Akbar Dan Nessa

Akbar Dan Nessa
Halaman 7 - Benarkah Cinta?


__ADS_3

Bug.


Akbar melempar penghapus karetnya tepat mengenai kepala Nanda.


"Sialan lo"


Akbar tertawa melihat Nanda yang sepertinya kesakitan karna ulahnya tadi.


"Sorry, makanya jangan banyak ngomong"


Nanda tidak menggubris, pria itu menggerutu sebal pada Akbar, sudah dibantu mengerjakan pekerjaannya, bukannya terimakasih, pikirnya.


Akbar tidak ingin membahas masa lalunya, dan Nanda menyadari akan hal itu, Nanda cukup dekat dengan Akbar, karena itu dia pun tau bagaimana masa lalu Akbar yang membuat pria itu kini berhati-hati dengan perasaan.


Mengetahui bahwa saat ini Akbar tengah dekat dengan seorang wanita, membuat Nanda senang mendengarnya, setelah bertahun-tahun lamanya dia menutup diri untuk seorang wanita, akhirnya sekarang Akbar telah sedikit membuka dirinya untuk mencoba lagi membangun hubungan dengan lawan jenisnya. Meskipun takkan mudah bagi keduanya, menurut Nanda itu tetaplah sesuatu yang besar bagi seorang Akbar.


"Gue bukan mau ikut campur urusan lo, tapi ada baiknya lo membuka lebih lebar lagi pintu hati lo buat gadis itu, ngga ada salahnya buat coba lagi, tiap orang tidak memiliki cerita yang sama Bar". Ucap Nanda namun tidak berpaling pada pekerjaannya.


Akbar mengerti kemana arah bicara Nanda, dia juga tau bahwa setiap orang memiliki ceritanya masing-masing, hanya saja dia takut untuk dipatahkan lagi, dia tidak mau lagi merasakan hal itu.


"Udah deh ngga usah banyak ngomong, selesaiin aja ini kerjaan, gue bener-bener capek pingin cepet pulang".


Akbar kembali fokus pada pekerjaannya, dia tidak ingin lagi mendengar apapun yang dibicarakan oleh sahabatnya, terlebih tentang masa lalunya, hanya akan membuka luka yang sudah mulai mengering .


Nanda pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Akbar, biar bagaimanapun Akbar adalah atasannya, mengingat Akbar juga yang telah membantunya untuk mendapatkan pekerjaan ini, jadi apapun yang bisa ia lakukan untuk Akbar, dia sudah pasti akan membantunya.


Akhirnya pekerjaan Akbar telah selesai berkat bantuan Nanda, mereka berdua sama-sama meregangkan otot-otot mereka yang terasa kaku, karna telah duduk terlalu lama. Hari sudah menjelang petang, kantor pun sudah nampak kosong, hanya ada beberapa orang yang menyelesaikan pekerjaan, termasuk Akbar dan Nanda.


"Bar, gue balik ke meja gue ya, mau siap-siap buat pulang". Pamit Nanda pada Akbar, yang tengah sibuk menatap ponselnya.


Akbar mengalihkan pandangannya kearah Nanda berdiri.


"Thankyou ya Nan, sorry banget sering ngerepotin lo. Oiya, lo mau balik bareng gue nggak?".


"Alah bukan apa-apa, enggak deh Bar, nanti mau bareng cewek gue".


Akbar hanya membalasnya dengan mengacungkan ibu jarinya.


Setelah Nanda meninggalkan ruangannya, Akbar kembali fokus menatap layar ponselnya. Tak ada pesan balasan dari Nessa, sedikit kecewa, namun kemudian Akbar mengetikkan beberapa kata untuk ia kirimkan kepada gadis itu.

__ADS_1


^^^To: _NESSSA^^^


^^^Sibuk?^^^


Akbar kembali membereskan meja kerjanya dari kertas-kertas yang berserakan, ia susun rapi dan mematikan layar Monitor yang berdiri gagah di atas mejanya. Setelah memastikan semua beres, Akbar pun memasukkan ponselnya kedalam saku celananya, dan mengambil tas jinjingnya kemudian melangkah keluar meninggalkan ruangannya, tidak lupa ia mematikan lampu ruangan tersebut.


Drrt..


Ponsel Akbar bergetar, pria itu mengeluarkan ponsel pintarnya dari saku celana, sambil tetap melangkahkan kakinya menuju tempat dimana motornya terparkir. Terlihat satu notifikasi adanya pesan masuk, dan Akbar tersenyum melihat nama yang tertera pada pesan tersebut, Nessa.


^^^From: _NESSA^^^


^^^Engga kok, kayanya kamu deh yang sibuk 😁^^^


Dan mereka saling balas membalas pesan, hingga membuat Akbar tidak sadar bahwa ia telah sampai pada tempat dimana motornya berada.


Akbar memang tipe orang yang lebih menyukai berkendara menggunakan motor daripada mobil, selain bisa melewati macetnya ibu kota, Akbar sangat menyukai angin yang dapat ia nikmati ketika berkendara dengan motor kesayangannya.


...****************...


Nessa baru saja bangun dari tidurnya, setelah mengumpulkan segenap kesadarannya, ia pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu dia keluar dari kamarnya, gadis itu melihat kakak laki-laki nya yang masih terlelap seperti bayi. Sepertinya dia benar-benar lelah, pikir Nessa.


"Kak, bangun! Udah mau maghrib ini". Ucap Nessa sambil mengguncang dengan kasar tubuh kakaknya.


Tapi tak ada respon sedikitpun dari kakaknya, membuat Nessa menghembuskan nafasnya sebal. Kebiasaan, kalo tidur seperti orang mati, pikir gadis itu.


Gadis itu tak kehilangan akal, dia mengambil salah satu bulu dari kemocengnya, dan menggosokkannya pada hidung Yusuf, dan sepertinya yang dilakukan oleh Nessa membuahkan hasil. Yusuf yang merasa gatal dan geli pada hidungnya pun mulai menggeliat, kesempatan itu Nessa gunakan untuk segera membangunkan pria itu.


"Kak, bangun!!" teriak Nessa tepat di daun telinga Yusuf.


Yusuf pun terbangun dan terkejut akibat ulah adiknya itu. Dia mengusap-usap matanya serta mengumpulkan segenap kesadarannya. Setelah sadar, pandangan Yusuf nampak bingung, pria itu menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


Dimata Nessa, kakaknya nampak sangat bodoh dengan wajahnya yang seperti itu. Nessa memutar kedua bola matanya bosan, dan menghembuskan nafasnya kasar.


"Kakak hilang ingatan? Ini di apartemenku ! wajahmu benar-benar seperti orang bodoh". Gadis itu mendengus sebal pada Yusuf.


"Yak, kamu mengatai ku bodoh? dasar adik kurang ajar". Yusuf mulai terpancing emosi karna kelakuan adik perempuannya.


"Sudahlah, jangan mengajakku bertengkar, cepat bersihkan dirimu, setelah itu makan, aku sudah kelaparan menunggumu dari tadi". Nessa tidak ingin memperpanjang urusan dengan kakaknya, dia benar-benar lapar sekarang.

__ADS_1


Yusuf pun beranjak dari posisinya, menggeret koper besarnya menuju kamar yang bersebelahan dengan kamar Nessa.


Nessa pun juga melangkahkan kakinya menuju kamarnya sendiri untuk mencari ponselnya, setelah menemukan ponsel tersebut, ia pun membuka notifikasi yang tertera pada layar ponsel pintar itu.


^^^From: _AKBAR^^^


^^^Sibuk?^^^


Gadis itu tersenyum malu mendapatkan


pesan singkat dari Akbar, dia pun segera membalasnya dengan mengetikkan beberapa kata.


^^^To: _AKBAR^^^


^^^Engga kok, kayanya kamu deh yang sedang sibuk 😁^^^


Setelah mengirim pesan balasan pada Akbar, gadis itu keluar dari kamarnya menuju dapur, dan menyiapkan makan malam untuk dirinya dan kakaknya. Saat dirasa sudah beres Nessa pun mendudukkan diri dimeja makan sambil menunggu Denis.


Drrt..


Ponsel Nessa bergetar, gadis itu dengan cepat membuka isi pesan masuknya.


^^^From: _AKBAR^^^


^^^😁 Hari ini benar-benar jadi hari yang melelahkan buat gue, kerjaan gue baru aja selesai, gue jalan balik dulu ya, ntar kita lanjut ngobrol lagi.^^^


Nessa mengetikkan balasan pesan untuk Akbar.


^^^To: _AKBAR^^^


^^^Eumb, hati-hati dijalan^^^


Nessa tersenyum membaca lagi riwayat pesannya dan juga Akbar, hingga tak menyadari bahwa Yusuf telah berdiri tepat didepannya sedari tadi.


Yusuf yang melihat adiknya dari tadi senyum-senyum sendiri dengan ponselnya pun merasa geli, adiknya sudah gila, pikir Yusuf.


"Jatuh cinta memang bisa membuat orang waras jadi gila"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2