Akhir Cinta Si Culun

Akhir Cinta Si Culun
Kelas Baru


__ADS_3

Pagi ini Ferry terbangun lebih cepat dari biasanya, perasaan yang menggebu-gebu untuk segera sampai disekolah muncul pagi itu. Ferry menyemprotkan parfum ke sisi bajunya, dan menyisir rambutnya agar terlihat keren. Kemudian Dia berangkat menggunakan sepedanya, mengayuh penuh semangat dan sampailah Dia di sekolah. Keringat mengucur di wajahnya dan badannya membuat seragam yang dipakai basah, Dia memarkirkan sepedanya ditempat yang sama. Dia berjalan menuju kelasnya, ketika Dia membuka pintu, terlihat kelas tersebut masih sepi dan gelap. Dia memilih menunggu dua temannya datang dan masuk bersama. Setelah lama menunggu Ferry dan dua temannya masuk ke dalam kelasnya, di sana suasananya begitu ramai, banyak wajah-wajah dan suara yang asing. Ferry duduk sendiri di bangku tengah, sedangkan dua orang temannya duduk di belakang. Ferry duduk di tengah-tengah bukan tanpa alasan, Dia memilih tempat itu karena Dia bisa melihat ke papan tulis, meskipun tidak terlalu jelas.

__ADS_1


Di tengah-tengah keramaian kelas, masuklah seorang guru dan duduk di kursinya. Seketika kelas yang tadinya ramai menjadi tenang, guru itu menyapa dan mengucapkan selamat kepada para murid. Guru itu memperkenalkan dirinya, namanya adalah Bu Lusi, Dia yang akan menjadi wali kelas di kelas ini. Setelah berkenalan antara Bu Lusi dengan murid, kemudian Dia membuat organisasi kelas, yang anggotanya akan dipilih melalui voting. Ada beberapa nama yang tertulis di papan tulis pagi itu, Bu Lusi menyuruh setiap anak menyobek sedikit kertas dan memilih salah satu nama tersebut yang bisa di percaya menjadi ketua kelas. Ketika satu persatu murid mengumpulkan kertas mereka, Ferry masih mencoba menyipitkan matanya untuk melihat satu persatu nama yang ada di depan. Akhirnya Ferry mendapatkan beberapa nama dan memilih salah satu dari nama tersebut yaitu Lily, entah yang mana orangnya Dia tidak tahu,Ferry lalu mengumpulkannya. Satu persatu kertas dibuka dan Bu Lusi memberi poin di bawah nama-nama yang tertulis. Akhirnya terpilihlah sebuah anak yang dipercaya untuk menjadi ketua kelas, nama anak itu adalah Lily.

__ADS_1


Kegiatan hari itu adalah berkenalan dan mengakrabkan diri dengan guru. Bu Lusi mendatangi satu persatu murid mengajak bicara, dan sampailah di tempat Ferry. Bu Lusi bertanya : " Apa yang sedang kamu pikirkan Fer? Kamu pusing mikir negara? Sudah gak udah dipikir. " begitu katanya dengan sedikit bergurau. Ferry hanya tersenyum, ya memang ekspresi Ferry saat itu seperti orang banyak pikiran dengan mengerutkan dahinya, padahal Dia hanya mencoba agar pandangannya jelas, lalu Bu Lusi lanjut dengan murid lain. Tanpa terasa waktu sudah selesai, bel pulang berbunyi, para murid pun pulang. Ketika akan keluar dari pintu kelas, Ferry melihat perempuan yang pernah satu kelompok dengannya. Ferry sedikit kaget dan senang bisa satu kelas dengannya, Ferry tersenyum bahagia dalam hatinya, berharap bisa berkenalan dan dekat dengan perempuan itu. Ferry tidak langsung pulang waktu itu, Dia bersama satu temannya mengobrol di parkiran, sambil sesekali Ferry menyipitkan mata dan melihat ke arah gazebo, dimana perempuan tersebut menunggu untuk dijemput. Ferry dan temannya memutuskan pulang, mereka saling berpamitan, dalam perjalanan pulang Ferry merasa sangat bahagia. Bagaimana tidak, Dia bisa satu kelas dengan perempuan pertama yang dilihatnya di sekolah baru. Ferry tersenyum sendiri seperti orang gila, sambil mengayuh sepedanya dengan penuh semangat dan tidak sabar untuk bersekolah esok pagi.

__ADS_1


__ADS_2