
Bahkan Al langsung menggapai tangannya dan meletakkannya tempat diatas kepala Naura itu sendiri yang sedari tadi berusaha untuk melarikan diri.
Kemudian Al langsung menyambar bibir mungil Naura yang sedari tadi cukup menggoda baginya.
Naura yang mendapat perlakuan itupun memberontak sekuat tenaga untuk melepaskan diri namun sayang kekuatannya tak mampu menandingi kemampuan Al apalagi tubuhnya yang mungil itu.
Setelah puas mencicipi bibir manis Naura, tangan Al langsung merobek baju yang dipakai oleh Naura. Al dapat melihat 2 buah harta Naura yang sangat menggoda itu kemudian langsung mengecup dan memberikan tandanya disana.
Ketika tangan Al akan menuju ketempat lain membuat Naura panik bukan main dia takut bahwa mahkotanya akan direnggut oleh seseorang yang bahkan dia tidak kenal.
Dengan terisak, badan gemetar dan tatapan sendu Naura memohon untuk kesekian kalinya.
"Tuan aku mohon padamu jangan apa-apa kan aku, aku mohon tuan, aku akan lakukan apapun untukmu tapi tolong jangan lakukan ini kepadaku" ucap Naura dengan suara gemetar dan ketakutan.
Al yang mendengar kalimat itupun langsung berhenti kemudian melepaskan tangannya. Setelah itu dia menatap gadis mungil itu yang sudah terduduk dilantai dengan memeluk kakinya.
Sungguh Naura malu akan keadaannya yang setengah telanjang sekarang.
Al yang melihat itupun menghampirinya.
"Bantu aku, ada seseorang yang sengaja memasukan obat ke minumanku" terang Al sambil menatap gadis itu sambil menahan sesuatu dibawah sana yang sudah tidak tahan.
__ADS_1
Naura mendongak menatap wajah laki-laki tampan dihadapannya. Sungguh dia bingung sekarang tapi jika dilihat keadaan laki-laki tersebut sedang tidak baik-baik saja.
"Aku mohon" pintanya lagi.
"Maaf tuan aku tidak bisa" jawab Naura kemudian ingin pergi namun ditahan oleh Al dan langsung membawanya masuk kedalam toilet.
Untung saja ruang VIP direstoran itu memiliki kamar mandi jika tidak entah apa yang akan dilakukan oleh keduanya.
"Tolong bantu aku, aku tidak akan merebut mahkotamu tapi tolong biarkan aku bermain dengan 2 hartamu yang hampir terbuka itu untuk membuatku melepaskannya" ucap Al dengan tertahan.
Naura yang paham itupun diam sejenak dia juga menyilangkan tangannya untuk menutup dadanya yang hampir terbuka.
Sungguh tampan, satu kata yang terbenak dihati Naura setelah melihat pria itu tersenyum.
Kemudian Al berusaha untuk membuka celananya itu membuat Naura reflek menutup matanya.
Al meraih tangan naura kemudian dia meletakan dihartanya, Naura ingin menolak namun mendengar perkataan pria itu akhirnya dia menurut.
"Tolong bantu dengan begini, jika tidak aku tidak akan tahan untuk tidak menyentuhmu" ucap Al.
Akhirnya dengan terpaksa Naura menurut sambil menutup matanya dia membantu pria itu untuk melakukan sebuah ritual ehem ehem.
__ADS_1
Lebih baik begini daripada harus merelakan mahkotanya begitu pikir Naura.
Setelah beberapa jam melakukan ritual anu anu (hehehe) akhirnya Al melepaskan calon anak-anaknya.
Setelah selesai Al langsung mencucinya dan kemudian dia menatap gadis itu dan langsung membantunya untuk mencucikan tangannya.
Dilihatnya gadis itu hanya diam dan masih menutup matanya.
Saat akan mencuci tangannya Al tak sengaja melihat luka akibat setrika yang diberikan oleh Alina pagi tadi.
"Buka matamu" ucap Al masih dikamar mandi.
Naura yang mendengar itupun lantas membuka matanya. Sungguh ini diluar dugaannya niat hati ingin mengantarkan makanan malah berujung seperti ini bahkan tangannya pun apa tadi tangannya itu menyentuh sesuatu yang keras dan panjang.
Naura yang masih memikirkan itupun membuat kepalanya pusing dan langsung pingsan.
Untung saja Al dengan segera menangkap gadis itu sehingga tidak sampai jatuh kelantai.
Diluar pintu sedari tadi asistennya Rendi berusaha untuk membuka pintu namun tak bisa. Dia khawatir kalau tuan mudanya lalai dan melakukan hal-hal itu kepada wanita lain.
"Ah sial kenapa bisa dikunci didalam, apa tuan muda sedang bersama seorang wanita didalam" gumam Rendi didepan pintu.
__ADS_1