucap Dika terkekeh membuat Reza melempar kan biji kopi ke arah Dika,dan Dika dengan sigap menghindari lemparan Reza.
Dan seperti biasa mereka riuh kalau sudah berkumpul terutama Dika dan Reza.
"Gorengan ada ga bang"tanya Baim menginterupsi becanda an mereka membuat senyap seketika dan memandang Baim.
__ADS_1
"Hahahaha..."tawa mereka kembali riuh.
"Lebih parah dari gue Rez,,,hahaha" ucap Dika sambil memegang perutnya.
"Sebelas dua belas loe pada " kata Reza terkekeh.
"Gimana nih perkembangan sama si cantik?" tanya Dika pada Rico.
" Ya begitulah masih proses,masih tahap pengejaran" jawab Rico.
"Gapapa bro Pepet terus biasa nya nih ya kalau susah di dapetin bakalan susah buat ninggalin,bakalan setia deh tuh si cantik" kata Dika menyemangati membuat Rico tersenyum.
"Widih pakar cinta udah mulai ngasih nasihat nih,tapi heran gue kok cewek cewek ga ada yang mau sama loe ya Dik" ledek Reza.
"Sialan loe berasa gue ga laku banget dah, nanti gue kenalin cewek gue ke loe pada,biar percaya kalau gue punya pacar" kata Dika ga mau kalah.
"Heleh paling kepaksa tuh cewek gegara loe Pepet terus" sindir Reza.
"Enak ajah,aku nggak seburuk itu bang" ucap Dika mulai lebay.
Dan mereka pun mengobrol sambil menikmati kopi mereka hingga sampai tengah malam dan pulang ke rumah masing-masing.
Jangan lupa untuk klik like dan comment yah man-teman terima kasih 😊.
__ADS_1