
Keesokan harinya, Ferry mendatangi rumah Lily berniat mengajak keluar pergi mengelilingi kota tempat ia mulai bermimpi, sebelum ia pergi meninggalkannya. Lily pergi dengan Ferry mendatangi beberapa tempat yang dulu pernah mereka datangi semasa SMA. Mereka berdua menikmati perjalanan singkat itu, hingga siang harinya Lily meminta untuk segera pulang, karena ada beberapa barang yang harus ia persiapkan untuk dibawa besok. Dalam perjalanan pulang Ferry meneteskan air matanya, tak menyangka ia akan berpisah dengan orang yang dicintainya, demikian juga Lily. Sesampainya di rumah Lily, mereka saling memeluk satu sama lain, Ferry mencium Lily, memeluknya se erat mungkin, dan Lily berkata "Kita pasti akan bertemu lagi, entah kapan waktunya, entah berapa lama itu, karena cinta kita ada cerita tanpa akhir. " (Sambil tersenyum dan menangis memandang Ferry)
__ADS_1
Ferry pulang dan ia menangis dalam kamarnya, sesekali ia memandangi fotonya dengan Lily sewaktu SMA. Karena saking lelahnya Ia tertidur dan keesokan paginya ia terbangun pukul 09.00, Ia terhenyak dan langsung melihat jam dan betapa sedihnya dia karena dia melewatkan perpisahannya dengan Lily. Lily berangkat ke rumah saudaranya pagi tadi, sekitar pukul 06.00, dia juga sempat menelpon Ferry, namun tak ada balasan darinya. Lily mengirimkan pesan suara yang berbunyi " Sampai jumpa sahabatku, semoga kita bisa bertemu lagi. Ketika bertemu nanti mungkin kamu sudah menemukan wanita lain yang jauh lebih baik dariku. " Dan Lily juga mengirimkan foto dan video perjalanannya, pagi tadi dia juga sengaja lewat depan rumah Ferry namun masih sepi. Ferry hanya bisa menangis membaca pesan dari Lily, hari itu dia merasa hampa, tidak ada hal lain yang ingin dia kerjakan. Dia sesekali menangis ketika teringat Lily.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian, Ferry mengalami cobaan terberat dalam hidupnya, ia dikeluarkan dari pekerjaannya karena pabrik tempat ia bekerja ada masalah keuangan. Pagi itu Ferry bersama 5 orang yang sudah dipilih, dipanggil keruangan, disitu mereka diberitahu bahwa mereka akan diberhentikan. Setelah itu, Ferry dan 5 orang tadi pulang. Dalam perjalanan pulang Ferry diberhentikan oleh 4 orang asing, 4 orang itu mengacungkan senjata tajam mereka. Mereka merampas kendaraan beserta ponsel milik Ferry, Ferry saat itu hanya bisa pasrah, karena jika ia melawan ia sudah pasti kalah. Komplotan penjahat tadi langsung pergi meninggalkan Ferry yang masih ketakutan serta badannya yang gemetaran. Ia kemudian berjalan ke kantor polisi, ia menjelaskan kejadian tadi, polisi hanya diam sambil memandang Ferry dan salah satu dari mereka berkata akan mengecek cctv disekitar tempat kejadian dan akan menangkap komplotan tadi. Ferry pulang dengan perasaan yang campur aduk, sesampainya di rumah ibunya bertanya "Lho kok sudah pulang nak? Ada apa? Motormu mana? " Ferry menjelaskan kepada ibunya sambil menangis dalam pelukan ibunya. Ibunya menenangkan Ferry dan berkata "Yang sabar ya nak, ibu tau kamu kuat, jangan patah semangat. " Ayahnya yang sedang sakit mendengar percakapan mereka di kamar. Kemudian, Ferry duduk termenung di kamarnya, dengan sempoyongan ayahnya masuk menghampiri Ferry. Ayah Ferry sakit akhir-akhir ini, ia sakit panas, batuk, dan kepalanya pusing berhari-hari. Ayahnya masuk dan duduk disebelah Ferry, ayahnya berkata "Yang sabar ya nak, hidup memang tidak berjalan mulus, hidup juga tidak selalu berjalan sesuai keinginanmu. Teruslah berusaha dan jangan patah semangat, jalanmu masih panjang. " Kemudian ayahnya keluar dan kembali ke kamarnya.
__ADS_1