
Hari ini sepulang sekolah Ferry dijemput oleh sang ayah, karena ia juga akan melanjutkan belajar mengendarai motor. Dia menunggu di gazebo bersama banyak orang, samar-samar Ferry mendengar pembicaraan cewek sekelasnya, Ferry mendengar Lily berkata "Ferry terlihat keren ya, rambutnya gondrong, kayak badboy. Hahaha(tertawa). " Entah itu sebuah hinaan atau pujian, Ferry tidak mempedulikannya, ia hanya bisa tersenyum dalam hati dengan kata-kata tadi. Tak lama Ferry pun dijemput.
Beberapa hari setelahnya, Ferry sudah berangkat sekolah dengan motor, ia senang sekaligus bangga, karena sekarang ia sudah tidak perlu repot-repot mengayuh sepeda. Ferry belajar dengan perasaan gembira hari itu, dan samar-samar juga ia mendengar Lily membicarakan dirinya, membandingkan dirinya dengan Budi. Ferry tidak menghiraukannya, ia memperhatikan gurunya yang sedang menulis meskipun ia tidak tahu pasti apa yang ditulis karena matanya minus. Ketika jam olahraga Ferry mengikutinya dengan gembira, dan senang, meskipun ia tidak terlalu pandai. Setelah olahraga selesai ia bergegas salin ke kamar mandi, ketika ia keluar kamar mandi, ia bersamaan dengan Lily dan dua temannya. Lily menengok kebelakang ke arah Ferry dan mengulurkan tangan seolah menawarkan gandengan, kemudian ia menarik kembali tangannya dan tersenyum-senyum. Ferry melihat hal itu juga ikut tersenyum dan sedikit merasa agak aneh.
__ADS_1
Hari itu ketika sedang pemilihan kelompok, Lily memilih Ferry sebagai anggotanya, padahal tepat disebelahnya ada pria lain yang bisa saja dia pilih. Saat berdiskusi Lily bertanya kepada setiap anggota kelompok termasuk Ferry, namun Ferry menanggapinya dengan diam, Lily berkata "Ngomong kek (sambil tersenyum). " Ferry cuma diam.
Ketika di kantin Lily yang melihat Ferry sedang jajan berkata "Ada bang Ferry (sambil tersenyum) . " Ferry hanya bisa tersenyum.
__ADS_1
Beberapa haru berlalu, Ferry menjadi sedikit berani, Ferry sekarang sudah berani bertingkah sedikit konyol saat bersama temannya. Lily pun memparodikan beberapa gerakan Ferry sambil tertawa, beberapa kali ketika ada Ferry sedang duduk sendiri, Lily yang lewat di depannya memparodikan gerakan konyol Ferry sambil tertawa dengan teman-temannya. Entah itu ejekan atau apapun itu Ferry tak mempedulikannya. Beberapa kali ketika pelajaran berlangsung, Ferry menceloteh untuk membuat Yulia tersenyum, namun ia selalu gagal membuatnya tersenyum. Hingga beberapa bulan kedepan Ferry merasakan sesuatu yang aneh, setiap kali ada Lily , Ia selalu menoleh ke arahnya, terkadang ia dan Lily saling menatap, namun Ferry langsung membuang muka.
Perasaan aneh pun muncul, Ferry selalu ingin melihat ke arah Lily, ingin memperhatikannya. Ia juga sudah tidak lagi mengagumi Yulia, pandangannya sekarang tertuju pada Lily. Ketika berkumpul dengan teman-temannya Ferry seketika memiliki perasaan untuk menoleh ke arah lain, saat ia menoleh entah kebetulan atau tidak, di sana terlihat juga Lily yang sedang berjalan dengan temannya melihat juga ke arah Ferry, namun lagi-lagi Ferry memalingkan wajahnya. Ferry terus dihantui dengan perasaan itu, ia tak tahu harus berbuat apa, setiap kali ada Lily entah jauh atau dekat, Ferry selalu mempunyai perasaan untuk menoleh ke arahnya, dan selalu Lily menoleh balik ke arah Ferry. Setiap kali Ferry ingin tidur ia selalu terbayang wajah Lily, namun ia selalu mengalihkannya, karena Lily adalah wanita yang pernah disukai Budi, tidak mungkin Ferry mendekatinya, hal itu akan membuat temannya sakit hati, walaupun temannya sudah mempunyai pacar. Ferry selalu mencoba menjauhkan Lily dari pikirannya, namun tak bisa.
__ADS_1