Akhir Cinta Si Culun

Akhir Cinta Si Culun
Cerita Lama


__ADS_3

Hari-hari berlalu, tak terasa persahabatan antara Ferry dan Lily semakin dekat dan sangat akrab. Mereka yang awalnya diam-diam mengagumi satu sama lain, sekarang bisa menjadi sahabat dekat. Mereka yang awalnya asing menjadi dekat, mereka menyayangi satu sama lain seperti layaknya saudara. Dan tak terasa juga, masa SMA mereka telah usai, ujian kelulusan telah mereka selesaikan, mereka tinggal menunggu ijazah mereka keluar. Para murid yang lulus ada yang memutuskan untuk kuliah, bekerja, atau membantu orang tuanya berdagang.

__ADS_1


Pagi itu suasana kelas sama seperti biasanya, Ferry duduk dengan Lily. Ferry dan Lily keluar dari kelas dan berkeliling memutari sekolah yang akan mereka tinggalkan, setiap sudut sekolah mereka datangi, dan masing-masing dari mereka menceritakan kenangan yang ada disitu. Ferry juga bercerita suasana ketika pertama kali ia masuk ke sekolah ini, suasananya begitu asing, dan sekarang suasananya sangat akrab, namun itu hanya sebentar, karena mereka akan pergi. Ferry yang dulu melihat kurang jelas, sekarang dia sudah mengenakan kacamata, dia memandang tiap sudut sekolah berharap dia bisa merasakan saat-saat dia masuk kesini. Mereka berdua menyusuri lorong sekolah dan sesekali berhenti untuk berfoto, suara-suara khas anak SMA dan tingkah-tingkah konyol teman sekelasnya akan teringat dipikirannya, dan mereka tidak akan melihat lagi yang seperti itu. Mereka semua akan beranjak dewasa, menjadi orang yang lebih baik, begitu juga Ferry dan Lily. Pertemuan mereka adalah sebuah keistimewaan, mereka adalah cinta yang dipertemukan dalam diam. Mereka berdua yang dulu remaja yang penuh drama, sebentar lagi mereka akan beranjak dewasa, entah mereka masih bisa bersama atau tidak. Tidak ada yang tau soal itu, yang terpenting sekarang adalah menghabiskan sisa waktu ini sebaik-baiknya. Lily berkata kepada Ferry bahwa ia sudah mengagumi dirinya sejak MPLS, waktu itu Lily duduk dibangku belakang, kemudian terlihat Ferry dan 3 orang temannya masuk sambil tertawa, disitu Lily melihat Ferry, ia terpesona dengan Ferry. Namun, waktu itu ia belum mengenal Ferry. Lily juga bercerita bahwa ia juga memimpikan Ferry beberapa kali, yang membuat Ferry tidak bisa lepas dari pikirannya.

__ADS_1


Malam harinya, teman-teman sekelas Ferry mengadakan acara perkumpulan disalah satu rumah temannya. Namun tak semua datang, hanya ada setengah dari penghuni kelas yang datang termasuk Ferry dan Lily. Malam itu mereka memasak beberapa makanan, duduk melingkar beralaskan tikar. Saling bercerita dan tertawa, beberapa dari mereka memutuskan untuk kuliah ke luar kota, termasuk Lily. Lily akan kuliah ke luar kota, ia sebenarnya tidak ingin kuliah jauh-jauh, namun itu keinginan dari ayahnya. Lily tak mau mengecewakan ayahnya yang sudah tua, ia juga telah mendaftar beberapa hari sebelumnya. Ia diterima disalah satu universitas di luar kota, ia berencana berangkat dua hari lagi, karena ia harus mempersiapkan banyak hal, Lily akan menginap dirumah saudaranya, jadi ia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk kos. Disisi lain ia juga sedih harus meninggalkan Ferry sahabatnya. Ferry yang mendengar rencana Lily merasa senang dan juga sedih, ia senang sahabatnya bisa kuliah ke universitas pilihannya, dan ia sedih harus berpisah. Malam itu menjadi malam yang sangat berarti, malam yang mungkin tak akan terjadi lagi, atau mungkin bisa tapi tidak dengan orang yang didalamnya.

__ADS_1


__ADS_2