Akhir Cinta Si Culun

Akhir Cinta Si Culun
Suasana Baru


__ADS_3

Hari berikutnya, Ferry berangkat sama seperti kemarin, sekolah masih sepi, dan dua orang perempuan yang berdiri di lorong untuk menyodorkan kertas absen. Ferry membawa apa yang ada dicatatan kemarin, Dia berjalan menuju depan ruangan kemarin dan duduk di depan ruangan itu sambil menunggu ketiga temannya. Beberapa saat kemudian ketiga temannya sampai di sekolah, Ferry melihat ke arah parkiran, Dia agak iri dengan mereka yang bisa berangkat bersama.

__ADS_1


Bel masuk pun berbunyi, semua murid baru masuk dan diberi pengarahan untuk kegiatan hari ini, hari ini kegiatannya adalah bermain. Panitia membuat sebuah hitungan mulai dari barisan depan ke belakang. Saat semua selesai berhitung, mereka yang mempunyai nomor sama akan dikumpulkan jadi satu kelompok. Ferry kebetulan berbeda kelompok dengan temannya, Dia sedikit kecewa dan agak malas untuk bertemu orang baru. Akhirnya Ferry berjalan ke kelompoknya dan melihat di sana ada wajah yang asing. Tapi untungnya mereka terlihat baik bagi Ferry, salah satu dari mereka mengajak Ferry berkenalan. Ferry melihat seorang perempuan dalam kelompoknya, Dia melihat perempuan itu mirip seperti kakak perempuannya, mulai cara berjalan dan gerak-geriknya. Ketika sedang berdiskusi dalam kelompok, Ferry memandangi perempuan ini, ya Dia sangat cantik dan menawan, Ferry sedikit terpukau. Akhirnya permainan dimulai, semua kelompok harus bekerja sama untuk memenangkan permainan ini. Ketika giliran kelompok Ferry, Dia sangat semangat karena perempuan itu. Ferry berusaha semampunya untuk memenangkan permainan ini, dan untuk mendekati atau mengobrol dengan perempuan ini.

__ADS_1


Kemudian para murid baru dikumpulkan di sebuah lapangan indoor, di sana sudah tertata rapi sebuah panggung. Mereka duduk di lantai dengan alas karpet, mereka duduk bersama kelompoknya. Ferry melihat kebanyakan dari mereka sudah mengenal satu sama lain, mereka berasal dari sekolah yang sama, itu terlihat dari seragam SMP yang mereka pakai. Serangkaian pertunjukan dari kakak kelas pun di tunjukan satu per satu. Namun Ferry tidak dapat sepenuhnya menikmati acara tersebut, matanya yang buram tidak dapat melihat wajah dari para pemeran pertunjukkan. Setelah semua pertunjukan selesai, salah seorang guru maju dan membacakan sebuah informasi tentang pemenang lomba tadi, sekaligus membagi kelas. Pada kelas yang pertama, nama-nama disebutkan, Ferry mendengar nama yang sebelumnya belum pernah Dia dengar, Kemudian nama Ferry disebut,ternyata Ferry dan dua temannya menjadi satu kelas lagi, sedangkan satu temannya lagi berbeda kelas. Riuhnya siang itu masih membekas dipikirkan Ferry, semuanya saling mengobrol satu sama lain, ada yang tertawa, ada yang bersedih. Pembagian kelas pun selesai, kemudian guru tersebut mempersilahkan guru yang lain untuk memperkenalkan diri. Setelah semua selesai, murid baru kembali ke ruangan awal, dan diberikan sedikit arahan untuk mulai memakai seragam SMA besok pagi. Ferry senang sekarang Dia resmi menjadi murid SMA. Ferry pulang dengan perasaan senang dan tak sabar memakai baju putih abu-abu.

__ADS_1


__ADS_2