
"Ayo ma" ucap Alina lagi.
Setelah kepergian mama Devi & Alina, Naura menangis dengan pilunya. Dia tak tau dosa apa yang telah dia perbuat sehingga hidupnya menjadi seperti ini.
Hidup penuh penderitaan ini dimulai setelah papanya Andre Aldenson meninggal 2 tahun yang lalu karna penyakit jantungnya.
Sedangkan mama kandung Naura meninggal karna kanker otak stadium akhir saat Naura berusia 5 tahun.
Tepat diusianya yang ke 17 tahun sang papa menikah lagi dengan seorang janda anak 1. Setelah 1 tahun menikah lagi sang papa sakit-sakitkan kemudian meninggal dunia.
Dan semenjak itupun penderitaan Naura dimulai. Menjadi pewaris tunggal membuat mama Devi murka dan selalu menyiksa anak tirinya itu.
Dia pun tak bisa berkutik apapun karna surat wasiat itu berkata bahwa semua aset perusahaan akan jatuh ke tangan putri kandung dari Andre Andelson yaitu Naura Putri Andelson saat putrinya sudah menikah.
Berbagai cara sudah dilakukan oleh mama Devi untuk menyingkirkan Naura agar semua warisan itu jatuh ketangannya namun sepertinya Tuhan sedang membuat Naura ingin merasakan siksaan dari ibu tirinya.
Karna setiap mama Devi ingin membunuh Naura tapi Naura selalu selamat seperti ada dewi keberuntungan yang tengah menjaganya .
__ADS_1
Karna beberapa kali gagal untuk membunuh anak tirinya itu membuat mama Devi akhirnya menyiksa habis-habisan Naura agar anak itu tak betah dan pergi jauh dari rumah.
Dengan begitu mama Devi akan menyusun rencana dengan baik apabila Naura pergi sendiri dari rumah.
Di sisi lain disebuah rumah mewah.
"Tuan kita ada meeting pagi ini perusahaan Arta Group di cafe" ucap sang asisten.
"Hmm, apa kau sudah menyiapkan semuanya Ren" tanya tuan muda itu.
"Sudah tuan" jawab asisten itu yang bernama Rendi.
Alvian Argantara
CEO dari perusahaan GANTARA GROUP, seorang pria dingin, irit bicara & kejam itu berusia 27 tahun. Alvian atau biasa dipanggil Al itu adalah seorang pria yang kejam terhadap musuh-musuhnya bahkan tak segan untuk membunuh siapapun yang berani mengusik hidupnya & orang-orang tersayangnya.
Dia sangat anti dengan wanita baginya wanita sangat merepotkan apalagi setelah dia ditinggal oleh sang kekasih membuat Al semakin membenci wanita kecuali sang mama yang kini tengah berada diluar negeri bersama papa & adik perempuannya.
__ADS_1
Kembali ke Naura.
Kini Naura tengah beristirahat untuk melepas penat setelah beberapa jam bertempur untuk membersihkan seisi rumah sendiri padahal dirumah itu ada beberapa art namun mereka semua tak ada yang berani satupun membantu Naura karna takut amukan dari mama Devi.
"Nona minumlah pasti kau haus" ucap kepala art yang biasa dipanggil bibi Jum sambil menyodorkan segelas air putih dingin ke anak majikannya itu.
Bibi Jumiati atau yang sering dipanggil bibi Jum itu adalah salah satu art senior dirumah Naura karna beliau bekerja semenjak papa dan mama Naura setelah menikah sampai sekarang jadi bibi Jum paham betul bagaimana penderitaan nona mudanya selepas ditinggal oleh kedua orang tuanya.
"Terima kasih bi" jawab Naura dengan tersenyum.
"Maaf kan bibi non, bibi tidak bisa membantu apa-apa" ucap bibi Jum dengan sedih.
Kemudian Naura meletakan gelasnya dan meraih tangan bibi Jum.
"Tidak perlu meminta maaf, bibi tidak salah apa-apa mungkin ini sudah takdirnya bi. Aku bahkan berterima kasih karna bibi sudah mau menemaniku saat seisi dunia menjauhiku" jawab Naura sambil menangis.
"Jangan menangis non, bibi sayang sama nona Naura, nona harus kuat bibi yakin akan ada kebahagian untuk nona muda" ucap bibi Jum sambil memeluk Naura.
__ADS_1
"Terima kasih bi" jawab Naura sambil membalas pelukan dari bibi.