Akhir Cinta Si Culun

Akhir Cinta Si Culun
Ibu


__ADS_3

Dua hari setelah Ferry mengalami hari yang buruk. Ia memutuskan untuk mencari pekerjaan lain, ia diterima kerja disebuah pencucian motor, walaupun gajinya tidak begitu besar namun dia mencoba mensyrukurinya. Dia langsung boleh kerja hari itu, ia diajari oleh teman yang sudah berpengalaman, ia senang sekali bisa bekerja lagi. Ia diajari bagaimana cara membersikan noda yang menempel pada kendaraan agar cepat bersih, ia juga diajari cara menggunakan selang semprot, dan diajari beberapa hal lain. Ferry senang namun di sisi lain ia sedih karena ia tidak bisa berkomunikasi dengan Lily. Laporan yang disampaikan Ferry kepada polisi juga belum mendapat kabar, ia mencoba ikhlas dengan apa yang menimpa dirinya.

__ADS_1


Pagi itu ketika Ferry hendak berangkat kerja, ia melihat ayahnya sedang mencoba mengeluarkan sisa minyak dari dalam botol minyak yang telah habis. Ferry berencana membelikan minyak untuk ayahnya pulang nanti, selama bekerja ia selalu mengingat minyak untuk ayahnya. Sampai sore hari saat ia pulang, ia diberi sedikit imbalan karena hari ini tempat cucian lumayan ramai, ia bersyukur sekali, dan tak lupa ia membeli minyak yang biasa digunakan ayahnya. Sesampainya di depan rumah ia melihat ada banyak orang di dalam rumahnya, ia segera masuk dan ketika ia masuk ia melihat ayahnya tergeletak di lantai beralaskan tikar sambil ibunya menangis di sebelahnya. Ia menghampiri ibunya dan ikut menangis, ia tidak percaya dengan apa yang terjadi, ia memeluk erat ibunya sambil mencoba menenangkannya meski ia sendiri juga menangis. Beberapa hari berlalu, kini tinggal Ferry bersama ibunya , Ferry memberikan minyak yang ia beli kemarin kepada ibunya, ia berkata bahwa minyak itu untuk sang ayah, ia memeluk ibunya dan pamit untuk bekerja.

__ADS_1


Beberapa tahun berlalu, Ferry sekarang sudah beranjak dewasa, umurnya sudah 27 tahun, dan ia masih sendiri. Ia berkeinginan untuk menikah tetapi beberapa wanita yang ia temui tidak ada yang menarik perhatiannya. Ia kini juga sudah bekerja di sebuah pabrik lagi, pabrik yang letaknya tak jauh dari pabrik lamanya yang kini sudah tutup. Penghasilannya cukup untuk membeli kembali barang yang hilang dulu, ia juga merenovasi rumahnya dan membeli beberapa perabotan rumah yang baru. Hal itu ia lakukan sebagai tanda terima kasih kepada ibunya yang sudah membesarkan dirinya, dan sudah merawatnya dengan baik, dengan segala kasih dan kelemah-lembutan. Ia bahagia ketika melihat ibunya bahagia, demikian juga sang ibu. Suatu hari sepulang kerja, Ferry bertemu wanita yang ia kenal ditempatnya bekerja, wanita itu pekerja keras dan tentu saja menarik perhatian Ferry. Saat itu Ferry mengajak wanita itu untuk makan bersama di sebuah warung tepi jalan, di sana mereka saling berbagi cerita dan tertawa, hingga muncul panggilan dari ponselnya, panggilan itu dari tetangga sebelah rumahnya. Dalam panggilan itu tetangganya berkata bahwa ibu Ferry ditemukan meninggal di kamar mandi, mungkin karena terpeleset. Ferry bergegas pamitan kepada wanita itu dan pulang dengan perasaan sedih, ia membawa kendaraannya dengan cepat, secepat mungkin agar sampai di rumah. Sesampainya di rumah ia langsung menhampiri tubuh ibunya, ia menangis sejadinya memeluk ibunya. Ferry kehilangan orang yang disayanginya, para tetangga mencoba menenangkan Ferry namun ia masih saja menangis. Ferry tak percaya dengan ini, padahal baru tadi pagi ia bercanda dengan ibunya sebelum berangkat bekerja, Ferry hanya bisa menerima kenyataan dan menangis sambil memeluk ibunya.

__ADS_1


__ADS_2