
Culun, ya itulah yang dipikirkan Ferry ketika orang lain memandangnya. Dia menyadari bahwa Dia adalah orang yang culun, dengan postur tubuhnya yang sedikit membungkuk, serta badan yang kurus dan tidak lupa Dia sekarang menggunakan kacamata minus.
__ADS_1
Hari ini adalah hari pertama Dia masuk ke sekolah yang lebih tinggi yaitu SMA. Dia masuk ke sekolah yang Dia impikan semenjak di SMP. Perlu diketahui bahwa Ferry adalah seorang yang pemalu, Dia hanya bergaul dengan orang yang dirasa cukup dekat dengannya, Dia juga jarang membuka obrolan atau basa-basi ketika sedang berkumpul. Ferry pagi ini berangkat menuju SMA Indah Raya, Dia berangkat dengan menaiki sepeda yang Dia gunakan ketika masih SMP. Sesampainya di SMA dia sedikit asing dengan suasana, pagi itu masih sepi, Dia memarkirkan sepedanya dekat dengan tembok penyangga di parkiran. Kemudian, dia berjalan menuju lorong sekolah itu dengan pandangan yang buram, Dia mencoba menyipitkan matanya untuk melihat siapa dua orang yang berdiri di lorong itu. Dia terus berjalan sampai di depan dua orang itu, ternyata dua orang itu adalah kakak kelas yang ditugaskan untuk memberikan informasi kepada murid baru. Salah satu dari orang tersebut bertanya kepada Ferry:" Halo dek, kamu murid baru ya? " Ferry menjawab : " I..iya kak. " Lalu orang tersebut membalas : " Oiya selamat datang ya, silahkan tanda tangan di sini (selembar kertas absen). " Ferry menandatangani kertas itu, kemudian orang tersebut berkata lagi : " Untuk murid baru tempatnya di ruangan pojok sana ya. " Ferry mengangguk sambil menyipitkan mata untuk melihat letak ruangan itu, kemudian Dia berjalan meninggalkan kedua orang tersebut.
__ADS_1
Hari ini jadwalnya adalah pemberian informasi dan sedikit pengenalan, Ferry duduk di barisan paling belakang karena tempat duduk yang sudah diatur sedemikian rupa. Ferry sempat kesulitan mencari namanya, karena matanya yang minus, tapi untung saja Dia punya teman SMP yang membantunya. Salah seorang kakak kelas maju kedepan, kemudian memperkenalkan dirinya. Hari itu ada beberapa catatan dari kakak kelas yang tertera di televisi besar, Ferry kesulitan melihat, tapi untungnya salah seorang kakak kelas yang berjaga dibelakangnya memberinya selembar kertas berisi catatan yang sama. Ferry menyalin dengan cepat. Selesai mencatat Dia memandangi riuhnya ruangan itu, seakan merasa aneh dan senang. Pada saat itu Dia berpikir " Apakah mereka akan menjadi temanku? " Ferry tidak dapat melihat jelas bagaimana muka dari teman-temannya itu, Dia sedikit sedih dengan keadaannya dan berdoa agar Dia segera di periksa dan mendapatkan kacamata. Bel pulang berbunyi, semua murid baru itu berdoa sesuai keyakinannya, lalu satu persatu keluar melalui pintu dan pulang. Ferry dan teman SMPnya berkumpul dan mengobrol sambil berjalan ke arah parkiran, sesampainya di parkiran Dia melihat bahwa semua murid menggunakan motor termasuk temannya. Dia sedikit berkecil hati, tetapi Dia mencoba menghilangkan perasaan itu. mereka saling berpamitan dan pulang kerumahnya masing-masing.
__ADS_1