Akhir Cinta Si Culun

Akhir Cinta Si Culun
Pesan Tak Diduga


__ADS_3

Hari itu cuaca panas sekali, ditambah dengan suasana kelas yang ramai. Ferry duduk sendiri sambil memainkan ponselnya, ketika sedang asik bermain game, masuklah sebuah pesan dari nomor tak dikenal. Ferry dengan kepo melihat isi pesan itu dan disitu tertulis "Kamu Ferry ya, Kamu punya IG? " Ferry membalas "Iya, aku punya. " "Kamu siapa? " tambahnya. Orang tak dikenal itu membalas "Aku Dewi, salam kenal ya, Oiya nama IG mu apa? " Ferry membalas " ini IG ku @Fe**89." Namun, pesan itu tak dibalas maupun dibaca.


Ketika bel istirahat berbunyi Ferry bersama 2 temannya Budi dan Heri pergi ke kantin. Ketika mereka sedang makan datang beberapa gerombolan anak baru yang masih satu kelas, mereka ikut duduk di lantai dan menyapa. Saat sedang asik mengobrol Budi mengatakan " Aku sebenarnya suka sama si Lily, tapi aku masih ragu-ragu. " Salah satu dari anak baru berkata " Udah gausah ragu, langsung tembak aja, hahaha(tertawa). "

__ADS_1


Bel masuk berbunyi, mereka masuk dan kali ini mereka duduk agak dekat dengan murid baru, kecuali Ferry yang masih duduk sendiri.


Ketika jam pelajaran berlangsung, ada salah satu murid perempuan yang disuruh maju oleh sang guru untuk menjawab soal di papan tulis. Perempuan itu tak lain adalah Putri, perempuan yang pernah satu kelompok dengan Ferry. Ferry memandangi Putri saat ia sedang mengerjakan soal, Ferry melihat dia seperti kakak perempuannya. Dia begitu anggun, cantik, dan dari suaranya dia adalah perempuan yang baik. Ferry mengaguminya, dan selalu memperhatikan Putri diam-diam.

__ADS_1


Hari-hari berlalu, Budi akhirnya menghentikan usahanya mendapatkan Lily, karena ia tahu itu sia-sia. Akhirnya Budi berpacaran dengan kakak kelas. Hari itu Dewi mengirim pesan ke Ferry, ia mengajak ngobrol melalui whatsapp, ia juga bertanya nama IG Ferry, namun Ferry ingat bahwa ia sudah pernah mengirimkannya. Ferry mulai sering chat dengan Dewi, mulai dari bertanya tugas dan PR ataupun jawaban, kadang juga hanya basa-basi. Lalu pesan tak dikenal kembali masuk ke ponsel Ferry, ternyata tak lain adalah teman si Dewi yaitu Yulia. Yulia bertanya kepada Ferry "Apakah kamu dulu pernah sekolah di TK dekat alun-alun kota? " Ferry menjawab "Iya aku dulu TK di situ. " Ternyata Yulia dan Ferry sudah lama bertemu, cuma mereka tidak saling mengenal. Kemudian mereka berkenalan lebih jauh lagi, dan Ferry mulai jarang chat dengan Dewi. Ferry lebih sering chat ke Yulia sekarang, beberapa kali juga Yulia berkata kepada Ferry "Kamu kalau di kelas diem mulu ntar aku deketin loh. " (sambil tertawa) Ferry juga ikut tersenyum.


Waktu terus berjalan, Ferry kini banyak dikenali di sekolah. Banyak yang membicarakan Ferry entah karena apa Dia tidak tahu, apapun itu yang penting bukan keburukan yang dibicarakan (batin Ferry). Biasanya para cewek di kelasnya yang membicarakannya,entah karena mereka mengaguminya atau karena hal lain, beberapa cewek juga sering menjahili Ferry dengan menghalangi jalannya ketika ingin keluar kelas. Cewek yang menjahili Ferry sering kali tertawa ketika melihat ekspresi Ferry. Ferry di kelasnya sering disebut dan dipilih masuk ke dalam kelompok, atau bahkan diusulkan untuk ikut perlombaan. Ferry senang karena ia yang pemalu bisa menjadi orang yang dikenal banyak orang dan punya banyak teman sekarang.

__ADS_1


__ADS_2