
"Pergilah" jawab Al sambil mengusapkan wajahnya menggunakan air.
Flashback Off
Kini Naura sudah selesai diperiksa oleh dokter. Pakaiannya juga sudah diganti menjadi pakaian khusus pasien.
"Keadaan nona muda sekarang hanya perlu istirahat dengan baik tuan karna kondisinya sangat lemah sepertinya dia tidak memakan makanannya dengan baik, dan setelah saya periksa ada beberapa memar dibeberapa bagian tubuh nona muda tapi tuan tidak perlu khawatir karna saya sudah memberikan salep untuk meredakan nyerinya & untuk tangannya saya sudah memberikannya salep karna sepertinya itu luka baru dan saya pikir itu adalah luka akibat setrika yang panas, lukanya juga masih melepuh dan memerah" terang panjang dokter.
"hmm kau bisa pergi sekarang" jawab Al.
"Baik, jika terjadi sesuatu segera panggil saya tuan" ucap dokter dan dibalas anggukan oleh Al.
Setelah kepergian dokter, Al kemudian mendekati ranjang milik Naura dan menatap wajah damai Naura saat tertidur.
"Gadis bodoh bagaimana bisa tangannya terkena setrika panas. Jika itu tidak sengaja kenapa lukanya besar sekali dan berada jauh dari telapak tangan, apa gadis ini sedang mempermainkan malaikat pencabut nyawa dengan bermain-main dengan setrika" batin Al.
Ceklek.
"Tuan" panggil Rendi.
"Ini yang tuan minta" ucapnya lagi sambil menyodorkan 2 paperbag.
"Jaga dia aku akan mengganti pakaianku" ucap Al dan langsung menuju ke kamar mandi.
"Siapa gadis ini sebenernya apa dia sudah tidur dengan tuan muda" gumam Rendi.
Sedangkan di sisi lain.
"Alina apa kau melihat Naura " Tanya mama Devi.
"Bukannya dia masih bekerja ma" jawab Alina sambil menatap majalah ditangannya tanpa melihat mamanya.
__ADS_1
"Ck kau ini mama sudah menghubungi restoran dimana dia kerja tapi managernya bilang bahwa Naura sudah pulang dari siang tadi" ucap mama Devi.
Bagaiman bisa seperti itu ??
Ditangan seorang Alvian hal itu bisa terjadi.
"Kenapa mama begitu khawatir dengan dia" jawab Alina dengan nada kesal.
"Bodoh jika dia pergi kita tidak akan bisa menyiksa lagi" jawab mama Devi lagi.
"Mama akan beri dia pelajaran jika dia berani kabur dari rumah ini" ucap mama Devi dengan amarahnya.
Saat ini diruang rawat inap Naura, gadis itu sudah membuka matanya beberapa menit yang lalu.
Saat dia membuka mata, dia tak melihat siapa pun disana, sedangkan Al dan Rendi sedang pergi sebentar karna ada urusan jadi dia menitipkan Naura kepada perawat.
Naura yang melihat jam dinding itupun terkejut karna waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.
Saat akan pergi dia melihat paperbag disofa kemudian dia menghampiri dan membukanya.
"Lebih baik aku menggunakan pakaian ini tidak mungkin aku pulang dengan seperti ini" ucap Naura kemudian menuju kamar mandi.
Al memang sengaja meninggalkan paperbag itu di sana.
Setelah selesai Naura keluar dengan perlahan dan langsung berjalan dengan pasti keluar rumah sakit.
Bertepatan dengan Naura yang pergi begitu saja. Al & Rendi kembali & terkejut saat melihat gadis itu sudah tidak ada lagi.
"Kemana perginya gadis itu" ucap Rendi.
Sedangkan Al hanya terdiam.
__ADS_1
"Biarkan saja dia pergi" ucal Al.
"Ren aku mau kau menyelidiki gadis itu, berikan laporannya padaku besok pagi" ucap Al lagi kemudian melangkah kakinya pergi.
"Aiss lembur lagi malam ini" batin Rendi.
"Baik tuan, lalu bagaiman jika perawat mencarinya" tanya Rendi setelah berada tepat dibelakang Al.
"Katakan bahwa gadis itu pulang bersamaku" jawab Al.
"baik tuan" ucap Rendi.
Sedangkan disisi lain.
Naura terus berlari menyusuri jalan yang sepi, sungguh miris dia harus berlari untuk sampai kerumahnya. Untung saja jarak antara rumah dan rumah sakit tidak begitu jauh.
Dia melihat luka bekas infus itu berdarah kemudian dia melepas perban yang membungkus luka akibat setrika itu untuk mengelap darah bekas infus.
"Mama tidak boleh tau kalau aku habis dari rumah sakit" ucap Naura sambil mengelap darah bekas infus.
Sesampainya didepan pintu dengan seribu keberanian Naura mengetuk pintu.
Ceklek.
"Darimana saja kau ini baru pulang hah" ucap mama Devi dengan marah.
"Ma aku minta maaf tadi.."
Belum sempat Naura melanjutkan pembicaraan sudah dipotong oleh perkataan mama Devi.
"Ayo masuk cepat, sepertinya kau harus dihukum malam ini agar kau kapok" ucap mama Devi seraya menarik kasar tangan Naura.
__ADS_1
"Ma... Ampun ma, maafkan aku" ucap Naura dengan terisak serasa berusaha melepaskan genggaman tangan mamanya.