Akbar Dan Nessa

Akbar Dan Nessa
Halaman 9 - Yusuf Aulian


__ADS_3

Yusuf Aulian, dia adalah kakak kandung Danessa Aulia. Pria itu sebelumnya tinggal bersama sang Ibu dikampung halaman mereka, Samarinda. Akan tetapi beberapa waktu yang lalu ia memutuskan untuk mengejar cita-cita nya di Ibukota, karna kebetulan juga ia mendapatkan panggilan dari CV yang ia kirim melalui email kepada salah satu perusahaan penerbit yang cukup ternama.


Pria itu sangat senang saat mendapat email balasan dari perusahaan tersebut, selain karna gaji yang begitu menggiurkan, ia juga jadi punya alasan untuk menjaga adik satu-satunya itu, Danessa Aulia. Mengingat adiknya itu sangat menyukai kesendirian dan sepi, jadi tidak mudah untuk mengajaknya tinggal bersama.


Sebenarnya bukan keputusan mudah bagi Yusuf untuk meninggalkan Samarinda dan semua kenangan yang ada di kota itu dengan wanita yang pernah ia cintai, wanita yang saat ini telah menyandang status sebagai istri sahabatnya.


Yusuf harus menelan pahit kenyataan kisah percintaannya yang belum sempat ia ungkapkan.


Pria itu menghela nafasnya yang terasa berat, kala mengingat hal itu, sudut hatinya terasa ngilu.


Yusuf segera keluar dari kamarnya setelah memastikan penampilannya sudah bisa dikatakan rapi. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja sebagai illustrator seperti cita-citanya, dan sungguh beruntung sekali dia dipekerjakan di Perusahaan besar, maka dari itu ia akan memberikan penampilan terbaiknya.


"Masak apa dek?" Tanya Yusuf pada adiknya setelah menutup pintu kamarnya.


Nessa menatap sekilas kakaknya, dan kembali fokus pada masakannya.


"Nasi goreng, aku tidak berniat untuk membuat sarapan istimewa untukmu secara cuma-cuma".


"Cih". Desis Yusuf, pria itu pun mendudukkan dirinya di salah satu kursi ruang makan.


"Nanti, kalau kakakmu ini sudah menerima gaji, kamu akan aku beri bonus." Ucap Yusuf sambil menekuk lengan kemejanya.


Nessa meletakan dua piring berisi nasi goreng dengan telur mata sapi diatasnya.


"Terimakasih, adikmu ini akan dengan senang hati menerima bonus itu."


Kakak beradik itu pun tertawa bersama, dan menikmati sarapan pagi mereka dengan canda tawa.


Seperti inilah mereka berdua, sering kali saling melempar umpatan, ejekan, tapi tak jarang mereka berbagi canda dan tawa bersama, dan sepertinya saat ini mereka merindukan masa-masa itu.


"Terus kakak berangkatnya mau naik apa? atau aku aja yang..."


Belum juga Nessa melanjutkan ucapannya, tapi sudah dipotong begitu saja oleh Yusuf.


"Motor kamu nganggur kan? aku pake motor kamu ya?" Ucap Yusuf dengan mulut yang masih mengunyah nasi goreng.

__ADS_1


"Ngga pake mobil aja?"


"Ngga ah, ngga enak aku, karyawan baru masa pake mobil."


"Emang kenapa?"


"Ya ngga enak aja dek, gimana gitu, kaya orang kaya aja, haha."


Mereka pun kembali melemparkan tawa.


Yusuf pun sudah menyelesaikan makannya, dan menaruh piring kotor itu pada wastafel, setelah pamit pada adik kesayangannya ia pun melangkahkan kakinya keluar dari apartemen, menuju lift yang akan mengantarkannya pada tempat parkir dimana sepeda motor adiknya itu terparkir.


Dengan senyum cerahnya, dan bermodalkan arahan sang adik dan google map, Yusuf pun menyusuri jalanan kota yang akan membawanya pada tujuan. Yusuf memang memilih untuk berangkat lebih pagi, selain untuk menghindari kemacetan, dia sendiri juga butuh waktu untuk mencari jalan. Pria itu benar-benar menikmati hembusan angin di pagi hari ini.


Setelah beberapa waktu menempuh perjalanan, Yusuf pun sudah berada di depan sebuah gedung yang akan menjadi tempatnya untuk menghabiskan waktu.


Yusuf menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Bismillahirrahmanirrahim".


"Permisi Pak, saya Yusuf, karyawan baru disini." Ucap Yusuf pada seorang security yang berjaga tepat didepan pintu lobby.


"Oh, Karyawan baru ya, Mas Yusuf bisa duduk dulu sambil menunggu resepsionis hadir di mejanya, kebetulan ini belum ada jam 8 jadi beberapa karyawan belum hadir mas." Balas security itu menjelaskan.


Sejenak Yusuf pun melihat jam tangannya yang melingkar dengan manis ditangan kanannya, benar saja, dia ternyata tiba 15 menit lebih awal.


"Baik Pak, terimakasih".


Yusuf pun melangkahkan kakinya menuju salah satu kursi yang terdapat di lobby.


Setelah sekian waktu menunggu, nampak di balik meja resepsionis telah muncul seorang wanita, yang sepertinya adalah orang yang ditunggu Yusuf, tanpa membuang waktu, pria itupun segera menghampiri meja resepsionis itu.


"Permisi mbak, saya Yusuf, saya karyawan baru yang kebetulan sudah ada janji dengan Pak Akbar." Jelas Yusuf pada resepsionis itu yang diketahui bernama Dewi di nametagnya.


"Sebentar ya mas, saya coba menghubungi Pak Akbar dulu." Ucap wanita itu dengan senyum ramahnya.

__ADS_1


"Baik Mas, kebetulan Anda sudah ditunggu beliau." Resepsionis itu pun mengarahkan dimana letak ruangan Pak Akbar yang dimaksud.


Bermodalkan penjelasan sang resepsionis, Yusuf kini telah berada di ruangan personalia, terdapat beberapa karyawan yang nampak sedang bersiap pada pekerjaan mereka dan ada pula yang sudah mulai sibuk.


Yusuf sedikit nampak bingung dan segan untuk bertanya dimana meja Pak Akbar yang menjadi tujuannya.


Hingga dia dikejutkan dengan deheman seseorang dari arah belakangnya.


"Ehm ehm, mau bertemu Pak Akbar ya mas? Karyawan baru kan?" Ucap Pria itu dengan ramah.


"Mari saya antar." Ucap Pria itu lagi tanpa menunggu jawaban Yusuf.


Tok tok tok


Pria itu mengetuk sebuah pintu yang di depannya terdapat tulisan Ruang Kepala Personalia


Dibukanya pintu tersebut.


"Bar, lo ada tamu nih."


"Oh iya, suruh masuk aja. Thanks ya Nan."


Pria bernama Nanda itu pun mempersilakan Yusuf untuk masuk keruangan Akbar.


Yusuf pun melangkahkan kakinya memasuki ruangan Akbar,


"Silakan Duduk"


Akbar mulai memberikan Yusuf beberapa lembar kertas yang kemudian dibaca oleh Yusuf sebelum ia tanda tangani. Ya kertas kertas itu berisi tentang apapun perjanjian kerja di perusahaan ini.


Di sela keseriusan Yusuf membaca perjanjian, nampak Akbar membuka obrolan untuk membuat suasana lebih akrab.


Dan Akbar yang Yusuf temui saat ini adalah Akbar yang sama yang beberapa kali bertemu dengan Nessa.


__ADS_1


...****************...


__ADS_2