
Selama diperjalanan mereka sama-sama terdiam, tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk memulai percakapan. Mereka menikmati angin malam selama perjalanan dengan hati yang gemuruh, dan jantung yang sama-sama tak terkendali.
Bangunan menjulang tinggi berwarna abu-abu yang merupakan gedung Apartemen tempat dimana Nessa tinggal pun mulai terlihat, beberapa meter lagi mereka akan mengakhiri kecanggungan ini yang membuat mereka merasa campur aduk. Akbar menghentikan motornya tepat di depan pintu masuk gedung tersebut, Nessa pun melepaskan pelukannya pada pinggang Akbar dan turun dari motor pria itu.
"Thanks ya udah nganter aku dengan selamat" Ucap Nessa, dan memberikan helm yang baru saja ia kenakan kepada Akbar.
Akbar pun tersenyum dan menerima helm itu, setelahnya memasukan helm kedalam bagasi motornya.
"Sama-sama, udah sana gih masuk, diluar dingin."
"Eum, kamu hati-hati ya dijalan, kalo udah sampai rumah kabari ya."
Akbar tersenyum mendengar ucapan Nessa, kenapa gadis itu peduli padanya? apa Nessa sedang mengkhawatirkannya? pikir Akbar.
Sedangkan Nessa menggigit bibir bawahnya, menyadari tentang ucapannya yang baru saja ia sampaikan. Dasar bodoh, rutuk Nessa dalam hati.
"Iya, begitu gue sampai, ntar gue kabarin" Akbar kembali menaiki motornya.
"Ya udah, aku masuk dulu ya." Nessa pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke gedung apartemen nya
Setelah memastikan gadis itu masuk kedalam gedung, Akbar pun mulai menyalakan mesin motornya, dan kembali membelah jalanan untuk pulang.
Jarak rumah Akbar dari apartemen milik Nessa lumayan jauh, pria itu harus menempuh perjalanan sekitar kurang lebih 30 menit, itupun jika lalu lintas lancar.
Disepanjang perjalanan Akbar selalu tersenyum mengingat tingkah Nessa yang menurutnya polos seperti anak kecil, terlebih lagi tentang kejadian tadi, disaat Gadis pemilik senyum menawan itu memeluk pinggangnya, mengingat itu membuat Akbar tersenyum malu. Apakah Nessa sudah mengambil alih dunianya?
...****************...
Gadis itu memasuki apartemennya, melepas sepatunya asal dan menghidupkan lampu ruangannya, mendudukkan diri pada sofa diruang tengahnya dengan nyaman, sejenak melepas lelah hari ini. Dia tersenyum mengingat kembali tentang hari ini, tentang Akbar lebih spesifik nya.
Nessa menutup wajahnya dan tersenyum malu ketika mengingat bagaimana Akbar menarik tangannya, menyuruhnya untuk memeluk pinggang pria tersebut. Dan yang lebih memalukan lagi untuk Nessa adalah ketika dia terlihat mengkhawatirkan pria itu dengan menyuruh pria itu mengabarinya. Astaga Nessa !
"Apakah aku jatuh cinta?"
Dia bertanya pada dirinya sendiri, pasalnya selama 22 tahun ini dia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Dulu, ketika dia masih duduk di bangku sekolah maupun kuliah, dia selalu menutup diri untuk hal-hal semacam itu, dia terlalu takut pada kemungkinan kemungkinan yang nantinya membuat dia merasa kecewa dan kembali dipatahkan.
"Aku tidak boleh jatuh cinta, terlebih pada Akbar, Pria yang baru saja aku kenal!"
Dan lagi dia tetap mempertahankan benteng dihatinya untuk tetap berdiri dengan kokoh.
Setelah berperang dengan hati dan pikirannya, Nessa pun bangkit dari posisi duduknya, untuk bersiap membersihkan diri sebelum dia tidur dengan nyaman di ranjangnya.
__ADS_1
Setelah Nessa masuk kedalam kamar mandi, ponsel milik Nessa berdering beberapa kali, menandakan bahwa ada panggilan masuk, dan juga terlihat adanya notifikasi pesan pada benda persegi panjang tersebut.
Cukup lama gadis itu membersihkan diri, sekarang ia sudah siap untuk merebahkan diri dengan piyama tidurnya, sebelum itu dia mengambil ponselnya yang tadi ia letakkan di meja ruang tengah, membawanya kedalam genggamannya. Nessa merebahkan diri dengan nyaman di ranjangnya, menyalakan layar ponselnya dan melihat notifikasi panggilan serta pesan masuk.
Tiga pesan, Dua panggilan tak terjawab
^^^From: _AKBAR^^^
^^^Gue barusan sampe^^^
^^^Ness?^^^
^^^Loe tidur ya?^^^
...****************...
Setelah 25 menit menempuh perjalanan dari apartemen Nessa, akhirnya Akbar sampai di halaman rumahnya dengan selamat. Pria itu pun memasuki rumahnya, tak lupa ia mengucapkan salam.
"Assalamualaikum, Akbar pulang"
"Wa'alaikumsalam" Balas kedua orang tua Akbar bersama.
Pria itu melihat Bapak dan Ibunya sedang menikmati acara televisi bersama diruang tengah, dengan segera ia menghampiri kedua orangtuanya dan mencium tangan keduanya. Kebiasaan baik Akbar yang selalu menghormati orangtuanya.
"Dari mana kamu Bar?" Tanya Bapak Akbar.
"Biasa, Pak, main sama temen" Balas pria itu.
"Perempuan?" Sekarang giliran sang Ibu yang bertanya.
"Apa sih Bu, nanya kaya gitu, udah ah Akbar mau keatas, mau mandi terus tidur."
Akbar pun berlalu dari hadapan kedua orangtuanya.
"Semoga aja Akbar bisa segera menemukan pengganti Winda ya Pak, sudah 3 tahun sejak Winda meninggalkannya, Ibu merasa Akbar masih begitu terpukul". Ucap Ibu Akbar dengan raut wajah yang sedih
"Iya Bu, semoga ada perempuan yang bisa membuat anak kita jatuh cinta lagi ya Bu"
Bapak serta Ibunya Akbar pun melanjutkan perbincangan mereka dan menikmati acara yang ada di televisi.
Akbar merebahkan diri di ranjangnya, mencari ponselnya kedalam tasnya, mengambilnya dan mengetikkan beberapa kata dan mengirimnya kepada seseorang diseberang sana.
1 menit
__ADS_1
2 menit
3 menit
Hingga lima menit lebih Akbar menunggu, tak kunjung ia dapatkan balasan dari pesan yang ia kirim, pria itu pun sedikit gusar menunggu balasan pesan tersebut, akhirnya ia memutuskan untuk menekan tombol hijau pada salah satu kontak, mencoba menghubungi seseorang yang tak kunjung membaca pesannya.
Nihil, dua kali dia mencoba untuk menghubungi gadis itu melalui panggilan telepon, dua kali juga dia tidak mendapatkan jawaban. Apakah gadis itu tertidur? Bukankah tadi gadis itu yang menyuruhnya untuk memberi kabar ketika ia sampai? Pikirnya dengan gelisah.
Drrt.
Akbar dengan cepat mengambil ponselnya
Satu pesan masuk
Notif yang ia lihat ketika menyalakan layar ponsel pintarnya, segera ia membuka pesan tersebut.
^^^From: _NESSA^^^
^^^Maaf, aku baru aja membersihkan diri. Syukurlah kalau kamu udah sampai.^^^
Akbar tersenyum, akhirnya setelah ia menunggu cukup lama, menurutnya, pesan itu mendapatkan balasan juga.
^^^To: _NESSA^^^
^^^Gue pikir loe kenapa napa tadi. Kan soalnya elo yang nyuruh gue buat ngabarin kalo gue udah sampe.^^^
Akbar berharap pesannya masih mendapat balasan dari Nessa.
^^^From: _NESSA^^^
^^^Engga kok, aku baik-baik aja, maaf udah bikin kamu khawatir.. Ngantuk nih, tidur yuk, besok ada banyak kerjaan nih, aku perlu merecharge diri 😁^^^
Pria itu tersenyum, tapi ada sedikit rasa kecewa karna Nessa ingin mengakhiri pesan mereka, namun dia sadar, besok adalah hari sibuk, HARI SENIN. Akbar pun besok harus bekerja bukan?
^^^To: _NESSA^^^
^^^Tidur gih, udah malem juga.. Nice dream ya..^^^
^^^From: _NESSA^^^
^^^Nice dream too.. and see you^^^
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1