Akbar Dan Nessa

Akbar Dan Nessa
Halaman 5 - Ketemu Lagi


__ADS_3

Senin pagi telah menjelang, seperti biasa, hari senin adalah hari sibuk bagi pekerja, begitupun bagi seorang Akbar. Jam digital milik Akbar yang terletak di meja nakas di samping ranjangnya telah berbunyi dari beberapa detik yang lalu, tapi sang pemilik hanya menggeliat tanpa ada gairah ataupun semangat untuk menyambut cahaya matahari yang mulai mengintip. Dengan malas pria itu bangun dari posisi tidurnya, mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan kesadarannya. Beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri agar terlihat lebih segar, tentunya. Setelah selesai membersihkan diri, ia pun segera bersiap untuk ikut sarapan bersama keluarganya, hal yang tak pernah dilewatkan oleh keluarga Akbar. Tidak banyak bicara Akbar segera menyelesaikan sarapan paginya dan bergegas menuju kantornya.


Seperti biasa, Akbar mengendarai sepeda motornya menuju kantor tempatnya berkarir. Pria itu sepertinya sedang terburu-buru, dia melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang cukup kencang, saat berhadapan dengan lampu merah pun dia akan mengumpat. Setelah 30 menit yang terasa panjang untuk Akbar, akhirnya pria itu pun telah sampai pada gedung yang menjulang tinggi, yang mana didalamnya terdapat puluhan bahkan ratusan pekerja. Setelah memarkirkan motornya, segera Akbar mengambil langkah panjang untuk menuju ruangannya. Hari ini dia harus mewawancarai kurang lebih 11 pelamar kerja, tapi dia belum menyiapkan apapun, itu adalah alasan kenapa hari ini dia terburu-buru.


Diusianya yang masih muda Akbar telah memiliki jabatan penting untuk perusahaan ini, yaitu Kepala Personalia, hal yang tidak mudah untuk ia dapatkan, tapi karna kemampuan psikolognya yang sudah tidak diragukan, akhirnya ia pun sampai pada titik ini, dan itu menjadi alasannya untuk kembali melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, dia ingin menambah pengetahuan yang menjadi bidang pekerjaannya, dan juga sebagai alasan dirinya menyibukkan diri dari hal yang ingin ia lupakan.


Tibanya Akbar di ruangannya, pria itu segera mempersiapkan hal-hal untuk mendukung lancarnya proses rekruitmen, dan membawanya pada ruangan lain yang memang digunakan untuk proses wawancara.


Ceklek


Pintu terbuka, menampilkan seorang pria berkacamata dengan kemejanya warna navi.


"Eh Akbar, rajin banget lo"


Ucap pria yang diketahui bernama Nanda itu, sambil membantu Akbar menata ruangan.


"Lo nyindir ya?"


Balas Akbar dengan tawa kecil.


Pria itu adalah Nanda, teman Akbar di divisi yang sama, Nanda juga adalah partner Akbar untuk membantunya dalam proses rekruitmen kali ini. Mereka pun melanjutkan kegiatan mereka dan menjalankan pekerjaan sampai waktu interview tiba.


...****************...


Nessa sedang duduk disalah satu kursi kantin yang berada disebuah perusahaan, gadis itu baru saja menyerahkan pekerjaannya pada perusahaan tersebut. Karna dia belum sempat menyarap tadi, dia pun memutuskan untuk mengisi perutnya.


Dimeja yang ia tempati terdapat satu gelas es jeruk dan satu piring Indomie goreng dengan telur mata sapi diatasnya.


Saat sedang menikmati hidangannya, Nessa dikejutkan oleh seseorang yang memanggil namanya, hal itu pun membuat Nessa mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.


"Nessa?"


"Akbar?"

__ADS_1


Dia adalah Akbar, pria itu terkejut saat ia sedang memasuki kantin di perusahaan tempatnya bekerja, pandangannya terpusat pada seorang gadis yang sedang duduk sendirian disalah satu meja yang ada di kantin tersebut. Lantas pria itu melangkahkan kakinya kearah sang gadis yang sedang menikmati indomie goreng miliknya. Dan benar saja, setelah melangkah lebih dekat, gadis itu adalah Nessa.


"Lo ngapain Ness disini?"


Tanya Akbar sambil menarik kursi kosong yang ada dihadapan Nessa. Gadis itu pun mencoba mengurangi keterkejutannya dengan meminum sedikit es jeruk miliknya.


"Aku ada kerjaan disini, kamu sendiri?"


"Lah, gue kerja disini Ness”


Lagi-lagi Akbar membuatnya terkejut, sedangkan pria itu menanggapinya dengan tawa kecil.


"Lo tetep disini, gue mau pesan kopi dulu!"


Ucap Akbar sambil berlalu menuju meja kasir untuk memesan kopi. Sepertinya memang kebiasaan Akbar yang selalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban Nessa. Dan gadis itu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Akbar.


Dan setelah beberapa menit kemudian, Akbar pun kembali duduk bersama Nessa, dengan satu gelas kopi yang ada ditangannya.


"Gue ngga nyangka bakal ketemu lo disini Ness"


"Sama, kaget banget tadi waktu tiba-tiba aja ada yang manggil namaku, karna biasanya ngga ada, aku pikir aku udah terkenal"


Balas Nessa panjang dan dengan tawa kecil yang terlihat menggemaskan dimata Akbar.


Mereka terus melanjutkan obrolan mereka hingga tak terasa Indomie goreng milik Nessa telah habis. Gadis itu pun juga segera menghabiskan ea jeruk yang tinggal setengah gelas.


"Kamu cuma minum kopi aja? ngga pesan makan?"


Tanya Nessa, dan kembali meletakan gelasnya yang sudah kosong di atas meja.


"Engga, belum waktunya istirahat, kalo pesan makan nanti kelamaan"


"Lah, belum istirahat? terus kamu ngobrol disini sama aku dari tadi gak papa?"

__ADS_1


Akbar tadinya memang berniat hanya membeli kopi saja di kantin untuk menghilangkan penatnya setelah mewawancarai para calon pekerja dan setelah itu kembali keruang kerjanya, tapi setelah memastikan gadis itu adalah Nessa, entah kenapa malah dia yang mengulur waktu untuk mengajak gadis itu ngobrol.


"Tadinya memang cuma mau cari kopi aja, tapi begitu lihat lo disini, gue jadi penasaran buat mastiin beneran lo atau bukan"


Nessa mengangguk mengerti, sedangkan Akbar tersenyum dan menyeruput kopinya hingga habis.


"Habis ini lo mau kemana?" Tanya Akbar.


"Pulang, masih banyak kerjaan yang nunggu di rumah" Balas Nessa dengan menunjukan tumpukan kertas yang ada dimeja.


"Mau gue anter?" ucap pria itu menawarkan diri


Nessa yang mendengarnya, tersenyum tulus dan menimpali.


"Kamu masih di jam kerja Akbar, kalo kamu nganter aku, itu berarti kamu tidak bertanggung jawab sama kerjaan kamu. Lagian aku bawa mobil kok"


"Oh iya ya, gue masih kerja." Akbar pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ya udah, kalo gitu gue anterin sampe parkiran yuk!"


Sambung Akbar, pria itu pun berdiri, bersiap untuk mengantar Nessa menuju mobilnya. Nessa sebenarnya merasa tidak enak, dia merasa telah mengganggu waktu Akbar untuk bekerja, tapi pria itu sepertinya tipe orang yang tidak menerima penolakan. Nessa pun berdiri dan segera mensejajarkan langkahnya dengan langkah Akbar.



Disepanjang perjalanan dari kantin menuju lantai dasar atau tempat parkir, Akbar dan Nessa terus mengobrol, bahkan tidak jarang mereka saling tertawa. Karna keakraban mereka berdua, beberapa pegawai mengira gadis itu adalah kekasih Akbar.


Keduanya kini telah sampai tepat dimana mobil Nessa terparkir. Nessa pun segera berpamitan, gadis itu tak ingin berlama-lama lagi, dia benar-benar takut mengganggu waktu Akbar, akan tetapi saat Nessa hendak membuka pintu mobilnya, Akbar tiba-tiba menahan tangan Nessa.


"Lain kali, kita masih bisa ngobrol lagi kan Ness?"


Nessa memandang tangan Akbar yang berada di atas tangannya lalu menatap pada Akbar yang juga tengah memandangnya dengan penuh harap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2