Akbar Dan Nessa

Akbar Dan Nessa
Halaman 6 - Gelisah


__ADS_3

Akbar dan Nessa sama-sama tenggelam pada tatapan mata mereka, Akbar yang masih menunggu jawaban Nessa dengan penuh harapan, dan Nessa yang merasa nyaman menatap mata teduh Akbar. Hingga pria itu tersadar akan tangannya yang dengan lancang menyentuh pergelangan tangan Nessa.


"Sorry Ness, gue ngga bermaksud apapun kok" Ucap pria itu sedikit canggung setelah apa yang ia lakukan.


"Ngga papa kok Bar." Balas Nessa dengan senyum tulusnya.


"Kita juga masih bisa ketemu dan ngobrol lagi kok bar." Lanjut Nessa lagi.


Akbar berdesir mendengar jawaban Nessa, ia pun mengangguk, dan membukakan pintu mobil Nessa, mempersilakan gadis itu memasuki mobilnya, dan menutupnya rapat. Nessa membuka jendela mobilnya.


"Gimana kalo sabtu ini aku giliran ngajak kamu keluar? Ada satu tempat yang pingin banget aku datengin, kamu free kan?" Ucap gadis itu setelah memasuki mobilnya.


"Oke, kapanpun gue siap buat lo" Balas Akbar dengan tegas.


Ucapan Akbar membuat Nessa sedikit besar kepala, dan mengira bahwa lelaki itu ada rasa padanya, tapi dengan cepat gadis itu menghapus pemikiran itu.


"Aku duluan ya, sana gih kamu masuk, balik kerja lagi"


Gadis itu menyalakan mesin mobilnya dan bersiap untuk meninggalkan Akbar dan gedung perusahaan itu.


Akbar pun mengangguk dan sedikit menggeser tubuhnya, memberi jalan untuk Nessa, dan melambaikan tangan setelah mobil Nessa berjalan meninggalkannya. Setelah memastikan mobil Nessa telah berlalu, Akbar pun kembali melangkahkan kakinya cepat memasuki kantornya menuju ke ruangannya.


Tak hentinya Pria berkulit tan itu tersenyum sendiri mengingat kembali pertemuannya dengan Nessa ketika pertama kali dan terus berlanjut hingga kini. Tak sadar langkah kakinya telah membawa dia kembali ke ruangan kerjanya. Diraihnya ponsel miliknya, dan mulai mengetikkan beberapa kata untuk ia kirim kepada seseorang. Dengan masih tersenyum malu-malu, lelaki itu kembali meletakan ponselnya di atas meja, dan mulai mendudukkan diri untuk melanjutkan lagi pekerjaannya.


Bukankah kalau dipikir-pikir pertemuan Akbar dan Nessa seperti takdir? tapi apakah keduanya menyadari itu?


...****************...


Nessa baru saja sampai di apartemennya, setelah dia meninggalkan perusahaan tempat Akbar bekerja, gadis itu menyempatkan diri membeli berbagai kebutuhan makanan untuk mengisi lemari es nya yang telah kosong. Meletakan seluruh bahan belanjaannya di atas meja makan yang berada di dekat dapur, dan meninggalkannya begitu saja, Nessa pun memasuki kamarnya dan bersiap untuk membersihkan diri agar lebih segar.


Setelah membersihkan diri, Nessa mengambil ponselnya yang tadi ia letakkan didalam tas ranselnya. menyalakan ponsel tersebut dan membuka notifikasi yang masuk.


^^^From: _AKBAR^^^


^^^Kabari ya kalo udah sampai^^^

__ADS_1


Satu pesan dari Akbar saja sudah membuatnya hatinya bergemuruh bahagia. Nessa menarik kedua sudut bibirnya membentuk lengkungan senyum, dan mulai mengetikkan beberapa kata yang kemudian ia kirim kepada sang pria.


^^^To: _AKBAR^^^


^^^Sorry baru baca pesan kamu, dan baru sempet bales, aku udah sampe sekitar beberapa menit yang lalu.^^^


Setelah mengirim pesan balasannya, Nessa masih menunggu sampai kesekian menit, namun nihil, ponselnya sama sekali tidak menandakan adanya pesan balasan dari Akbar.


Nessa menghembuskan nafasnya kasar, dan melempar ponselnya asal ke ranjangnya. Gadis itu beranjak untuk keluar dari kamarnya dan kembali melanjutkan aktivitasnya untuk merapikan barang belanjaannya yang tadi ia tinggalkan begitu saja. Lantas Nessa pun menyibukkan diri dengan pekerjaan rumahnya, hingga memasak masakan untuk dirinya sendiri.


Ting tong..


Nessa menghentikan aktivitasnya sejenak, berpikir siapa yang akan bertamu ke apartemennya, karna biasanya, jika itu Erika, dia akan mengabari Nessa lebih dulu, tapi tak ada pesan apapun yang ia dapatkan dari Erika.


Ting tong..


Gadis itu pun mematikan kompornya, dan melangkahkan kakinya pada pintu apartemennya, dan membukanya perlahan.


Ceklek..



Ketika Nessa membuka pintu, nampak seorang pria dengan topi di kepalanya, memiliki tinggi badan yang lebih tinggi dari Nessa, namun sama-sama memiliki kulit yang putih, dan membawa satu koper besar serta tas ransel dipundaknya. Tanpa menunggu sang tuan rumah mempersilakan masuk, pria itu menerobos masuk tanpa permisi dan melewati Nessa begitu saja.


Nessa menutup pintu apartemennya dan menatap tak suka pada laki-laki yang saat ini sedang duduk santai di sofa yang ada diruang tengah. Sedangkan pria itu hanya tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Apa yang membuatmu datang kesini dengan tiba-tiba?". Tanya Nessa dengan melipatkan kedua tangannya di dada.


"Tak ada, aku hanya ingin mengunjungi adikku". Pria itu menghempaskan punggungnya untuk bersandar pada sofa empuk milik Nessa.


"Cih, omong kosong!!"


"Terserah"


Nessa memutar kedua bola matanya bosan, dan kembali melangkahkan kakinya menuju dapur, melanjutkan aktivitas memasaknya. Sedangkan Pria itu memilih untuk memejamkan matanya dan mengistirahatkan tubuhnya di sofa.

__ADS_1


Gadis itu baru saja menata masakannya di meja makan, kemudian menutupnya dengan tudung saji. Setelah membersihkan area dapur yang baru saja ia gunakan, Nessa melangkahkan kaki menuju kamarnya, melewati sang kakak yang masih terlelap, mungkin lelah setelah menempuh perjalanan beberapa jam, pikir gadis itu.


Nessa mengambil kembali ponsel yang tadi ia lempar dengan asal, menghidupkan layarnya, dan terdapat notifikasi pesan masuk yang belum ia baca.


^^^From: _AKBAR^^^


^^^Alhamdulillah kalo udah sampai, sorry tadi lagi ada kerjaan, entar kita lanjut lagi pas gue udah balik ya. Have a nice day Ness^^^


Nessa menarik sudut bibirnya membuat lengkungan senyum, tanpa membalas pesan Akbar, gadis itu kembali mematikan ponselnya.


Merebahkan tubuhnya pada kasur empuk di atas ranjangnya untuk sejenak mengistirahatkan dirinya yang merasa lelah, dan dalam hitungan menit, Nessa telah berada di alam mimpinya.


...****************...


Di ruangan kerja Akbar yang dominan berwarna putih, nampak pria tengah itu sibuk dengan pekerjaannya, terlihat jelas sekali wajah frustasinya dan rambutnya yang terlihat acak-acakan.


"Aish, kapan pekerjaan ini selesai ya Tuhan" Akbar mengeluh sambil menjambak rambutnya.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk!!" balas Akbar dengan sedikit berteriak.



"Butuh bantuan ngga? lo keliatan kacau banget sama kerjaan lo kali ini" Pria yang tadi mengetuk pintu ruangan Akbar pun melangkah masuk.


"Lo dateng disaat yang tepat Nan, makasih banyak" Akbar merasa lega sekali ketika Nanda menawarkan diri untuk membatunya.


Akbar tidak biasanya terlihat seperti ini, dia biasa bekerja dengan tenang, dan selalu ia selesaikan di waktu yang tepat, dan Nanda menyadari perubahan sikap Akbar.


"Lo ngga fokus banget kerjanya, lagi jatuh cinta ya lo?" sarkas Nanda.


"Ngga, gue cuma capek aja karna tugas kuliah gue yang juga ikut numpuk" sanggah Akbar beralasan.


"Lo jatuh cinta juga gapapa kali bar, udah lama ini lo jomblo, semenjak Win..."

__ADS_1


Bug.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2