Akhir Derita Istri Kecil CEO

Akhir Derita Istri Kecil CEO
Bab 3


__ADS_3

"Terima kasih bi" jawab Naura sambil membalas pelukan dari bibi.


Setelah melepas pelukannya Naura melirik jam dinding yang tergantung tak jauh dari dia duduk.


"Baiklah bi aku harus pergi bekerja sekarang. Sepertinya aku akan terlambat jika tidak segera bersiap" ucap Naura dengan tersenyum.


"Baiklah, pergilah non dan berhati-hatilah" jawab bibi Jum dan dibalas anggukan oleh Naura.


Kemudian Naura bergegas mandi dan bersiap-siap untuk bekerja disebuah cafe disalah satu sudut kota. Itu dia lakukan karna selama ini dia tidak pernah menerima uang sedikitpun dari mama Devi.


Mama Devi yang mengetahui bahwa Naura bekerja disebuah cafe itupun tak mempermasalahkannya bahkan tak jarak mama Devi atau Alina selalu merampas uang gaji dari Naura.


Kini Naura tengah berasa disebuah bis yang membawanya kecafe tersebut.


"Perutku masih terasa lapar" batin Naura sambil memegang perutnya.


Iya dia hanya memakan sebuah kerupuk dan nasi yang sangat sedikit, siapa lagi pelakunya kalau bukan mama Devi. Setiap dirumah Naura jarang mendapatkan makanan yang layak semua itu ulah dari ibu & kaka tirinya.


Untung saja cafe itu selalu memberikan makan saat jam makan siang itu cukup untuk mengisi perutnya namun itu siang nanti sedangkan ini masih pagi bahkan Naura pun belum mulai pekerjaannya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit diperjalanan akhirnya Naura sampai dan langsung bersiap untuk bekerja. Karna kondisi tangannya yang sakit, badan yang tidak begitu fit & sarapan sedikit membuat Naura tidak fokus untuk bekerja.


"apa kau baik-baik saja Nau" tanya Tasya rekan kerjanya.


"Apa aku terlihat seperti orang yang tidak baik" tanya balik Naura.


"Sepertinya begitu, wajahmu terlihat sangat pucat" ucap Tasya.


"Aku memang sedikit tidak enak badan dan aku belum sempat sarapan dengan baik mungkin itu yang membuat wajahku terlihat pucat" jawab Naura dengan lirih.


"Apa kau mau istirahat Nau" tanya Tasya khawatir bagaimana pun Naura dan Tasya adalah sahabat baik semenjak mereka mulai bekerja di cafe ini.


"Ah itu tidak perlu aku bisa menahannya" jawab Naura cepat.


Setelah kepergian Tasya, Naura dipanggil oleh manager cafe tersebut untuk mengantarkan beberapa makanan ini keruang VIP cafe tersebut.


Naura pun menurut kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ruang VIP.


Setelah dia sampai depan pintu dia mengetok dan suara sautan dari dalam yang mengatakannya untuk masuk itupun dia bergegas masuk.

__ADS_1


Saat sampai didalam Naura melihat punggung seorang laki-laki.


"Tuan ini makanannya" ucap Naura.


Laki-laki itu yang tak lain adalah Alvian Argantara langsung menoleh, dia menatap gadis didepannya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Naura yang melihat itupun menjadi gugup entah mengapa dia merasa hawa diruangan itu cukup tidak bersahabat.


Saat akan pergi tiba-tiba tangan Naura ditarik oleh Alvian dan itu membuat Naura panik bukan main.


KLIK..


Bunyi pintu terkunci oleh salah satu tangan Alvian. Naura yang mendengar itupun menjadi terkejut dan panik.


"Apa yang ingin kau lakukan tuan, tolong lepaskan aku" mohon Naura.


Namun karna posisi Naura bersandar ditembok dan didepannya sudah ada Al yang berjarak beberapa senti membuat Naura tak bisa melarikan diri.


Al yang merasa hawa tubuhnya panas dan sesuatu yang berharganya menegang membuat Al tak sadar apa yang dia lakukan sekarang.

__ADS_1


"Tuan tolong lepaskan aku" berontak Naura namun kata-kata itu tak didengar oleh Al.


Bahkan Al langsung menggapai tangannya dan meletakkannya tempat diatas kepala Naura itu sendiri yang sedari tadi berusaha untuk melarikan diri.


__ADS_2